<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242</id><updated>2012-01-06T20:05:51.880-08:00</updated><title type='text'>Be like me</title><subtitle type='html'>Ide-ide itu menyeruak hadir, tumpah lantah dan berserakan dimana-mana.
Layaknya sebuah Kehadiran yang tiba-tiba, Sayapun tidak siap menyambutnya.
Hanya beberapa saja yang dapat dikumpulkan untuk disatukan menjadi recik-recik bait pemikiran. 
Tulisan-tulisan ini belumlah sempurna, layaknya atom yang mencari lintasannya, tulisan ini juga terus berusaha mencari maqomnya menuju pencapaian penyempurnaan. 
Hanya harapan, semoga dapat tercerahkan dengan tulisan-tulisan yang tergerak muncul disini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-2897734176368685888</id><published>2012-01-06T19:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T20:05:51.958-08:00</updated><title type='text'>Resensi Buku (2) Komitmen Muslim Sejati</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ARBRliSAc7I/TwfCDrJOvjI/AAAAAAAAAG8/gzo_300socE/s1600/Resize_of_IMAGE0611.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ARBRliSAc7I/TwfCDrJOvjI/AAAAAAAAAG8/gzo_300socE/s400/Resize_of_IMAGE0611.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694733622210117170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Syaikh Fathi Yakan memberikan definisi bahwa menjadi muslim adalah berafiliasi kepada islam, afiliasi ini dalam cakupan luas makna keanggotaan terhadap sesuatu yaitu hingga memiliki karakteristik yang baku berlaku bagi seluruh anggota. Menjadi muslim berarti menjadi orang yang berserah diri pada karakter baku yang berlaku dalam agama Islam.&lt;br /&gt;Kalau dalam edisi terjemahan Era Intermedia diungkapkan : ”Pengakuan sebagai muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan, bukan klaim terhadap suatu identitas, juga bukan klaim terhadap suatu penampilan lahir, melainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam, berkomitmen kepada Islam, dan beradaptasi dengan Islam dalam setiap aspek kehidupan.” (hal.15 – era intermedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Fathi Yakan sejatinya mengkategorikan ada dua level keanggotan, yaitu level dasar dengan karakter berafiliasi kepada Islam, dan level aktivis pergerakan islam. &lt;br /&gt;Dalam edisi arab yang dibaca hal ini tidak tercantum dengan eksplisit, &lt;br /&gt;Namun dalam edisi terjemah dan versi website pembagian ini sangat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Dasar seorang muslim untuk dapat dikategorikan muslim level pertama, yaitu mereka yang berafiliasi pada islam adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YTRsJEnOvNY/TwfDxlglLeI/AAAAAAAAAHI/AUNA9Uy6K8o/s1600/73md.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YTRsJEnOvNY/TwfDxlglLeI/AAAAAAAAAHI/AUNA9Uy6K8o/s400/73md.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694735510483054050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA, SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKIDAH SAYA&lt;br /&gt;Konsekuensi dari hal ini, maka kita harus:&lt;br /&gt;1. Meyakini bahwa ALLAH adalah pencipta semesta, Maha Tahu, Maha Kuat, dan harus disembah &lt;br /&gt;2. Meyakini bahwa ALLAH menciptakan alam semesta ini tidaklah secara sia-sia&lt;br /&gt;3. Meyakini bahwa ALLAH mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk mengenalkan manusia kepada pengetahuan tentang Dia, tujuan penciptaan mereka, awal kejadian, dan tempat kembali nanti&lt;br /&gt;4. Meyakini bahwa tujuan keberadaan manusia adalah untuk mengenal ALLAH&lt;br /&gt;5. Meyakini bahwa balasan bagi orang mukmin yang taat adalah surga, sedangkan yang kafir adalah neraka&lt;br /&gt;6. Meyakini bahwa manusia melaksanakan kebajikan dan kejahatan dengan ikhtiar dan kehendaknya, akan tetapi ia tidak bisa melaksanakan kebaikan kecuali dengan taufik dan pertolongan ALLAH&lt;br /&gt;7. Meyakini bahwa menetapkan syariat merupakan hak ALLAH yang tidak boleh dilanggar&lt;br /&gt;8. Mengetahui nama-nama dan sifat-sifat ALLAH yang selaras dengan keangungan-Nya&lt;br /&gt;9. Bertafakkur mengenai ciptaan ALLAH, bukan mengenai dzat-Nya&lt;br /&gt;10. Meyakini bahwa sifat-sifat Allah menunjukan otoritasnya sebagai Tuhan, sifat-sifat yang terdapat pada tanda-tanda kekuasaan dijagad semesta&lt;br /&gt;11. Meyakini bahwa pendapat para salaf lebih utama untuk diikuti, khususnya dalam persoalan takwil dan ta’thil serta menyerahkan pengetahuan mengenai makna-makna ini kepada ALLAH&lt;br /&gt;12. Menyembah ALLAH tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun&lt;br /&gt;13. Takut kepada-Nya dan tidak takut kepada selain-Nya&lt;br /&gt;14. Mengingat-Nya dan senantiasa mengingat-Nya. &lt;br /&gt;15. Mencintai ALLAH dengan kecintaan yang menjadikan hati senantiasa merindukan keagungan-Nya&lt;br /&gt;16. Bertawakkal kepada ALLAH dalam segala keadaan dan menggantungkan diri kepada–Nya &lt;br /&gt;17. dalam segala urusanBersyukur kepada-Nya atas segala nikmat-Nya yang tak terhitung&lt;br /&gt;18. Beristigfar memohon ampunan-Nya&lt;br /&gt;19. Senantiasa menyadari pengawasan ALLAH dalam keadaan sendiri maupun di tengah-tengah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA, SAYA HARUS MENGISLAMKAN IBADAH SAYA&lt;br /&gt;1. Beribadah dengan khusyuk sehingga bisa menghayati kehangatan komunikasi dengan ALLAH&lt;br /&gt;2. Sepenuh hati dalam beribadah&lt;br /&gt;3. Tamak dari beribadah, tidak pernah merasa puas&lt;br /&gt;4. Memiliki keinginan besar untuk melaksanakan qiyamullail (shalat malam). Firman ALLAH dalam Al-Muzammil 6, ”Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.”&lt;br /&gt;5. Menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan firman ALLAH dalam Al-Qur’an. Rasulullah bersabda, “Seutama-utama ibadah umatku adalah membaca AL-Qur’an.” (HR.Abu Na’im, dalam Fadhailul Qur’an)&lt;br /&gt;6. Doa harus menjadi tanggaku dalam memohon kepada ALLAH dalam setiap keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-azEWdyrxLyk/TwfEXxxANpI/AAAAAAAAAHU/cgcFJslPIUM/s1600/lelah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-azEWdyrxLyk/TwfEXxxANpI/AAAAAAAAAHU/cgcFJslPIUM/s400/lelah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694736166608189074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KETIGA, SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKHLAK SAYA&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad, Rasululllah bersabda, ”Sesungguhnya Aku diutus oleh ALLAH untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”&lt;br /&gt;Suatu waktu, seperti yang diriwayatkan Ahmad, Rasulullah ditanya, ”Apakah agama itu?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab, ”Akhlak yang baik.”&lt;br /&gt;Kemudian beliau ditanya tentang kesialan. Beliau menjawab, “Akhlak yang buruk.”&lt;br /&gt;sifat-sifat yang melekat dalam diri seorang Mukmin adalah&lt;br /&gt;1. Bersikap wara’ (hati-hati) terhadap syubhat&lt;br /&gt;2. Menahan pandangan (ghadul bashar)&lt;br /&gt;3. Menjaga lidah&lt;br /&gt;4. Malu (haya’)Pemaaf dan sabar&lt;br /&gt;5. Jujur&lt;br /&gt;6. Rendah hati&lt;br /&gt;7. Menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari cela sesama muslim&lt;br /&gt;8. Dermawan dan pemurah&lt;br /&gt;9. Menjadi teladan yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEMPAT, SAYA HARUS MENGISLAMKAN KELUARGA DAN RUMAH TANGGA SAYA &lt;br /&gt;Dalam At-Tahrim ayat 6, ALLAH berfirman, ”Hai orang-orang yang beriman, peliharah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang ditekankan dalam bagian ini adalah:&lt;br /&gt;1.Tanggungjawab pernikahan&lt;br /&gt;-Pernikahan harus dilaksanakn semata-mata karena ALLAH&lt;br /&gt;-Hendaklah salah satu tujuan pernikahanku adalah menahan pandangan, memelihara kemaluan, dan bertakwa kepada ALLAH&lt;br /&gt;-Memilih istri dengan sebaik-baiknya. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian memilih untuk nutfah kalian, karena gen itu dapat menurun (niza’).”&lt;br /&gt;-Memilih wanita yang berakhlak dan beragama&lt;br /&gt;-Berhati-hati jangan sampai melanggar perintah ALLAH dalam pernikahan&lt;br /&gt;2.Tanggungjawab pasca pernikahan&lt;br /&gt;-Bersikap baik dan menghargai istri agar tumbuh kepercayaan antara satu dan lainnya. Rasulullah bersabda, ”Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik kepada istrinya, dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istriku.” (HR.Ibnu Majah dan Hakim) &lt;br /&gt;-Jangan sampai hubungan dengan istri hanya sebatas ranjang dan nafsu. Lebih penting lagi adalah kesesuaian dalam pemikiran, spiritual dan emosi. ALLAH berfirman dalam Thaha ayat 132, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.”&lt;br /&gt;-Hubungan dengan istri dengan tuntunan syara’. Rasul bersabda, “Tidaklah seseorang menuruti istrinya dalam hal yang diinginkan nafsunya, kecuali ALLAH pasti menelungkupkan wajahnya di neraka.” Dalam kesempatan lain, beliau berkata, “Sungguh celaka budak istri.”&lt;br /&gt;3.Tanggungjawab bersama dalam mendidik anak&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, buah yang diharapkan dari terbentuknya rumah tangga muslim adalah memunculkan keturunan yang shaleh.&lt;br /&gt;Dalam Al-Furqan, ayat 74, ALLAH berfirman, “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, “Tiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Muttafaq ilaih)&lt;br /&gt;Selain itu, Rasul juga berkata, ”Tidaklah seorang ayah memberi kepada anaknya suatu pemberian yang lebih utama daripada adab yang baik.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELIMA, SAYA HARUS MENGALAHKAN NAFSU SAYA &lt;br /&gt;ALLAH berfirman, ”Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya, beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams: 7-10)&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dibahas dalam point kelima ini adalah:&lt;br /&gt;1.Sifat-Sifat Manusia&lt;br /&gt;Dalam pergulatan melawan hawa nafsu, manusia terbagi menjadi beberapa tipe:&lt;br /&gt;-Yang dikalahkan oleh nafsu mereka. Mereka cenderungan pada kehidupan dunia. Mereka adalah orang-orang kafir yang melupakan ALLAH.&lt;br /&gt;-Yang bersungguh-sungguh memerangi nafsunya. Terkadang menang, terkadang kalah. Mereka berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertaubat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH berfirman, ”Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan ALLAH, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain ALLAH? Dan merekatidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali-Imran:135)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, ”Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah orang-orang yang banyak bertaubat.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;Relevan dengan hadits ini, ada sebuah riwayat dari Wahab bin Munabih. Ia berkata, “Sesungguhnya Iblis pernah berjumpa dengan Yahya bin Zakaria. Lalu, Yahya bin Zakaria berkata kepadanya, “Beritahulah aku tentang karakter anak Adam dalam pandangan kalian!”&lt;br /&gt;Iblis menjawab, “Segolongan dari mereka adalah orang-orang sepertimu yang maksum. Kami sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa untuk menggoda mereka. Golongan kedua adalah orang-orang yang di tangan kami ibarat sebuah bola yang ada di tangan anak-anak kalian. Keadaan diri mereka sendiri telah memberi peluang bagi kami, sehingga kami tidak perlu bersusah-susah menggoda mereka. Dan golongan ketiga adalah orang-orang yang paling menyulitkan kami. Kami selalu mendatangi mereka, tetapi setelah kami memperoleh apa yang kami hajatkan darinya, lantas ia tiba-tiba beristigfar memohon ampun sehingga istigfar itu merusak apa yang telah kami peroleh darinya. Jadi, kami tidak pernah putus asa menggodanya, tetapi kami juga tidak pernah mendapatkan apa yang kami perlukan darinya.”&lt;br /&gt;2.Perangkat-Perangkat untuk Memenangkan Pertarungan Melawan Hawa Nafsu&lt;br /&gt;-Hati. Ali bin Abi Thalib berkata, ”Sesungguhnya ALLAH memiliki bejana di bumi-Nya, yaitu hati. Maka, hati yang paling dicintainya adalah hati yang paling lembut, jernih dan kukuh.”&lt;br /&gt;-Akal. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa dikehendaki baik oleh ALLAH, niscaya Ia memahamkannya mengenai agama.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Indikasi-Indikasi Kekalahan Akhlak&lt;br /&gt;Fathi Yakan menulis, ”Sesungguhnya, ketika hati mati atau mengeras, ketika akalnya padam atau menyimpang, dan ia kalah dalam peperangannya melawan setan, ketika itu banyak pintu kejahatan di dalam dirinya sendiri dan setan mengalir di dalam diri anak Adam sebagaimana aliran darah.” (hal.72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Sarana-sarana untuk membentengi diri dari masuknya setan&lt;br /&gt;Setan mendatangi manusia dari 10 pintu:&lt;br /&gt;Pertama, ambisi dan buruk sangka&lt;br /&gt;Kedua, kecintaan terhadap dunia dan panjang angan-angan&lt;br /&gt;Ketiga, keinginan untuk santai dan bersenang-senang&lt;br /&gt;Keempat, bangga diri&lt;br /&gt;Kelima, meremehkan dan kurang menghargai orang lain&lt;br /&gt;Keenam, dengki&lt;br /&gt;Ketujuh, riya’ &lt;br /&gt;Kedelapan, kikir&lt;br /&gt;Kesembilan, sombong&lt;br /&gt;Kesepuluh, tamak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEENAM, SAYA HARUS YAKIN BAHWA MASA DEPAN ADALAH MILIK ISLAM&lt;br /&gt;Keyakinan ini didorong oleh beberapa faktor:&lt;br /&gt;1.Rabbaniyyah Manhaj Islam&lt;br /&gt;2.Universalitas Manhaj Islam&lt;br /&gt;3.Elastisitas Manhaj Islam&lt;br /&gt;4.Kelengkapan Manhaj Islam&lt;br /&gt;5.Keterbatasan sistem-sistem “wadh’iyyah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathi Yakan menulis bahwa level berikutnya dari seorang muslim adalah level aktivis, Yaitu mereka yang memiliki afiliasi terhadap gerakan Islam. Ia menulis sebagai berikut, ”Dasar untuk mengaku sebagai aktivis pergerakan Islam adalah hendaknya pada diri seseorang telah terwujud semua sifat dan karakteristik pengakuannya sebagai Muslim. Inilah yang menjadikan pergerakan Islam memberikan perhatian terhadap kaderisasi, agar muncul individu Muslim yang benar keislamannya, sebelum menyiapkannya sebagai aktivis pergerakan.” (hal.83, era intermedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik yang harus dimiliki oleh setiap Muslim agar pengakuan keislamannya benar, sebagai berikut:&lt;br /&gt;PERTAMA, SAYA HARUS HIDUP UNTUK ISLAM&lt;br /&gt;Manusia terbagi menjadi tiga golongan:&lt;br /&gt;1.Golongan yang hidup untuk dunia. Kaum materialis. Oleh Al-Qur’an, mereka disebut sebagai “dahriyin”. &lt;br /&gt;2. Golongan yang tercampakkan di antara dunia dan akhirat. Mereka menjalankan agama secara ritual, formalitas belaka. Akan tetapi keyakinannya goyah. &lt;br /&gt;3.Golongan yang menganggap dunia sebagai lahan bagi kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Al-An’am: 32)&lt;br /&gt;Bagaimana saya hidup untuk Islam?&lt;br /&gt;1.Mengetahui tujuan hidup&lt;br /&gt;2.Mengetahui nilai-nilai dunia dibandingkan dengan akhirat&lt;br /&gt;“Dunia adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafir” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;3.Menyadari bahwa kematian pasti datang dan mengambil pelajaran darinya&lt;br /&gt;”Kubur adalah satu taman diantara taman-taman surga atau satu parit di antara parit-parit neraka.” (HR.Thabrani)&lt;br /&gt;4.Mengetahui hakikat Islam&lt;br /&gt;5.Mengetahui hakikat jahiliyah&lt;br /&gt;Rasulullah berkata, ”Barangsiapa mempelajari bahasa suatu kaum, maka ia akan aman dari tipu daya mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA, SAYA HARUS MEYAKINI KEWAJIBAN MEMPERJUANGKAN ISLAM&lt;br /&gt;Memperjuangkan Islam adalah wajib. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang:&lt;br /&gt;1.Kewajibannya sebagai prinsip&lt;br /&gt;2.Kewajibannya sebagai hukum&lt;br /&gt;3.Kewajiban menegakkan Islam sebagai kebutuhan darurat&lt;br /&gt;4.Kewajiban secara individu dan kolektif&lt;br /&gt;5.Barangsiapa berjihad, sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIGA, MEMAHAMI PERGERAKAN ISLAM; MISI, KARAKTERISTIK, DAN PERLENGKAPANNYA&lt;br /&gt;1.Misi Pergerakan Islam. Tegaknya agama ALLAH di muka bumi.&lt;br /&gt;2.Karakteristik dasar pergerakan Islam:&lt;br /&gt;-Rabbaniyyah (Ketuhanan)&lt;br /&gt;-Pergerakan independen&lt;br /&gt;-Pergerakan progressif &lt;br /&gt;-Pergerakan komprehensif&lt;br /&gt;-Menjauhi Perselisihan fiqih&lt;br /&gt;3.Spesifikasi Gerakan Islam&lt;br /&gt;-Jauh dari kekuasaan para penguasa dan politikus, walau di antara anggotanya ada yang menjadi penguasa dan politikus&lt;br /&gt;-Memiliki tahapan dalam dakwahnya. Imam Hasan Al-Banna, dalam Risalah Ta’alim, menjelaskan bahwa dakwah ini memiliki tiga tahapan: ta’rif (pengenalan), takwin (pembentukan), dan tanfidz (pelaksanaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menyebarkan fikrah umum kepada masyarakat, sarananya adalah pengajian dan bimbingan, pendirian lembaga-lembaga yang bermanfaat, serta sarana-sarana operasional lainnya. Tahapan Ta’rif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menyaring unsur-unsur yang baik untuk memikul beban-bedan jihad dan membentuk sinergi satu sama lain. Aturan dakwah dalam tahapan ini adalah sufi murni dilihat dari aspek spiritual dan militer murni dilihat dari aspek operasional. Pada tahapan ini tidak ada yang berhubungan Tahapan Takwin dengan dakwah selain orang yang memiliki kesiapan sejati untuk memikul beban-beban jihad yang panjang dan banyak tanggungjawab. Tanda-tanda pertama kesiapan adalah ketaatan yang penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah pada tahapan ini berupa jihad tanpa kompromi, aktivitas berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuan, serta ujian dan cobaan yang tidak mungkin mampu bersabar menghadapinya selain orang-orang yang tulus. Tidak ada yang menjamin kesuksesan dalam periode ini selain ketaatan yang penuh pula. Tahapan Tanfidz &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Mengutamakan aktivitas dan produktivitas ketimbang klaim dan propaganda&lt;br /&gt;-Mengatur napas yang panjang&lt;br /&gt;-Nyata dalam aktivitas, rahasia dalam organisasi&lt;br /&gt;-Uzlah kejiwaan, bukan fisik&lt;br /&gt;-Tujuan tidak menghalalkan segala cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Perlengkapan Pergerakan Islam&lt;br /&gt;-Memiliki keimanan yang kuat&lt;br /&gt;-Meyakini jalan yang mereka tempuh, keistimewaan dan kebaikannya&lt;br /&gt;-Meyakini persaudaraan serta hak-hak dan kesakralannya&lt;br /&gt;-Meyakini agung dan besarnya pahala&lt;br /&gt;-Meyakini akan diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEMPAT, SAYA HARUS MENGETAHUI JALAN PERJUANGAN ISLAM&lt;br /&gt;Imam Syahid Hasan Al-Banna, dalam Majmu’atur Rasail , melukiskan potret pejuang Islam sebagai berikut:&lt;br /&gt;”Wahai para ikhwan, kalian bukanlah organisasi sosial, bukan partai politik, bukan pula organisasi domestik yang memiliki keterbatasan tujuan. Tetapi kalian adalah ruh baru yang mengalir di dalam hati sanubari umat ini, kemudian dihidupkan oleh ALLAH dengan cahaya Al-Quran. Kalian adalah cahaya baru yang bersinar terang, yang akan memorak-porandakan kegelapan hidup hedonistis dengan makrifatullah. Ketahuilah, kalian adalah suara yang bergaung keras dengan menggemakan seruan Rasulullah Saw.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELIMA. SAYA HARUS MENGETAHUI DIMENSI AFILIASI SAYA KEPADA PERGERAKAN ISLAM&lt;br /&gt;1.Afiliasi dalam akidah&lt;br /&gt;Yaitu, suatu keanggotaan yang mengharuskan setiap anggotanya ta’at kepada ketetapan Allah&lt;br /&gt;2.Afiliasi dalam tujuan, selalu menyamakan tujuan akhir dengan jama’ah, tidak terbatas pada hal, kondisi, usia, dan ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEENAM, SAYA HARUS MENGETAHUI POROS-POROS PERJUANGAN ISLAM&lt;br /&gt;Tiga Poros Perjuangan Islam :&lt;br /&gt;1.Kejelasan tujuan&lt;br /&gt;2.Kejelasan jalan&lt;br /&gt;3.Komitmen terhadap jalan Rasul Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasulullah berkata, ”Mukmin yang kuat itu lebih dicintai ALLAH daripada mukmin yang lemah.” (HR.Muslim) Posisi Kekuatan Fisik dalam Strategi Pergerakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUJUH,  Saya Harus Mengetahui Persyaratan Baiat Dan Keanggotaan&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:&lt;br /&gt;1.Kualitas bukan kuantitas&lt;br /&gt;2.Baiat dan hukumnya&lt;br /&gt;3.Ketaatan dan hukumnya&lt;br /&gt;4.Rukun-Rukun baiat&lt;br /&gt;5.Kewajiban-Kewajiban Akhi Musli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA SATU POINT yang terdapat pada buku arab yang dibaca, tetapi tidak terdapat dalam edisi terjemahan era intermedia, maupun edisi website, yaitu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA MENJADI MUSLIM, BERSERAH DIRI PADA ALLAH TA’ALA DALAM HAL HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN&lt;br /&gt;Artinya adalah :&lt;br /&gt;- Meyakini bahwa hak menentukan hukum ada pada Allah SWT, &lt;br /&gt;45. ... Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt;50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?&lt;br /&gt;(Al Maidah :45, 49-50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menta’ati Allah dalam hukum dapat dimulai dengan meyakini bahwa Allah Maha mengetahui segala sesuatu dan apa yang ditetapkan oleh Allah sebagai sistem perundang-undangan sesuai dengan karakteristik manusia yang Allah lebih mengetahuinya&lt;br /&gt;19. Dia mengetahui pandangan mata terhadap apa yang dilarang dan apa yang disembunyikan oleh hati. (Ghafir : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memiliki logika, bahwa Allah lah yang paling mengetahui maka, maka Allah pula lah yang berhak memutuskan segala urusan dan perkara&lt;br /&gt;54. .... Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (al ‘Araaf : 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point tersebut terdapat sesudah point akhlaq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-2897734176368685888?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/2897734176368685888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=2897734176368685888' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2897734176368685888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2897734176368685888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2012/01/syaikh-fathi-yakan-memberikan-definisi.html' title='Resensi Buku (2) Komitmen Muslim Sejati'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ARBRliSAc7I/TwfCDrJOvjI/AAAAAAAAAG8/gzo_300socE/s72-c/Resize_of_IMAGE0611.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7146762682249872352</id><published>2012-01-06T19:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T19:43:38.485-08:00</updated><title type='text'>Resensi Buku (1) Komitmen Muslim Sejati</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada kesempatan ini saya akan mencoba meresensi sebuah buku yang sangat Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Buku tersebut adalah karya seorang tokoh yang dijuluki Penyeru Islam (الدَّاعِيَة الإِسلاَمِي) yaitu Syaikh Dr Fathi Yakan. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;Buku yang berjudul asli (مَاذَا يَعْنِي انْتِمَائِي لِلْإسْلاَمِ) (مَاذَا يَعْنِي انْتِمَائِي لِلْإسْلاَمِ) akan berarti secara harfiah “Apa yang dimaksud dengan afiliasiku terhadap islam?”  secara retorik buku di Indonesia diterjemahkan dengan dua versi judul – pertama “Komitmen Muslim terhadap Harakah Islamiyah – Najah Press Jakarta” dan “Komitmen Muslim Sejati – Era Intermedia Solo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sebelum kita masuk dalam pembahasan resume buku, alangkah baiknya jika dapat mengenal lebih dekat dengan syaikh Fathi Yakan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4qZjGJ5ox5M/Twe-man4DSI/AAAAAAAAAGw/7G5cMfGBF18/s1600/Fathi%2Byakan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 375px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4qZjGJ5ox5M/Twe-man4DSI/AAAAAAAAAGw/7G5cMfGBF18/s400/Fathi%2Byakan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694729821024161058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Nama Lengkapnya adalah Fathi Muhammad ‘Inayah, adapun nama Yakan adalah nama kakek. Lahir di Tripoli Libanon, pada 9 februari 1933. Menikah dengan Dr Muna Hadad, dikarunia satu putra dan 4 putri. Bersama istrinya membangun universitas al Jinan di Libanon.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pendidikan Diploma pada Teknik Elektro dan mendapat gelar Doktor Honoris Causa dalam Studi Islam dan Bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Beliau bergabung dengan jama’ah ikhwanul Muslimin dan menjadi Amin ‘Am Jama’ah di Lebanon sepanjang 30 tahun mulai 1962-1992. Pada tahun 1992 terpilih menjadi anggota parlemen Libanon.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Tokoh ikhwah yang banyak mempengaruhi beliau adalah &lt;i&gt;Sayyid Qutb&lt;/i&gt;, sehingga rona fundamental dapat kita temukan dalam pemikirannya. Kedekatan pemikiran dengan Sayyid Qutb ini menjadikannya sebagian menjulukinya tangan kanan sayyid qutb. Rona moderat diperolehnya dari &lt;i&gt;Syaikh Musthafa as Siba’i&lt;/i&gt;, muraqib ‘aam jama’ah ikhwanul Muslimin di Syiria. Secara kultur Lebanon dan Syiria sangat dekat, sebagai penduduk arab satu kawasan, kawasan yang dikenal dizaman Rasulullah sebagai Syam. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;Beliau wafat pada 13 Juni 2009. Meninggalkan jejak dakwah hebat dan pemikiran yang lengkap, seimbang antara militansi dan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Dinobatkan pula sebagai tokoh rekonsiliasi sunni syiah di Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt; Bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7146762682249872352?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7146762682249872352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7146762682249872352' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7146762682249872352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7146762682249872352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2012/01/resensi-buku-1-komitmen-muslim-sejati.html' title='Resensi Buku (1) Komitmen Muslim Sejati'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4qZjGJ5ox5M/Twe-man4DSI/AAAAAAAAAGw/7G5cMfGBF18/s72-c/Fathi%2Byakan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5501106939340862606</id><published>2011-10-29T02:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T03:16:42.808-07:00</updated><title type='text'>Yaasin 13-30</title><content type='html'>&lt;p&gt;Semalam (malam Jum’at), saya mencoba menghadiri majelis yaasin di salah satu masjid dekat tempat tinggal saya, majelis ini rutin di adakan DKM, dari beberapa kali undangan, tadi malamlah pertama kali saya memenuhi undangan pengurus mesjid untuk menghadiri majelis Yaasin.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Didalam al Qur’an Allah memberikan banyak perumpamaan-perupamaan untuk dipelajari dan dihayati. Perumpamaan tersebut diberikan diantaranya adalah untuk agar kita memahami suatu tema dengan mendalam tetapi dengan cara yang mudah dan dapat dicitrakan oleh alat-alat indera yang Allah anugerahkan kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Salah satu perumpamaan indah ini diabadikan oleh Allah dalam surat Ya-Siin, surat yang menjadi primadona bacaan banyak kalangan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;Surat Yaasin ayat 13-30&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (13) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (14) قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ (15) قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ (16) وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (17) قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (18) قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (19) وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ (20) اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ (21) وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (22) أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ (23) إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (24) إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ (25) قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ (26) بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ (27)وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ (28) إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ (29) يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (30) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  Dan kisahkanlah pada mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.&lt;br /&gt;14.  (yaitu) ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; Kemudian kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, Maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".&lt;br /&gt;15.  Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Penuh Kasih Sayang tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".&lt;br /&gt;16.  Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa Sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".&lt;br /&gt;17.  Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".&lt;br /&gt;18.  Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang Karena kamu, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".&lt;br /&gt;19.  Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah Karena kamu sendiri. apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".&lt;br /&gt;20.  Dan datanglah dari pinggiran kota, seorang lelaki dengan bergegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".&lt;br /&gt;21.  Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;22.  Mengapa Aku tidak menyembah (Tuhan) yang Telah menciptakanku dan yang Hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?&lt;br /&gt;23.  Mengapa Aku akan menyembah tuhan-tuhan selain nya jika (Allah) yang penuh Kasih menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?&lt;br /&gt;24.  Sesungguhnya Aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.&lt;br /&gt;25.  Sesungguhnya Aku Telah beriman kepada Tuhanmu; Maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.&lt;br /&gt;26.  Dikatakan (kepada lelaki): "Masuklah ke syurga". ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku Mengetahui.&lt;br /&gt;27.  Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan Aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".&lt;br /&gt;28.  Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak kami menurunkannya.&lt;br /&gt;29.  Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; Maka tiba-tiba mereka semuanya mati.&lt;br /&gt;30.  Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detil kisah ini saya kutip dari tiga kitab tafsir :&lt;br /&gt;1. Tafsir an Nasafiy, karya imam an Nasafiy&lt;br /&gt;2. at tahrir wa at tanwir karya Ibnu ‘Asyur&lt;br /&gt;3. at Tafsir al Munir karya Dr Wahbah az Zuhaily&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kisah ini terjadi sesudah nabi Isa‘alaihi as salaam diangkat ke langit, Nabi Isa berpesan kepada para Hawariyyin untuk mencegah manusia dari menyembah patung.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Maka dikirimlah Barnabas dan Paulus ke anthakiyah (Antiokh), kota ini sekarang masuk wilayah selatan negara Turki.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Penduduk Anthakiyah saat itu terdiri dari kalangan Yunani penyembah berhala dan Bani Israel.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Barnabas dan Paulus gigih menyeru, adapun  penduduk anThakiyah mendustakan mereka, Penduduk dari Kalangan Yunani memegang teguh paganisme mereka dan kalangan Bani Israel mencegah manusia mengimani Isa.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Lalu Allah mewahyukan pada kalangan Hawariyyin untuk memperkuat dakwah di Anthakiyah, maka dikirimlah Syam'an, Menyeru untuk menyembah Allah.&lt;br /&gt;Penolakan pada dakwah tauhid ini sangat kencang. Diantara syiar utama paganisme adalah manusia itu sama dan para dewa tidak mewahyukan perintah pada manusia, yang ada adalah para dewa itu turun ke bumi lalu menyerupai manusia untuk menyampaikan risalah pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Penduduk anThakiyah berkata bahwa &lt;i&gt;“ar Rahman”&lt;/i&gt; tidak mewahyukan.&lt;br /&gt;Penggunaan kata ar Rahman dalam ayat 15, memiliki beberapa urgensi, pertama bahwa penduduk anthakiyah dari kalangan Yunani mengagungkan Zeus yang diyakini sebagai sumber kasih sayang. &lt;br&gt;Dan penduduk dari kalangan Bani israel sangat menghindari penggunaan kata Allah, mereka mengganti kata Allah dengan menyebutkan satu sifatnya saja, terutama satu kata ini yang berarti kasih sayang.&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketiga utusan ini menyampaikan hujjah yang kuat sehingga menyebabkan populernya doktrin-doktrin yang disampaikan, perbedaan pendapat dan sikap mulai terdapat diantara penduduk anthakiyah, Dan selain itu hujan pun tidak turun.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kondisi ini menyebabkan keputusasaan dikalangan pemimpin penduduk Anthakiyah, mereka berpendapat penyebab kondisi sial tersebut adalah dakwah para Rasul.&lt;br /&gt;Ketiga Rasul menyampaikan bahwa kondisi sial itu disebabkan tidak berimannya mereka kepada risalah tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Penduduk Anthakiyah kemudian mengusir para Rasul.&lt;br /&gt;Para Rasul itu kemudian mengembara ke berbagai kota, Dalam pengembaraan itu ada beberapa hal yang terjadi :&lt;br /&gt;1. Beberapa keajaiban ditunjukan Paulus dan Barnabas&lt;br /&gt;2. Bani Israel selalu memprovokasi agar para Rasul diusir. Dan dalam riwayat disebutkan bahwa Paulus dirajam di kota Listra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dalam selang waktu dakwah para Rasul ini, ada seorang tukang kayu, bernama Habib, ia telah beriman sejak lama dan mengasingkan diri ke pinggiran kota. Ketika mendengar kedatangan para Rasul, ia bersegera datang ke kota. Ia ingin memberikan nasihat kepada kaumnya agar jangan berbuat dzalim kepada para Rasul, apalagi merajam mereka.&lt;br /&gt;Dalam Nasihat kepada kaummnya sang tukang kayu menyampaikan beberapa point:&lt;br /&gt;&lt;br&gt;1. Ia mengetahui dengan pasti bahwa kaumnya sangat materialis, maka pendekatan yang ia pakai adalah bahwa para Rasul itu adalah penyeru yang tidak meminta upah&lt;br /&gt;2. Sang tukang kayu menegaskan bahwa kaumnya telah memahami konsep ketuhanan, bahwa ada Tuhan yang Menciptakan. Dan ketika datang keterangan yang jelas tentang siapa pencipta, ia mempertanyakan : adakah alasan untuk tidak beriman kepada Sang Pencipta&lt;br /&gt;3. Konsep ketuhanan tidak akan menunjukkan jalan yang benar jika tidak dibarengi konsep ibadah atau konsep penyembahan atau sistem ritual yang benar&lt;br /&gt;4. Menegaskan bahwa para dewa dan patung-patungnya yang disembah bukanlah Tuhan yang Penuh Kasih Sayang yang memberikan manfa'at dan mudharat&lt;br /&gt;5. Seruan tegas untuk menyembah Tuhan yang sesungguhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Atas nasihat-nasihat yang diberikan ini, tukang kayu tersebut dibunuh.&lt;br /&gt;Kemudian di ayat 26 disebutkan bahwa tukang kayu tersebut masuk ke dalam surga, dan mengingat kerugian yang dialami kaumnya, dan betapa Ampunan Allah menyebabkannya mendapat tempat terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Dengan kejadian-kejadian tersebut, Allah tidak mengadzab kota itu dengan bala tentara malaikat, tetapi cukup dengan mengirimkan satu malaikat saja yang melaksanakan perintah Allah dengan satu kali teriakan saja, dan kebudayaan kota tersebut menjadi kebudayaan yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan terbesar atas sikap manusia adalah sikap mengolok-olok para utusan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini, diantara sekian kisah yang diperintahkan Allah agar diceritakan nabi Muhammad pada ummatnya,&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah ini :&lt;br /&gt;&lt;br&gt;1. Konsep Allah memberikan wahyu pada manusia pilihan dan mengutus mereka untuk menyeru pada bangsa-bangsa adalah konsep utama yang sangat mendasar, Tatkala siklus para nabi ini telah ditutup, maka Rasulullah menyebutkan dua konsep manusia pilihan, pertama adalah para ulama pewaris nabi-nabi, dan para Mujaddid yang terlahir setiap 100 tahun. &lt;br /&gt;Lawan dari konsep utama ini diantara nya adalah konsep mythologi dewa-dewa, dimana para dewa-dewa tersebut hidup di bumi di tengah-tengah manusia, adapun manusia adalah sama, tidak ada manusia penerima wahyu, yang ada adalah dewa jika menikahi manusia maka ia manusia setengah dewa. Turunan dari konsep ini adalah meyakini Tuhan dapat bersatu dengan jiwa manusia, atau konsep new age misalnya.&lt;br /&gt;Konsep mythologi dewa-dewa dewasa ini kembali melakukan kampanyenya, cobalah tengok toko-toko buku, mulai dari buku yang ditujukan untuk anak-anak hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kita akan selalu mendapati suatu masa dimana pendukung kebenaran berasal dari kalangan yang lemah. Kalangan lemah ini baik perorangan maupun suatu kelompok bangsa.&lt;br /&gt;Dalam kisah ini seorang tukang kayu yang dengan mudah dapat dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Dalam dakwah nabi Muhammad, maka penyambut pertama adalah kaum arab Hijaz yang paling sederhana sistem hidupnya jika dibanding negeri-negeri arab lainnya dari mulai Saba, Himyar, Lakhmid, Ghassan, Kindah, dll. Hal ini bisa kita baca dalam surat Muhammad ayat 13:&lt;br /&gt;وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً مِنْ قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَ أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ (13)&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;“Bagaimanakah dengan suatu kampung yang lebih kuat dari kampung halaman mu (Mekkah) yang mengusirmu. Kami membinasakan penduduk kampung-kampung yang kuat itu, maka mereka tidak memiliki penolong”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Keimanan pada Allah adalah sesuatu yang diganjar dengan pahala besar, dimana dengan keimanan pada Allah, juga kesabaran dalam memperjuangkan kebenaran, maka Allah meneguhkan dan memperkuat posisi orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Semua persfektif perbaikan dalam ranah kehidupan dunia maupun yang ditujukan untuk keabadian akhirat, harus dilandasi motivasi keyakinan pada Allah dan Allah maha melihat maha mengetahui.&lt;br /&gt;Niat dan motif selain pada Allah adalah tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Betapa kita sering mendengar ungkapan “negara A yang penduduknya kafir, tetapi lebih islami dari negeri Islam, negeri tersebut bersih kota-kotanya, pemerintahannya bersih dari korupsi, industrinya maju, dll, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Ungkapan demikian sekilas tampak benar namun sesungguhnya sangat berbahaya. Ungkapan ini menyandarkan pada parameter-parameter “duniawi”. Padahal sesungguhnya persfektif muslim adalah “keyakinan akan keesaan Allah dan beramal shaleh, memohon kebaikan akhirat baru dunia atau mengedepankan akhirat tanpa melupakan  bagian dunia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Dan masih banyak pelajaran lain yang dapat kita ambil, mudah-mudahan setiap ayat yang dibaca selalu menjadi inspirasi bagi kita untuk semakin dekat berinteraksi dengan al Qur'an&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5501106939340862606?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5501106939340862606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5501106939340862606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5501106939340862606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5501106939340862606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2011/10/semalam-malam-jumat-saya-mencoba.html' title='Yaasin 13-30'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-4614645899968825085</id><published>2011-10-21T01:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T00:40:03.435-07:00</updated><title type='text'>Amal Jama'i</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-kA5ea6t4HBM/TqE0M5epuYI/AAAAAAAAAGM/4PnhkPd20_M/s1600/amal%2Bjamai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kA5ea6t4HBM/TqE0M5epuYI/AAAAAAAAAGM/4PnhkPd20_M/s400/amal%2Bjamai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665867202401253762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Adalah Basyar ibn Burd (95 - 167 H = 714 - 784 M), seorang penyair di era Abbasiyah, dia telah memberi pelajaran beramal jama'i dengan sangat menarik.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Dia berkata:&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;إِذَا كنْتَ في كل الذُّنُوب مُعَاتِباً&lt;br /&gt;صَديقَكَ لَمْ تَلْقَ الذي لاَ تُعَاتبُهْ&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Kalaulah setiap dosa yang dilakukan temanmu engkau cela&lt;br /&gt;Niscaya engkau tidak akan mendapati seorang pun yang tidak akan engkau cela&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;فَعِشْ وَاحداً أوْ صِلْ أخَاكَ فَإِنَّهُ&lt;br /&gt;مُفَارقُ ذَنْبٍ مَرَّةً وَمُجَانِبُهْ&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Oleh karena itu, hiduplah kamu seorang diri, atau&lt;br /&gt;tetaplah bersambung dengan saudaramu&lt;br /&gt;tapi ingat saudaramu itu adalah seorang manusia yang sesekali melakukan dosa&lt;br /&gt;dan pada kali yang lain meninggalkannya&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;إِذَا أنْتَ لَمْ تشْربْ مِراراً علَى الْقذى&lt;br /&gt;ظمئْت، وأيُّ النَّاس تصْفُو مشَارِبُهْ&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kalau engkau tidak pernah mau meminum air yang tanpa tercampur kotoran&lt;br /&gt;Niscaya engkau akan kehausan&lt;br /&gt;Siapa sih manusia yang minumannya benar-benar bersih dan jernih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-eyBEQplooTE/TqZnF8GjogI/AAAAAAAAAGk/qdSBy5Ij-Vw/s1600/12070198471.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-eyBEQplooTE/TqZnF8GjogI/AAAAAAAAAGk/qdSBy5Ij-Vw/s400/12070198471.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667330532822983170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;IBRAH&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;Dalam beramal jama'i, kita mestilah mempunyai sedikit sikap taghaful (pura-pura tidak tahu) terhadap kekeliruan atau kesalahan saudara kita.&lt;br /&gt;Sebab, hanya ada satu dari dua opsi;&lt;br /&gt;- Hidup sendirian, agar tidak melihat kesalahan dan kekeliruan orang lain, atau&lt;br /&gt;- Hidup bersama, namun, harus dengan penuh kesadaran, bahwa, saudara kita itu seorang manusia, yang berpotensi salah.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Permisalannya, seperti air minum&lt;br /&gt;di zaman Basyar ibn Burd dahulu, mana ada sih air minum yang selalu dan benar-benar bersih tanpa tercampur kotoran?!&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;Opsinya adalah satu dari dua pilihan;&lt;br /&gt;- Menunggu air itu benar-benar bersih, yang berkonsekwensi kepada kehausan, bahkan bisa kematian, atau&lt;br /&gt;- Meminum air yang tidak benar-benar bersih itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-4614645899968825085?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/4614645899968825085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=4614645899968825085' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4614645899968825085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4614645899968825085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2011/10/amal-jamai.html' title='Amal Jama&apos;i'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kA5ea6t4HBM/TqE0M5epuYI/AAAAAAAAAGM/4PnhkPd20_M/s72-c/amal%2Bjamai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-9001294390119598300</id><published>2011-10-21T01:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T20:38:29.124-07:00</updated><title type='text'>SUPER QURBAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sKKQjYZiLvs/TqE0iVbRTYI/AAAAAAAAAGY/np-1nLCa9nQ/s1600/Tawaran%2BQurban%2B2011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sKKQjYZiLvs/TqE0iVbRTYI/AAAAAAAAAGY/np-1nLCa9nQ/s400/Tawaran%2BQurban%2B2011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665867570680515970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan Super Qurban, Qurban kita tidak langsung habis, ada cadangan yang siap disalurkan untuk bencana, dan siaga pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung di kornet dan bisa tahan sampai 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalurannya dari Sumba hingga Somalia, Insya Allah tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, silakan klik gambar dibawah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.superqurban.com/?reg=wanda_yulianto" title="Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun"&gt;&lt;img src="http://www.superqurban.com/wp-content/uploads/2011/09/banner-125x125.png" alt="Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun" width="125" height="125" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-9001294390119598300?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/9001294390119598300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=9001294390119598300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/9001294390119598300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/9001294390119598300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2011/10/super-qurban.html' title='SUPER QURBAN'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sKKQjYZiLvs/TqE0iVbRTYI/AAAAAAAAAGY/np-1nLCa9nQ/s72-c/Tawaran%2BQurban%2B2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-448025857087784224</id><published>2010-11-27T16:50:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T18:27:33.594-08:00</updated><title type='text'>Hidup yang Mengalir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TP0IvuJzXCI/AAAAAAAAAFw/m4OlH3jubkw/s1600/deruan-air-mengalir.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TP0IvuJzXCI/AAAAAAAAAFw/m4OlH3jubkw/s400/deruan-air-mengalir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547599931926338594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman suatu hari pernah bergumam tentang hidupnya, disela diskusi kami sambil makan siang disebuah kantin mesjid kampus. Sebuah perenungan mendalam tentang makna hidup setelah kuliah hampir 7 tahun dikampus ternama. Sebuah keluh kesah syahdu nan indah beliau sampaikan " Akh, sepertinya hidup ana mengalir semua, hampir diluar prediksi." Pengantar diskusi sambil makan siang kami, yang saya pikir sangat menarik untuk dikaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak perubahan, Ya Memang benar... dahulu ada banyak impian dan target yang ingin beliau kejar, sekarang entah kenapa sepertinya teman kita ini kehilangan target hidup dan pencapaian yang ingin diraih. &lt;br /&gt;Saya cukup kenal al akh, dengan idealismenya, sangat ringan tangan dalam membantu orang, tidak perhitungan soal uang, progresif dan cepat tanggap dengan masalah. Soal peduli sesama beliau selalu terdepan. &lt;br /&gt;Setelah lama berdiskusi, ternyata tak ada yang berubah dengan al akh, beliau tetap suka membantu tanpa beban. Masih sahabatku yang dulu dengan idealismenya yang masih sama, sebenarnya ada sebuah ilmu yang ingin diajarkan beliau kepadaku di diskusi makan siang kami, sebuah cara pemaknaan hidup, sebuah filosofi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Hidup yang mengalir".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang mengalir, Ah... Mungkin kata-katanya membuatku makin mengenal kata ikhlas, ikhlas dalam beramal. Membuatku mulai mengenal Qonaah, qonaah dalam keteuntuanNya. Dan Tawakal, Tawakal dalam hasil setelah ikhtiar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang guru dihalaqoh kami pernah bercerita tentang seorang sahabatnya yang hidup mengalir. Konon sahabatnya ini biasa saja, tak ada yang istimewa awalnya. Dalam hal akademik, lulus Sarjanapun dengan IPK yang sangat rendah, tapi kini beliau sudah bergelar profesor dibidang pendidikan. Sebenarnya beliau bukan juga seorang politikus handal, bahkan berbicarapun gagap, tapi beliau sempat jadi wakil rakyat disenayan dan kini menjadi seorang gubernur di Sumatera Barat.&lt;br /&gt;Soal entrepreneurship biasa juga, tapi bisnisnya cukup mengakar di sumatera barat. dari sekolah sampai bimbingan belajar beliau punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang mengalir bukan tanpa perencanaan, ada perencanaan tapi tetap bertawakal kepada Allah untuk setiap hasilnya. Mengalir karena ALLAH yang menetukan semua arah kehidupannya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Fa idza adzamta fatawakal iLaLLah"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Sebuah kata-kata indah dari forrest di film forrest gump tentang hidupnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Life was like a box of chocolates, you never know what you're gonna get"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Seberapapun indahnya rencana kita, jauh lebih indah rencana ALLAH untuk kita. ya karena kita memang tidak akan pernah tau apa yang bakal kita dapat, maka mengalirlah seperti air dari mata air nun jauh digunung menuju lautan, lalu ikuti semua kehendak-NYA dengan selalu berprasangka baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam bi showab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-448025857087784224?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/448025857087784224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=448025857087784224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/448025857087784224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/448025857087784224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2010/11/berubah.html' title='Hidup yang Mengalir'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TP0IvuJzXCI/AAAAAAAAAFw/m4OlH3jubkw/s72-c/deruan-air-mengalir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-2029406739460172052</id><published>2010-10-14T09:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T08:39:16.843-07:00</updated><title type='text'>Sang Raja yang kejam dan Pemuda Beriman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLxpcNtuKmI/AAAAAAAAAFQ/tomPVm1qpJc/s1600/1239233995_de9c32eaf2_d.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLxpcNtuKmI/AAAAAAAAAFQ/tomPVm1qpJc/s200/1239233995_de9c32eaf2_d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529410375942810210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah kisah seorang raja. Dia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu sudah tua, ia ingin menurunkan ilmunya kepada seseorang. Si Tukang Sihir berkata kepada sang Raja, "Sesungguhnya aku telah tua, maka kirimkanlah kepadaku seorang pemuda, aku akan mengajarkan ilmu sihir kepadanya!" Maka diutuslah seorang pemuda untuk belajar kepada si Tukang Sihir. Namun, di tengah perjalanan ia berjumpa dengan seorang rahib (ahli ibadah pada zaman Bani Israil). Si Pemuda lalu duduk mendengarkan ucapan-ucapan sang Rahib, hingga ia datang terlambat ke tempat si Tukang Sihir. Si Tukang Sihir marah lalu memukul si Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya pemuda itu mengadukan kejadian yang dialaminya kepada sang Rahib. Maka sang Rahib berkata menasihatinya, "Bila kamu takut terhadap tukang sihir, maka katakanlah bahwa keluargamu menahanmu. Dan bila kamu takut kepada keluargamu, maka katakanlah tukang sihir itu menahanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika dalam perjalanan, tiba-tiba si Pemuda bertemu dengan seekor binatang yang sangat besar. Binatang itu menghalangi orang-orang yang hendak lewat. Pemuda itu berkata, "Hari ini aku akan mengetahui. Apakah ajaran si Tukang Sihir yang lebih baik, ataukah ajaran sang Rahib yang lebih baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pemuda lalu mengambil batu seraya berdo'a, "Ya Alloh, apabila ajaran sang Rahib lebih engkau sukai daripada ajaran si Tukang Sihir, maka bunuhlah binatang ini agar orang-orang bisa meneruskan perjalanan." Si Pemuda lalu melempar binatang besar itu. Binatang itupun mati. Orang-orang akhirnya dapat meneruskan perjalanan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si Pemuda berjumpa dengan sang Rahib, ia menceritakan kejadian itu. Sang Rahib lantas berkata kepada si Pemuda, "Wahai anakku, sekarang engkau lebih utama daripada aku. Sungguh engkau telah mengetahui apa yang aku ketahui. Dan kelak engkau sedang diuji, janganlah engkau menyebut-nyebut aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya si Pemuda bisa menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit dengan izin Alloh. Terdengarlah berita ini oleh seorang teman duduk sang Raja yang buta matanya. Teman sang Raja lalu datang kepada si Pemuda dengan membawa hadiah yang cukup banyak. Teman sang Raja berkata, "Semua hadiah ini untukmu jika kamu bisa menyembuhkan aku." Si Pemuda menjawab, "Sesungguhnya aku tidak bisa menyembuhkan seorangpun. Hanya Alloh Ta'ala yang dapat menyembuhkan. Apabila kamu mau beriman kepada Alloh Ta'ala, aku akan berdo'a kepada Alloh agar Dia menyembuhkanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berimanlah teman duduk sang Raja dan sembuhlah ia dari penyakit buta. Ketika teman sang Raja itu datang kepada sang Raja dan duduk bersamanya seperti biasa, sang Raja bertanya kepadanya, "Siapakah yang telah menyembuhkan penglihatanmu?" "Robb-ku" (maksudnya adalah Alloh yang telah mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini)," Jawab teman sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu mempunyai Robb selain aku?" Tanya sang Raja. Ia menjawab, "Robbku dan Robbmu adalah Allah." Mendengar itu marahlah sang Raja. Sang Raja lalu menyiksa teman duduknya itu. Ia terus disiksa sampai ia memberitahu sang Raja tentang si Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka si Pemuda dihadapkan kepada sang Raja. Sang Raja berkata kepadanya, "Wahai anak muda, sungguh tinggi ilmu sihirmu. Kamu bisa menyembuhkan orang yang buta dan orang yang sakit kusta (belang). Dan dengan sihirmu kamu bisa berbuat semaumu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pemuda menjawab, "Sesungguhnya aku tidak bisa menyembuhkan seorangpun. Yang dapat menyembuhkan hanyalah Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban si Pemuda, marahlah sang Raja. Pemuda itu lalu disiksa pula, hingga ia memberitahu tentang sang Rahib. Lalu sang Rahib dihadapkan kepada sang Raja. Sang Raja berkata kepadanya, "Kembalilah kamu kepada agamamu yang dulu!" Namun sang Rahib itu tidak mau menuruti kemauan sang Raja. Maka rahib itu digergaji dari kepalanya sampai badannya terbelah dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dipanggillah teman duduk sang Raja, dikatakan kepadanya, "Kembalilah kamu kepada agamamu yang dulu!" Namun teman raja itu pun enggan. Maka ia digergaji seperti sang Rahib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a "http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLxjkSJNEtI/AAAAAAAAAFI/Oe2s46cvOLk/s1600/31101_1367742726483_1619154464_844925_3269768_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLxjkSJNEtI/AAAAAAAAAFI/Oe2s46cvOLk/s320/31101_1367742726483_1619154464_844925_3269768_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529403917501010642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggallah sang Pemuda yang belum dibunuh. Dikatakan pula kepadanya, "Kembalilah kamu kepada agamamu yang dulu!" Namun pemuda itu tidak mau menuruti sang Raja. Lantas sang Raja menyerahkan si Pemuda kepada pasukannya. Sang Raja berkata, "Pergilah kalian dengannya ke gunung itu. Naiklah ke atas gunung. Jika kalian telah sampai dfi puncak, ajaklah ia kembali ke agamanya (yang dulu). Jika tidak mau, lemparkanlah ia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan itu lalu membawa si Pemuda ke puncak gunung. Si Pemuda lalu berdo'a, "Ya Alloh, lindungilah aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki!" Maka gunung itu berguncang dan paskan sang Raja terlempar dari atas gunung. Si Pemuda lalu kembali ke kerajaan sang Raja. Sang Raja lalu bertanya, "Apa yang telah dikerjakan oleh pasukanku?" Si Pemuda menjawab, "Alloh Ta'ala telah melindungiku dari mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena usaha yang pertama gagal, sang Raja lalu menyerahkan si Pemuda kepada pasukannya yang lain. Sang Raja berkata, "Pergilah kalian dengannya! Bawalah ia dengan kapal ke tengah lautan. Ajaklah ia kembali ke agamanya. Jika ia tidak mau, lemparkanlah ia (ke dalam laut)!" Maka berangkatlah pasukan tersebut menaiki kapal ke tengah lautan. Pemuda itu kembali berdo'a, "Ya Alloh lindungilah aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, terbaliklah kapal yang mereka naiki. Tenggelamlah pasukan sang Raja. Si Pemuda kemudian kembali ke kerajaan sang Raja. Sang Raja lalu bertanya, "Apa yang telah dikerjakan oleh pasukanku?" Si Pemuda menjawab, "Alloh Ta'ala telah melindungiku dari mereka." Lalu si Pemuda berkata lagi, "Sungguh engkau tidak akan bisa membunuhku, sampai engkau lakukan perintahku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja bertanya, "Apa perintahmu itu?" Si Pemuda menjawab, "Kumpulkanlah seluruh rakyatmu pada sebuah bukit. Lalu saliblah aku pada sebuah batang pohon. Ambillah anak panah milikku, letakkanlah anak panah tersebut pada sebuah busur. Kemudian bacalah , "Bismillahi Robbil ghulam (Dengan menyebut nama Alloh Robb pemuda ini). Lalu panahlah aku! Apabila engkau melakukan hal itu, niscaya engkau akan bisa membunuhku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang telah ditentukan Raja pun mengumpulkan seluruh penduduk negeri. Kemudian digantunglah pemuda itu di atas sebuah tiang. Lalu diambillah anak panah dan diletakkan pada busurnya. Kemudian Raja itu mengucapkan, "Bismillahi Robbil Ghulam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dilepaskan anak panah ke arah pemuda itu dan mengenai pelipisnya. Pemuda itu meletakkan tangannya pada pelipisnya, lalu matilah ia. Melihat peristiwa itu seluruh penduduk negeri berkata, "Kami beriman kepada Robb pemuda itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita berimannya penduduk negeri ini disampaikan kepada sang Raja. Dikatakan kepadanya, "Takutlah engkau? Demi Alloh,apa yang engkau khawatirkan telah menimpa dirimu. Rakyatmu telah beriman." Mengetahui hal itu, sang Raja lalu memerintahkan untuk membuat parit yang lebar di setiap persimpangan jalan. Kemudian dinyalakan api dalam parit-parit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja berkata kepada pengikutnya, "Siapa saja yang tidak mau kembali ke agamanya semula, bakarlah mereka." Saat itu, ada seorang wanita yang sedang membawa bayinya. Wanita itu seakan-akan ragu untuk masuk ke dalam api. Namun sang bayi tiba-tiba berkata kepadanya, "Wahai ibu, sabarlah engkau! Sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran." Maka wanita itu kemudian melompat masuk ke dalam api itu dengan kesabaran mempertahankan imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diceritakan kembali dari Hadits Shuhaib riwayat Muslim no. 3005). &lt;br /&gt;Review Pembinaan Rutin ittihad mahad Al Imarot bersama Ustadz Khozin abu faqih pertengahan tahun 2008, Bahasan Akhlak, Sabar, dan ashabul ukhdud (Al Buruj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-2029406739460172052?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/2029406739460172052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=2029406739460172052' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2029406739460172052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2029406739460172052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2010/10/sang-raja-yang-kejam-dan-pemuda-beriman.html' title='Sang Raja yang kejam dan Pemuda Beriman'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLxpcNtuKmI/AAAAAAAAAFQ/tomPVm1qpJc/s72-c/1239233995_de9c32eaf2_d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7982276804956151278</id><published>2010-08-23T11:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T18:40:28.846-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Untuk Pengembangan Diri (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLz2UBrNbgI/AAAAAAAAAFg/DWcFow1q9w4/s1600/qur%27an+01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 87px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLz2UBrNbgI/AAAAAAAAAFg/DWcFow1q9w4/s400/qur%27an+01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529565266411613698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatatlah yang menjadikan Ramadhan sarana untuk pengembangan diri adalah Al Qur'anul Kariim, pedoman hidup, penenang jiwa, obat hati yang gulana, solusi kehidupan petunjuk dari sang maha pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini diturunkan Al-Qur'an Kariim padanya, tak tertinggal talaqi RasuluLLah dengan Jibril alaihi salam yang membuat semua muslim dapat hidayah untuk membaca dan mengulang-ngulang hafalan Qur'annya berkali-kali selama hidup. &lt;br /&gt;Sebuah energi penyucian jiwa yang membuat para sahabat menjadi rahib dimalam hari dan singa di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLz1qIZ6uJI/AAAAAAAAAFY/nR360Mg9IJw/s1600/72242_452523376066_836621066_5247483_6922611_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLz1qIZ6uJI/AAAAAAAAAFY/nR360Mg9IJw/s320/72242_452523376066_836621066_5247483_6922611_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529564546663626898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]:27-30)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan lembut ini rayuan Allah kepada hamaba-Nya, indah nan bersahaja dirasakan sampai sanubari sang jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa, tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masuk surga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an sumber energi ruhiyah yang memancar berderang, cahaya kehidupan dunia dan akhirat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kalam Ilahiyah dengan penuh cinta!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam bi showab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7982276804956151278?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7982276804956151278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7982276804956151278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7982276804956151278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7982276804956151278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2010/08/ramadhan-untuk-pengembangan-diri-2.html' title='Ramadhan Untuk Pengembangan Diri (2)'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TLz2UBrNbgI/AAAAAAAAAFg/DWcFow1q9w4/s72-c/qur%27an+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-1708658067128253848</id><published>2010-08-11T16:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T17:34:13.664-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Untuk Pengembangan Diri (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TGNBOmc65vI/AAAAAAAAAE4/bKUFwj3qJA4/s1600/22135-Royalty-Free-Clipart-Illustration-Of-Yellow-Emoticon-Face-With-Bubbles-Grinning-With-A-Giant-Toothy-Smile.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TGNBOmc65vI/AAAAAAAAAE4/bKUFwj3qJA4/s200/22135-Royalty-Free-Clipart-Illustration-Of-Yellow-Emoticon-Face-With-Bubbles-Grinning-With-A-Giant-Toothy-Smile.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504314888672700146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita sering terburu-buru ingin mencapai sesuatu, padahal hidup ini ibarat lari marathon, sedikit-sedikit, bertahap dan perlu latihan terus menerus hingga mampu lari sprint menjelang finish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin cepat melejit, melesat terburu-buru, padahal Tak ada yang perlu kita kejar cepat-cepat dalam hidup ini. &lt;br /&gt;Kita ingin cepat muncul, kita ingin dikenal dan terkenal, terburu-buru, tampil keatas pentas, jadi primadona dan percayalah sahabat, jatuhnya pun pasti sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu perlu waktu, tidak ada yang instan, manusia perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang, perlu waktu untuk bisa berjalan dan berlari, perlu waktu untuk mengasah batangan besinya hingga menjadi pedang yang tajam. &lt;br /&gt;Dan sebaiknya selama masa belajar sang pendekar tidak muncul di khalayak dunia persilatan, biar ilmu sang guru diperguruan matang diturunkan dengan sempurna, biar pendekar lain tidak menguji jurus andalannya dengan serta merta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TGM-4L4Wj6I/AAAAAAAAAEw/-3W6D2Ej4X8/s1600/DSCI0671.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TGM-4L4Wj6I/AAAAAAAAAEw/-3W6D2Ej4X8/s320/DSCI0671.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504312304559624098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melesat kita perlu pembentukan karakter yang purna, karakter yang terus di muhasabah, dievaluasi kerja dan karyanya. Dan Ingatlah sahabat Semuanya perlu waktu!!! &lt;br /&gt;Karena untuk mengejar mimpi-mimpi kita perlu waktu dan kerja keras, perlu berpikir dan berjiwa besar, dan semuanya bermula dari muhasabah. Sebuah proses evaluasi yang terus menerus, meminjam istlah pak Covey "Asahlah Gergajimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan tiba, dan kini saatnya kita asah gergaji, kita masuk madrasah sang guru cinta, agar terbakar jadi bara dengan cintaNya. Mendalami samudra kehidupan, meresapi makna amaliah, memuhasabah amanah dan kinarya yang telah dilakukan, karena ramadhan adalah bulan pembakaran, bulan berlatih untuk menjadi taqwa hingga saat pengingkatan (syawal) kita menjadi pribadi purna. Pribadi berkilau dengan cahaya Ilahiyah, dengan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam bi showab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-1708658067128253848?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/1708658067128253848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=1708658067128253848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1708658067128253848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1708658067128253848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2010/08/ramadhan-untuk-pengembangan-diri-1.html' title='Ramadhan Untuk Pengembangan Diri (1)'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TGNBOmc65vI/AAAAAAAAAE4/bKUFwj3qJA4/s72-c/22135-Royalty-Free-Clipart-Illustration-Of-Yellow-Emoticon-Face-With-Bubbles-Grinning-With-A-Giant-Toothy-Smile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-1207267056790774494</id><published>2010-06-12T06:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T21:38:15.680-07:00</updated><title type='text'>PERMASISEL Mempererat Silaturahim Masyarakat  SumBagSeL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TL0e3CcVrRI/AAAAAAAAAFo/HseX2wuf0dc/s1600/PERMASISEL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TL0e3CcVrRI/AAAAAAAAAFo/HseX2wuf0dc/s400/PERMASISEL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529609848378207506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SEKELOMPOK mahasiswa Muslim asal Sumatra bagian selatan (Sumbagsel) menyelenggarakan peluncuran resmi komunitas mereka yang dinamakan Permasisel (Persatuan Mahasiswa Muslim Sumatra Bagian Selatan) pada Jumat (7/5) lalu di Pusdai Bandung. Mereka adalah sekumpulan mahasiswa perantau asal Sumatra bagian selatan, yaitu asal Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, dan Bangka Belitung yang tersebar di pelbagai universitas di Jawa Barat ataupun pe-rantau yang sudah bekerja. Saat ini, Permasisel memiliki empat cabang regional, yaitu wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas ini berawal dari komunikasi milis antarmahasiswa perantau asal Sumatra bagian selatan. Umumnya, mereka merantau untuk menuntut ilmu atau mencari nafkah di luar kampung halaman mereka. Perasaan senasib sebagai sesama perantau menyatukan mereka dalam satu wadah komunitas yang bisa menjadi obat pelipur lara kala rindu kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami hanya ingin mempererat tali silaturahmi dengan sesama perantau. Selain itu, kami juga ingin membangun jaringan dan melakukan pembinaan atau kaderisasi dalam organisasi Permasisel," ujar Wanda Yulianto, Koordinator Regional Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TBOGBDiaQmI/AAAAAAAAAEo/hqba90E3pbw/s1600/26315_1324324462003_1047627449_30885676_4082_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TBOGBDiaQmI/AAAAAAAAAEo/hqba90E3pbw/s400/26315_1324324462003_1047627449_30885676_4082_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481872524127650402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tujuan utama Permasisel, yaitu mengajak para anggota agar turut membangun daerah asal mereka. Menurut Wanda, selama ini mayoritas para perantau jarang pulang ke kampung halaman ketika kuliah mereka selesai. Mereka justru bekerja dan berkeluarga di tanah rantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak bisa dimungkiri bahwa banyak dae-rah-daerah di Sumbagsel jauh tertinggal dibandingkan di Jawa. Salah satu misi kami, yaitu mengajak para anggota agar kembali ke kampung halaman dan membangun daerah ma-sing-masing. Karena banyak sekali potensi-potensi anak muda Sumbagsel yang pintar, kreatif, dan memiliki skill yang bisa berguna dan berkontribusi buat kampung halaman mereka sendiri," tutur alumnus Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Ahmad Yani angkatan 2002 asal Bangka Belitung ini. Melalui moto "Muslim Muda Inspirasi Kebangkitan Sumbagsel", mereka memiliki mimpi untuk memberikan inspirasi dan keteladanan kepada masyarakat di kampung halaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami hanya ingin mengabdikan dan berkontribusi buat kampung halaman kami sendiri setelah menuntut ilmu di tanah rantau," kata Wanda. Permasisel sering mengadakan aneka kegiatan, terutama yang berorientasi sosial, pendidikan, dan budaya. Untuk mendorong peranan anggota agar lebih aktif, maka sering diadakan pelbagai kegiatan, di antaranya bakti sosial, seminar pendidikan atau psikologi, pelatihan motivasi, hingga aneka kegiatan budaya lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga membuka kanal informasi kepada para mahasiswa perantau asal Sumbagsel mengenai info-info seputar jaringan alumni, lowongan kerja, kajian potensi kedaerahan atau isu daerah, hingga informasi beasiswa. Untuk para mahasiswa, terutama yang berasal dari daerah Sumbagsel, bisa gabung bersama Permasisel dalam agenda rutin mereka, yaitu Kajian Motivasi, setiap Sabtu pagi di Masjid Salman ITB. (Idhar Resmadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Harian Umum Pikiran Rakyat, Kamis 3 Juni 2010&lt;br /&gt;http://bataviase.co.id/node/237076&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-1207267056790774494?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/1207267056790774494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=1207267056790774494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1207267056790774494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1207267056790774494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2010/06/permasisel-mempererat-silaturahim.html' title='PERMASISEL Mempererat Silaturahim Masyarakat  SumBagSeL'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TL0e3CcVrRI/AAAAAAAAAFo/HseX2wuf0dc/s72-c/PERMASISEL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3665443876765658980</id><published>2010-05-20T17:29:00.000-07:00</published><updated>2011-01-22T07:32:26.435-08:00</updated><title type='text'>Masuk Islam, Bayar jidyah atau Diperangi!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TTr4da8fVjI/AAAAAAAAAF8/sI5S2lbHMSg/s1600/3d7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 63px; height: 96px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TTr4da8fVjI/AAAAAAAAAF8/sI5S2lbHMSg/s400/3d7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565033473902597682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan berlama-lama dalam mentoring.&lt;br /&gt;Tapi berfokuslah pada halaqoh Tarbiyah.&lt;br /&gt;Jangan berlama-lama dalam berfokus di pemberian materi.&lt;br /&gt;Tapi berfokuslah pada muwashofat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pencapaian muwashofat lebih utama dari pada berlama-lama dalam pemberian materi, begitulah ungkapan singkat yang kudapat dalam sebuah file akreditasi dakwah Thulaby. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Imam Asyahid Hasan AlBanna, tidak setuju dengan gerak langkah dakwah ikhwan di iskandariah. Lantas sang Imam tidak langsung mengungkapkan ketidak setujuaanya tapi diarahkannya cabang itu dengan perlahan tanpa merusak tatanan struktur yang telah ada. &lt;br /&gt;Begitulah cara dakwah mengejarkan, tidak memaksa tapi dakwah itu mengajak secara perlahan, merangkul bukan memukul. Dengan kata seruan "mari' dakwah mencoba berbicara dengan bahasanya.&lt;br /&gt;Layaknya panggilan azan "Hayya 'ala sholaah" Mari kita sholat "Hayya 'alal Falah" marilah kita menuju kemenangan. "Mari" kata itu Mengajak bukan memaksa secara saklek dengan judge dan intruksi. Hayya..Marilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri bahwasannya islam adalah agama meyeru, mengajak kebaikan tanpa paksaan. Pernah pula didaerah asia timur saat pasukan islam telah menguasai suatu daerah, namun hakim islam memutuskan untuk menarik pasukannya, akibat ulah seorang tetua dari daerah penaklukan melaporkan perihal tak ada upaya dakwah dari muslim ketika pasukan islam menaklukan daerah itu. Serta merta tanpa daya pasukan islam pun meninggalkan daerah penaklukan, namun ditengah perjalanan mereka terpukau dengan kejujuran dan ketaatan pasukan islam, diluar sangkaan dengan rela masyarakat daerah penaklukan sedia dibawah kekuasaan kaoem muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah islam selalu bermula dengan dakwah bukan dengan fisik. Penawaran tanpa memaksa "Masuk Islam, bayar jidyah atau diperangi".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3665443876765658980?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3665443876765658980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3665443876765658980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3665443876765658980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3665443876765658980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2010/05/masuk-islam-bayar-jidyah-atau-diperangi.html' title='Masuk Islam, Bayar jidyah atau Diperangi!'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/TTr4da8fVjI/AAAAAAAAAF8/sI5S2lbHMSg/s72-c/3d7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3410247951510110082</id><published>2009-06-26T18:08:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T09:51:42.703-07:00</updated><title type='text'>DAKWAH JALAN KAMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SmSt5_koUSI/AAAAAAAAAEA/_dlfLAQb-ms/s1600-h/lpk73021.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SmSt5_koUSI/AAAAAAAAAEA/_dlfLAQb-ms/s400/lpk73021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360600668306952482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Wanda Yulianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta&lt;br /&gt;alam” (QS. Al anbiyaa’ : 107).&lt;br /&gt;Menjadi rahmat bagi semesta alam, misi kehidupan kita sebagai muslim, Itulah sebabnya Allah mewajibkan setiap muslim berdakwah, agar mantap merealisasikan misi keberadaannya di muka bumi. Kewajiban tersebut bahkan sudah kita sandang sejak akil baligh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Luqman : 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah jalan orang-orang yang mulia sepanjang masa. Saking mulianya jalan tersebut, Allah SWT sampai menyebutnya sebagai jalan “yang terbaik”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah yanglebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Al fushilat : 33). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, amat ironis jika ada seorang muslim secara sadar meninggalkan jalan dakwah. Karena kita adalah da’i sebelum segala sesuatu,  nahnu du’at qobla kulli sya’in. &lt;br /&gt;Semakin banyak ilmu semakin wajib kita berdakwah, “ballighu ‘anni walau ayah” begitulah bunyi sebuah hadist, sampaikan walau satu ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pencuri wajib mendakwahi perampok, perampok wajib mendakwahi pembunuh, dan pembunuh wajib mendakwahi pemerkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dakwah yang paling remeh dan terkecil adalah tugas dakwah orang tua untuk mendakwahi anaknya hingga menjadi akil dan baligh. Tugas ayah mendakwahi akil dengan memberikan keteladanan. Tugas ibu mendakwahi baligh dengan memberi kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah sebuah keniscayaan, Dan Sunatullah alam setiap 100 tahun ada peristiwa Tajdid [Pembaharuan], temanyapun sesuai dengan kondisi zamannya. Ketika menengok kebelakang 2 abad yg lalu, abad 19 temanya TBC [Takhayul, Bid’ah &amp; Churofat], sehingga lahirlah mujadid Syaikh abdul wahab rahimahulullah kemudian muncullah gerakan wahabi.&lt;br /&gt;Abad 20 temanya Daulah Islamiyah [Karena runtuhnya Khilafah Islamiyah], temanya kekuasaan. Muncullah nama-nama mujadid perlawanan Syaikh Rashid Ridha, Muhammad Abduh, Asyahid hasan al bana, ayatullah Khomeini, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya menjelang setiap akhir ada sebuah titik Ekstreem, menjelang pembaharuan ke tema baru. Sebuah Titik keputus asaan yg bernama kekerasan, tidak tangung-tangung kata jihad dibelakang kata dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang senyatanya terjadi di Tanah Suci kita kemarin, tanah air bagi umat Islam sedunia: Palesina. Di sana, sebuah bangsa mujahid berdiri telanjang di tengah padang gersang. Sedangkan musuh berdiri di setiap sudut dan di atas setiap atap, dengan bedil yang siap menyalak melumatkan jantung demi jantung setelak-telaknya. Negeri itu lebih mirip ladang pembantaian, dimana Yahudi adalah algojonya, Pentagon adalah bedilnya, sedangkan World Trade Center adalah penyedia amunisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SmSu9G3BoHI/AAAAAAAAAEI/xQhCDv9ZUsQ/s1600-h/israel-palestine1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 273px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SmSu9G3BoHI/AAAAAAAAAEI/xQhCDv9ZUsQ/s320/israel-palestine1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360601821314392178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bangsa mujahid itu bisa saja bersembunyi di rumah tetangganya yang juga saudaranya. Entah itu Mesir, Suriah, Yordania, atau Lebanon. Namun apa hendak dikata, rumah-rumah itupun telah dijual kepada Paman Sam yang kaya-raya. Apa hendak dikata ketika tuan rumah ternyata hanya seorang penyewa. Sejarah ini berulang dengan cara yang lain: Bangsa Palestina dikejar Zionis persis selangkah di belakang, sedangkan di depan terbentang Laut Merah yang enggan tersibak memberi jalan. Lalu bukankah terorisme menjadi satu-satunya kemungkinan yang masuk akal ketika itu? &lt;br /&gt;Dan realita seringkali tak bertepuk sebelah tangan, karena di tangan yang sebelah lagi telah tergenggam sejumput doktrin dan keyakinan bahwa terorisme ketika itu bukan lagi sebuah alternatif, bahkan imperatif: kemestian yang niscaya. Dan ketika dua belah tangan telah berjalin-berkelindan, bukankah ia dapat meracik apa saja? Termasuk meracik sebuah kalimat heroik yang satu ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Ini bukan terorisme atawa bunuh diri. Ini adalah jihad suci melawan suatu kaum yang Allah telah melaknat mereka sampai hari kiamat. Ya, bahkan sejak mereka masih dalam kandungan ibu mereka. Setiap mereka adalah tentara tanpa kecuali, dan setiap jengkal tanah mereka adalah medan Khaibar dua puluh empat jam sehari. Halte bus sekolah, atau supermarket adalah nama-nama medan pertempuran, dan setiap kita adalah bom-bom berjalan bagi mereka. Ya, bukankah mereka juga bersikap persis begitu terhadap kita? “&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SncVIWX34nI/AAAAAAAAAEY/pONDKf_Qii0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SncVIWX34nI/AAAAAAAAAEY/pONDKf_Qii0/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365780714224083570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir-hampir itu adalah kebenaran belaka bagi kita yang rusuh hati karena telah terlalu lama ditindas, seandainya saja tak ada dakwah di tengah-tengah kita. Pasalnya adalah, bahwa putus asa bukanlah khazanah kita, orang-orang beriman. Putus asa tidak pernah menjadi sah untuk menjadi energi penggerak lewat dalil apapun. Putus asa hanya akan ada jika Tuhan telah mati, atau ketika Allah menagih hasil untuk setiap usaha kita. Ya, semustahil itulah peluang kita dapat bersahabat dengan keputusasaan. Dan putus asa tetap selamanya akan bernama putus asa, walaupun sesekali ia mencoba menipu kita atas nama jihad atau syahid. Lagi pula, keputusasaan memang telah lama meringkuk di bilik kekufuran ketika kita telah dihadiahi Ar Rahman dengan kekuatan ajaib bernama dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kita tak dibekali-Nya dengan tongkat Musa a.s. yang mampu menyibak Laut Merah, atau kapak Ibrahim a.s. yang mampu melumatkan berhala membatu. Kita “hanya” dibekalinya Al Qur’an yang dengan itu kita berdakwah. Namun, dakwah mampu membuat musuh yang mengejar kita berbalik arah atau membuat Laut Merah mengijinkan kita berjalan di atasnya. Bukankah Thariq bin Ziyad mampu mendakwahi seekor singa Afrika sehingga urung menelannya bulat-bulat. Sungguh, dakwah adalah sebuah keajaiban nyaris tanpa batas, karena dakwah adalah seni menciptakan dan memanfaatkan kemungkinan. Sehingga dakwah membuat segalanya menjadi mungkin. Dan satu-satunya hal yang mustahil pada dakwah adalah kata “tak mungkin”. Tak pelak lagi, dakwah adalah perhiasan yang menjuntai di dada kaum optimis. Tentunya mereka adalah manusia seperti yang lain dengan segala keterbatasannya, namun mereka memiliki Allah yang mampu menerbitkan matahari dari barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, marilah kita bertanya sejujurnya pada hati yang paling dalam: Masihkah kita benar-benar mempercayai dakwah? Atau, kita sebenarnya terpaksa mempercayai dakwah, karena pedang kita belum cukup tajam untuk menebas, sedangkan tentara kita belum cukup banyak untuk bertarung melawan musuh? Seorang guru nun di Nusantara sana, secara jelas pernah memposisikan dakwah seperti itu “Saudaraku…Negeri ini sangat luas, penduduknya sangat banyak, sedangkan keimanan mereka begitu buruk. Jika kita hanya mengandalkan dakwah saja, butuh waktu terlalu lama untuk tegaknya syari’ah.” Tidakkah titah ini cukup jelas menyiratkan bahwa dakwah adalah sekadar senjata bagi Mukmin lemah yang tak berdaya? Tidakkah titah itu cukup jelas menyiratkan bahwa dakwah hanyalah mainan perintang waktu, menunggu genderang perang kelak ditabuhkan? Semoga waktu yang membuktikan bahwa kekhawatiran itu tak cukup beralasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut kita cemaskan adalah jika kita akhirnya mengidap sindrom Ken Arok. Rindunya akan paras cantik Ken Dedes yang masih dipersunting Tunggul Ametung menyebabkannya tak sabar menanti keris pesanan yang masih saja ditempa oleh Mpu Gandring. Kitakah Ken Arok itu, yang memilih untuk tidak sabar merebut keris setengah matang dari tangan Mpu Gandring untuk membunuh Tunggul Ametung?Awas, keris itu akan memakan nyawa anak keturunan kita sendiri! Ya, tujuh nyawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggal sejarah di lembah Mesopotamia pernah bercerita dalam bahasa yang paling gilang gemilang betapa dakwah telah mengalahkan senjata. Ketika serbuan dahsyat dari pasukan adidaya Mongol pimpinan Hulagu Khan tak lagi dapat dibendung oleh balatentara Khilafah Baghdad yang mabuk dunia dan kemegahan. Ketika penjajahan yang membunuh ribuan ulama dan membakar jutaan buku gagal diusir lewat bedil, ketika itu para juru dakwah tampil mengambil alih pimpinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajah memang tak dapat diusir, dan mereka memang tak perlu diusir, karena mereka akhirnya masuk Islam. Memang, tak mudah menjadi juru dakwah ala Baghdad. Ia hanya akan mampu diusung oleh para seniman yang percaya penuh akan kuasa Allah Azza wa Jalla. Karena dakwah adalah seni: seni merubah lawan menjadi kawan. Bukan upaya menghancurkan lawan, karena yang terakhir hanyalah urusan para kopral yang menebas atas titah dari langit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat…” (Q.S. An Nisaa: 77 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah titah Allah SWT. Bahkan ketika kekasih-Nya dicaci, diboikot, dilempari, kehilangan istri dan paman, Ia hanya berkata mi’rajlah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat dakwahlah yang merasuki relung hati terdalam para sahabat, radhiyaLLahu ‘anhum. Ketika baju perang disandangkan dan dua pasukan telah saling berhadapan, naluri dakwah mereka membuat mereka masih saja menawarkan tiga opsi: masuk Islam, bayar jizyah atau diperangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seharusnya dakwah, hingga tak layak ada kalimat “Ini khan hanya selembar kain” dibalik rasa keputusasaan dan dibungkus manis dibalik kata jihad siyasi.“ Kembalilah ke jalan dakwah, lalu percayailah bulat-bulat. Cukuplah Allah yang memutuskan kelak, kapan kita harus mengangkat senjata, kapan kita harus berdiplomasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu ‘alam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Inpirasi Halaqoh Psikologi Aktualisasi ,sabtu pagi bersama Bang Aad [Adriano rusfi] di taman Ganesa)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3410247951510110082?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3410247951510110082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3410247951510110082' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3410247951510110082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3410247951510110082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/06/dakwah-jalan-kami.html' title='DAKWAH JALAN KAMI'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SmSt5_koUSI/AAAAAAAAAEA/_dlfLAQb-ms/s72-c/lpk73021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-4068246244102533391</id><published>2009-06-21T22:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T13:00:48.096-07:00</updated><title type='text'>Mungkin Itu yang Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/Sj_ixMw8Q2I/AAAAAAAAAD4/C-8rzW2vmxs/s1600-h/tornadodamagemobile-952164-sw.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/Sj_ixMw8Q2I/AAAAAAAAAD4/C-8rzW2vmxs/s400/tornadodamagemobile-952164-sw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350244217207407458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore disebuah mesjid kampus daerah pinggiran kota Bandung, dalam sebuah pertemuan pekanan, seorang mentor sedang bercerita kepada adik-adik binaannya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da tahmid sholawat dan taujih rabbani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentor: “ Dalam pertemuan kita kali ini, ana ingin bercerita tentang seorang raja disebuah negeri antah berantah. Sebuah kehidupan yg sangat harmonis, penuh kehangatan dan damai, masyarakat negeri ys sangat Itsar. Negeri idaman para pejuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang raja, terkenal sangat tawakal kepada Allah, Setiap kejadian selalu berkata..."Mungkin Itu yang terbaik" Masyarakatnya pun sama, setiap ada masalah apapun selalu berkata: "Mungkin itu yang terbaik" Bukti kepasrahan kepada Allah [tawakal]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari,  Ayam jago si penasehat raja, di sembelih pengawal kerajaan. Si penasehatpun melaporkan kejadian itu ke sang raja, atas peristiwa itu sang Raja pun berkata "Mungkin itu yang terbaik", "Boleh jadi dengan ayammu, engkau banyak bermaksiat kepada Allah" ungkap sang raja. Penasehatpun bersyukur atas tadzkiroh sang raja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berganti, hari demi hari, bulan kebulan. Suatu saat raja ingin pergi berburu kehutan. Sebelum berburu sang raja Mengasah tombak dan pedangnya. sambil mengasah, tanpa disadari jari jempol sang raja terpotong. Rajapun sediih kehilangan jarinya.&lt;br /&gt;“Kenapa jariku bisa hilang? Apa maksud Allah kepadaku”. Dalam hati sang raja penuh Tanya… padahal beliau sangat yakin, tawakal kepada Allah. Peristiwa inipun di ceritakan kepada penasehatnya, dengan maksud sang raja minta nasehat dan taujih atas peristiwa yang menimpanya, sempat beliau merasa Tuhan tidak adil, kepadanya. Lalu, dlm nasehatnya, Penasehatpun menjawab "MUNGKIN ITU YANG TERBAIK! Sontak, marahlah sang raja mendapat jawaban seperti itu dari sipenasehat. Si penasehatpun di penjara oleh sang Raja, ke sebuah penjara terdalam di bawah tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti , waktu berlalu, pergilah sang raja berburu ke hutan diiringi pengawal-pengawalnya, sambil mengejar rusa tak disadari mereka masuk kehutan belantara. Dan , malangnya Nasib mereka. Ditengah hutan, raja dan pengawal bertemu kanibal di tangkaplah raja dan pengawal. Kanibalnya pesta makanan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu, pengawal dimakan kanibal dan sampailah giliran raja. Ketika hendak memakan sang raja, kanibal melihat jari raja yang hilang [Kanibal tidak memakan barang cacat] dilewatilah sang raja.Sang raja bersyukuuur akan hal itu, teringatlah kata-kata bijak penasehatnya dulu... "MUNGKIN ITU YANG TERBAIK" &lt;br /&gt;sang raja mendapatkan hikmah dari terpotongnya jari. Di saat semua pengawalnya sudah dimakan kanibal  dan rajapun bebas,  dengan penuh rasa syukur dan suka cita raja menemui pengwalnya yang dulu dipenjara olehnya Lalu menceritakan semua kejadian seraya meminta maaf ke pada sang penasehat dan berkata: "benarlah katamu duhai penasehatku"  "Mungkin itu yang terbaik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengatur semuanya dengan baik, maafkan aku yang telah menahanmu disini. Ungkap sang raja sambil meminta maaf.  Kemudian penasehat menjawab: "Mungkin itu yang terbaik!!"&lt;br /&gt;Penasehat berkata:" Aku bersyurkur, engkau penjarakan duhai raja,  Klo tidak dipenjara disini" akulah yang dimakan kanibal2 itu! "Mungkin itu yang Terbaik."&lt;br /&gt;Allah maha tahu apa yang terbaik untuk kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji diantara kamu siapa yang lebih baik amalannya[QS.Al mulk:2] &lt;br /&gt;Seindah apapun itu rencana kita tapi pastikan jauh lebih indah rencana Allah untuk kita.&lt;br /&gt;Hasrat hati memang ingin cepat dan terkadang sudah lama namun belumlah dikabulkan, tapi yakinlah Allah maha tahu mana yg terbaik untuk hambaNya.. Janganlah berputusasa ataupun berprasangka yg tidak-tidak kepadaNya. &lt;br /&gt;Ana inda zhoni Abdi, Aku sesuai prasangka hambaku terhadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan dikabulkan doa seseorang selama dia tidak terburu-buru sehingga dia mengatakan, aku sudah berdoa tetapi tidak dikabulkan.” Riwayat Bukhari,Muslim,Abu Daud,Tarmizi dan Ibnu Majah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah yang Maha Mengetahui waktu dan masa yang paling sesuai untuk mengabulkan doa hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam bishowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-4068246244102533391?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/4068246244102533391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=4068246244102533391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4068246244102533391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4068246244102533391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/06/mungkin-itu-yangterbaik.html' title='Mungkin Itu yang Terbaik'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/Sj_ixMw8Q2I/AAAAAAAAAD4/C-8rzW2vmxs/s72-c/tornadodamagemobile-952164-sw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-8062108906038608315</id><published>2009-05-31T01:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T01:51:01.017-07:00</updated><title type='text'>Ikrar mujahid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SiJEER9wq8I/AAAAAAAAADg/xNFvN48dopM/s1600-h/Image0985.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SiJEER9wq8I/AAAAAAAAADg/xNFvN48dopM/s200/Image0985.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341906948347440066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada 1000 orang yang berjuang di jalan Allah, maka satu diantaranya adalah aku.&lt;br /&gt;Jika ada 100 orang yang berjuang di jalan Allah, maka satu diantaranya adalah aku.&lt;br /&gt;Jika ada 10 orang yang berjuang di jalan Allah, maka satu diantaranya adalah aku.&lt;br /&gt;Jika ada 1 orang yang bejuang di jalan Allah, maka itu adalah aku.&lt;br /&gt;Jika tidak ada lagi orang yang berjuang di jalan Allah, maka aku telah syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahid Hasan Al-Bana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku mendengar bait-bait juang ini...&lt;br /&gt;Bait-bait azam mujahid yang indah, sebuah bukti komitmen diri ini untuk terus berjuang berjihad dijalan Allah. &lt;br /&gt;Dan tak dapat kupungkiri dalam perjalanannya bait-bait ini mengajakku untuk terus berpadu membela risalah berjuang di jalan Allah...&lt;br /&gt;Mungkin aku sama seperti antum wa antumna, yang ketika tersentuh dan mengenal jalan dakwah ini,  seketika berubah hanya mengenal berdakwah dan berdakwah.&lt;br /&gt;Tak ada langkah selain menempa dan membina diri, berkerja dengan ikhlas hingga mengembangkan semua potensi yang ada untuk sebuah kemenangan islam...&lt;br /&gt;Hari ini, ditempat ini, saat ini juga kukatakan:&lt;br /&gt;Mundurlah yang Ingin mundur...&lt;br /&gt;Futurlah yang telah futur...&lt;br /&gt;Biarlah aku tetap disini, berjuang hingga syahid menjemputku.. Tak kan pernah diri ini mundur dari jalan ini... ALLAHU AKBAR!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-8062108906038608315?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/8062108906038608315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=8062108906038608315' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/8062108906038608315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/8062108906038608315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/05/ikrar-mujahidku.html' title='Ikrar mujahid'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SiJEER9wq8I/AAAAAAAAADg/xNFvN48dopM/s72-c/Image0985.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3543071964778636309</id><published>2009-05-27T21:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T22:01:26.320-07:00</updated><title type='text'>Usroh Tulang Punggung Tarbiyah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/Sh4aPHd2-qI/AAAAAAAAADY/lYjGAoQ367Y/s1600-h/Image0974.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/Sh4aPHd2-qI/AAAAAAAAADY/lYjGAoQ367Y/s200/Image0974.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340735055112632994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Wanda Yulianto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Islam sangat menekankan agar para pemeluknya membentuk kumpulan-kumpulan dengan tujuan mengarahkan mereka untuk mencapai tingkat keteladanan, mengokohkan persatuan dan mengangkat konsep persaudaraan di antara mereka dari tataran kata-kata dan teori menuju kerja dan operasional yang kongkrit. Oleh karenanya bersungguh-sungguhlah engkau wahai saudaraku untuk menjadi batu bata yang baik dalam bangunan Islam ini”. Asyahid Hasan Al banna (Majmu’atur Rasail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri proses dakwah Tarbiyah Islamiyah, membutuhkan perangkat yang komprehensif. Tanpa perangkat yang jelas sangatlah sulit tujuan tarbiyah bisa tercapai. Untuk itu Ikhwanul Muslimin menempatkan perangkat pertama dalam mentarbiyah anggota-anggotanya adalah Usroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usroh (Keluarga) disini adalah sebuah wadah yang menampung kempulan orang-orang yang terikat oleh kepentingan yang sama, yakni: bekerja, mentarbiyah, dan mempersiapkan kekuatan untuk islam. &lt;br /&gt;Tujuan usroh diantaranya adalah untuk membentuk kepribadian Islami para anggotanya dan untuk mengukuhkan makna ukhuwah yang sesungguhnya dalan diri anggota. &lt;br /&gt;Agenda dalam usroh biasanya, evaluasi umum kondisi dan aktivitas anggota, Mengkaji permasalahan dakwah muktahir, Membaca risalah dan arahan pemimpin usroh, Berdiskusi dengan semangat nasihat menasihati dan etika penghormatan yang tinggi. &lt;br /&gt;Dilarang berdebat negative dan provokatif, Mengkaji buku-buku yang berkualitas, Merealisasi makna ukhuwah dalam pergaulan praktis seperti: Men-jenguk saudara yang sakit, mencari informasi tentang saudara absen, dan memberi perhatian kepada orang yang memutuskan hubungan. (Syarah Rasmul Bayan, wasailut Tarbiyah, Al usroh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik bila kita mengamati bagaimana sistem tarbiyah awal yang terekam dalam berbagai kitab klasik. Bagaimana awal mula Nabi SAW memulai mengajarkan agama ini sampai terbentuknya konstruk keilmuan Islam seperti yang kita kenal sekarang.&lt;br /&gt;Terekam pula bagaimana awal mula halaqoh dakwah ini dimulai dari keluarga Beliau SAW. Lalu Abu Bakr. Kemudian berturut-turut Abu Bakr mengajak teman-teman dekatnya untuk bergabung seperti Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, az Zubair bin al Awwam, Talha dan Sa'd bin Abi Waqqas&lt;br /&gt;Kemudian dari hasil Tarbiyah awal ini muncullah Ibn Mas'ud yg kemudian dipercaya oleh Nabi SAW sebagai orang yang pertama dari kalangan sahabat yg mengajarkan Qur'an di Mekah, disusul kemudian Khabbab membentuk halaqoh baru mengajarkan Qur'an pada Fatima (saudara perempuan Umar bin Khattab) dan suaminya, Sa'id bin Zaid (ibid, hal. 181-184). Kemudian Mus'ab bin Umair yang oleh Nabi dikirim ke Madinah sebagai pengajar Qur'an disana (Ibn Hisham, Sira jilid 1-2, hlm. 434). Semangat Tarbiyah ini semakin hari semakin membesar, hingga sesampainya di Madinah kemudian Nabi SAW mendirikan Suffa di kompleks Masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang perlu digaris bawahi disini. Bahwa ada satu ciri khas dalam sistem pengajaran Nabi SAW, dan ciri khas inilah yang kemudian menjadi pondasi semua Keilmuan Islam. Ciri khas pengajaran Nabi ini sangatlah berkaitan dengan Otentitas dan Otoritas dalam ajaran Beliau SAW. Ciri khas ini lahir dari Tradisi Kesaksian. Hal ini telah menjadi kebiasaaan para Sahabat dalam mentransmisi ajaran dan sunnah Beliau SAW. Sebagian dari mereka membuat kesepakatan menghadiri majelis (Halaqoh) Rasulullah secara bergiliran, memberi tahu apa yang mereka dengar dan saksikan (lihat Shahih Al Bukhori, Bab. At Tanawub fi al 'Ilm). Kemudian jika sahabat itu mendapat informasi dari tangan kedua, Ia akan menceritakan pada orang selanjutnya siapa sumber aslinya mencakup semua cerita yang terjadi. Dari sinilah lahir sistem Isnad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Isnad ini kemudian telah melahirkan sistem metode pengajaran antara lain:&lt;br /&gt;A. Samaa', cara ini seorang guru membaca di depan muridnya, yang mencakup cabang bentuk berikut ini: bacaan lisan (hafalan), bacaan teks, tanya jawab dan pendiktean.&lt;br /&gt;B. 'Ard, dalam sistem ini seorang murid membaca text didepan guru&lt;br /&gt;C. Munaawalah. Menyerahkan teks pada seorang termasuk memberi izin menyampaikan isi riwayah tanpa melalui cara baca.&lt;br /&gt;D. Kitaabah. Suatu bentuk korespondensi:guru mengirim hadits dalam bentuk tertulis pada ilmuan lain.&lt;br /&gt;E. Wasiyyah. Mengamanahkan seorang dengan buku hadits, kemudian yang diberi amanah dapat disampaikan pd pihak lain atas wewenang pemilik aslinya.&lt;br /&gt;F. Ijaazah. Meriwayatkan hadits atau Kitab atas wewenang ilmuan yang memberi ijin khusus yang diutarakan untuk tujuan ini tanpa membacakan buku itu.&lt;br /&gt;G. I'laam. Memberi tahu seorang mengenai kitab tertentu dan isi kandungannya.&lt;br /&gt;H. Wija’adah cara ini menyangkut penemuan naskah tanpa membacanya di depan pengarangnya atau mendapatkan izin untuk meriwayatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara usroh, maka akan didapati manhaj (system) yang utuh, Halaqoh keilmuan, (Liqoat) pertemuan keimanan, (Mentoring) keteladanan Murabbi, Talaqi evaluasi dan tentunya Ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murabbi yang arif adalah pewaris Nabi atau dalam istilah Qur’an disebut al waliyyul mursyid. Sedangkan dalam istilah kita biasa disebut Na’ib. oleh karena itu, sesama na’ib harus senantiasa saling memberi, berbagai bekal untuk menjalankan fungsi ketarbiyahan dan ketakwiniyahan. Jika bukan na’ib yang bertanggung jawab langsung dalam proses tarbiyah, maka naqib (pemimpin kelompok dalam jama’ah) dapat menggantikan perannya. Jika inipun (naqib) tidak dapat juga, maka menjadi tugas al-akh mujahid yang lain. Yang penting, Na’ib harus senantiasa melakukan kontak, agar na’ib tetap mendapatkan berbagai bekal keilmuan dan ketarbiyahan supaya senantiasa memiliki kepekaan dalam menunaikan tugas-tugasnya. (Sa’id Hawa, Membina Angkatan mujahid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karenanya bersungguh-sungguhlah engkau wahai saudaraku untuk menjadi batu bata yang baik dalam bangunan Islam ini”&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguhlah, wahai para murabbi mentarbiyah, memimpin usroh, merapikan barisan…!!! Jadikan faham dan Ikhlas modal amalmu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Hal yang kami harapkan hanyalah pahala dari Allah, Dzat yang telah menciptakan kami." (Asyahid Hasan Al banna, Majmu’atur Rasail, bab "Dakwah Kami")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu’alam bishowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3543071964778636309?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3543071964778636309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3543071964778636309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3543071964778636309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3543071964778636309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/05/usroh-tulang-punggung-tarbiyah.html' title='Usroh Tulang Punggung Tarbiyah Islamiyah'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/Sh4aPHd2-qI/AAAAAAAAADY/lYjGAoQ367Y/s72-c/Image0974.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3689894591090227262</id><published>2009-04-05T08:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T08:49:21.200-07:00</updated><title type='text'>Perjuangan Yang dilakukan tidak pernah sia-sia</title><content type='html'>oleh: &lt;strong&gt;Wanda Yulianto &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teruslah bergerak, hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu, teruslah berlari, hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu. Teruslan berjalan, hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu, teruslah bertahan, hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu, tetaplah berjaga hingga KELESUAN itu LESU Menemanimu. &lt;br /&gt;(By. Alm Ustadz Rahmat Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Tak bisa dipungkiri bahwa, Perjuangan yang kita lakukan itu tidak akan pernah sia-sia. Semua yang diniatkan kepada ALLAH, pasti mendapat balasan karena semuanya di hitung walau sebesar Zarah-pun (QS. Al-zalzalah:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita berjuang?&lt;br /&gt;Perwujudan keimanan.(QS. As Shaf:10-11)&lt;br /&gt;Bukti ketauhidan, wujud dari al wala dan bara kita dalam syahdatain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan pernah sia-sia karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SunahtuLLah dari kehidupan, hukum balas membalas (ethic freciprocity), ada aksi maka ada reaksi. &lt;br /&gt;Hal jazaa 'ul ihsaani illal ihsaan" &lt;br /&gt;Apalagi balasan perbuatan baik selain kebaikan pula &lt;br /&gt;(Holy Qur’an Ar-rahman 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal jazaa 'ul ihsaani illal ihsaan “Apalagi balasan perbuatan baik selain perbuatan baik lagi,” Alam ini diatur oleh hukum hukum balas-membalas minjen istilah psikolagi modern  ethich freciprocity. Kita Sapa orang dengan tatapan kasih, dan ia akan menjawabmu dengan pelukan. Makilah kawan-kawanmu, dan mereka akan menyebarkan keburukanmu. Semuanya saling membalas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri mungkin kita akan mengajukan keberatan. Mengapa orang yang kita bantu sering membalas Kebaikan kita dengan keburukan, air susu dengan air tuba? Pada saat seperti itu, ingatlah bahwa Allah tidak memilih orang itu sebagai tanganNya untuk membalas kebaikan kita. Tapi ia pasti memilih tangan lain yang akan datang pada kita dari orang yang tepat dan pada saat yang tepat. &lt;br /&gt;Ingatlah "Hal jazaa 'ul ihsaani illal ihsaan"&lt;br /&gt;Apalagi balasan perbuatan baik selain kebaikan pula.&lt;br /&gt;Ya Allah, nikmatMu yang manakah yang dapat kudustakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disampaikan di Dauroh Khidmat Wakaf Daarut Tauhid Bandung, 5 April 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3689894591090227262?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3689894591090227262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3689894591090227262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3689894591090227262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3689894591090227262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/04/perjuangan-yang-dilakukan-tidak-pernah.html' title='Perjuangan Yang dilakukan tidak pernah sia-sia'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3752888194467131632</id><published>2009-02-18T20:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T22:28:57.810-08:00</updated><title type='text'>Outbound Grand Clossing PAAI Unjani Bandung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZz7-YD80VI/AAAAAAAAADA/Mk07eMIckBo/s1600-h/DSCI0314.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZz7-YD80VI/AAAAAAAAADA/Mk07eMIckBo/s320/DSCI0314.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304391510165082450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Outbound ini hanyalah bagian dari rangkaian Grand clossing mentoring Unjani tak ada yang spesial tapi bolehlah klo dibilang berkesan dihati...&lt;br /&gt;Tema yang dipake dalam outbound kali ini adalah Ukhuwah islamiyah, memakai system Wide game dengan Metode Experiential Learning (Belajar dari Pengalaman).&lt;br /&gt;Alur yang Dipake juga sederhana, sesuai dengan temanya Ukhuwah, seperti yang telah kita ketahui bahwa dalam ukhuwah sendiri itu ada tingkatannya.&lt;br /&gt;Alur yang Pertama: Ta'aruf {Saling Mengenal) Biar kita saling mengenal...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZznSfGEThI/AAAAAAAAACg/_ZHyC_TfLbo/s1600-h/DSCI0303.JPG"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZznSfGEThI/AAAAAAAAACg/_ZHyC_TfLbo/s320/DSCI0303.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304368765906210322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZztTYqw8iI/AAAAAAAAACo/q_6CZUVwCls/s1600-h/DSCI0304.JPG"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZztTYqw8iI/AAAAAAAAACo/q_6CZUVwCls/s320/DSCI0304.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304375378430718498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Game Ta'aruf PTK (Penebang, Tupai, Kebakaran) Game ini bertujuan untuk mengakrabkan, karena sedikit di modif akh ardian unutuk mengenal satu sama lain, tiap-tiap perpindahan harus menghafal nama sahabatnya yg jadi pohon dan sebaliknya pohon harus menghafal tupai yang higap dipohonnya...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZzyxRkNcBI/AAAAAAAAACw/xmF0PvBXpSo/s1600-h/DSCI0316.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZzyxRkNcBI/AAAAAAAAACw/xmF0PvBXpSo/s400/DSCI0316.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304381389478391826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini tahapan berikutnya dalam ukhuwah yaitu Tafahum (saling memahami), dan Takaful (saling menanggung beban) untuk mencapai tujuan ukhuwah (persaudaraan) kita harus saling memahami dan siap menangung beban saudaranya. Game yang dipakai adalah Kapal Karam. Berisi Pengorbanan Al Akh kepada Ikhwah yg lain... Game terakhir adalah Trust Fall.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZz2mvpQWyI/AAAAAAAAAC4/6DuAvt1PoCA/s1600-h/DSCI0312.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZz2mvpQWyI/AAAAAAAAAC4/6DuAvt1PoCA/s320/DSCI0312.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304385606620568354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3752888194467131632?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3752888194467131632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3752888194467131632' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3752888194467131632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3752888194467131632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/02/outbound-grand-clossing-paai-unjani.html' title='Outbound Grand Clossing PAAI Unjani Bandung'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SZz7-YD80VI/AAAAAAAAADA/Mk07eMIckBo/s72-c/DSCI0314.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-1110525495946404046</id><published>2009-02-05T23:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T23:43:28.253-08:00</updated><title type='text'>Sekelumit Harapan Pasca Penutupan PAAI (Program Asistensi Agama Islam)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYvp12p3NzI/AAAAAAAAACQ/PHfoF57Ds84/s1600-h/logo+DKM+NI+kuning.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 161px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYvp12p3NzI/AAAAAAAAACQ/PHfoF57Ds84/s200/logo+DKM+NI+kuning.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299586497944958770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Wanda Yulianto&lt;br /&gt;(Majelis Syuro’ LDK Nurul Iman UNJANI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari itu sungguh indah…&lt;br /&gt;Masih teringat jelas bagaimana lingkaran-lingkaran kecil itu ditekuni dimesjid kampus, bilik-bilik kamar kostan. Masih terbayang juga materi-materi yang didapatkan di tiap-tiap pertemuan, mentoring gabungan hingga taklim yg diikuti. Semoga bukan sekedar nilai yang kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam  itu sungguh indah…&lt;br /&gt;perenungan itu terjadi, didalam tengah malam yang sunyi, ditengah hujan dan hawa dingin dikawasan cisarua, cimahi. Teringat pula saat-saat drama, muhasabah, dan  outbound di rihlah yang penuh makna dikawasan itu.&lt;br /&gt;Masih terdengar rasanya gelak tawa bahagia dan isak tangis penyesalan kita, masih terasa juga suasana kekeluargaan yang kita sebut Ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu telah berlalu…&lt;br /&gt;Kini saatnya kita bergerak, mengumpulkan semua yang terserak, kembali bangkit  tuk menata barisan dakwah ini, kembali mencoba terus berlomba-lomba dalam kebaikan, kembali melanjutkan pembinaan kita, kembali menata tarbiyah ruhani kita. Ah, sudah saatnya kita melupakan romantisme masa lalu itu, ayo mari kita coba bangkit terus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cisarua, 1-02-2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-1110525495946404046?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/1110525495946404046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=1110525495946404046' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1110525495946404046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1110525495946404046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/02/sekelumit-harapan-pasca-penutupan-paai.html' title='Sekelumit Harapan Pasca Penutupan PAAI (Program Asistensi Agama Islam)'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYvp12p3NzI/AAAAAAAAACQ/PHfoF57Ds84/s72-c/logo+DKM+NI+kuning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5441918260951664750</id><published>2009-02-04T20:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T21:38:11.051-08:00</updated><title type='text'>Rafting di Belief management</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYpzBBTHocI/AAAAAAAAABw/9D20xUDwKn8/s1600-h/DSC_6679.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYpzBBTHocI/AAAAAAAAABw/9D20xUDwKn8/s400/DSC_6679.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299174372920500674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rafting alias arung jeram itu...&lt;br /&gt;Dahsyaat, seruuu pisan, memacu adrenalin, apalagi ketemu jeram, kita bisa balikkin perahu... nih foto-fotoku di Jeram.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYp2dVg4nWI/AAAAAAAAAB4/cKeW00xic_M/s1600-h/DSC_6677.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYp2dVg4nWI/AAAAAAAAAB4/cKeW00xic_M/s200/DSC_6677.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299178157918166370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan promosi ya, tapi ada niat juga... Belief management provider yang kubuat sekarang mulai berkembang, sedikit demi sedikit bi idznillah Alhamdulillah, di rafting sendiri udah masuk angkatan ketiga. Tiap angkatan selalu diikuti lebih dari 40 orang, Semoga Allah permudahkan kedepannya untuk terus berkembang, menjadi sebuah perusahaan yang besar sebagai tanda wujud sumbangsih kami untuk negeri tercinta ini...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYp5km-FNuI/AAAAAAAAACA/r6G4eTAMUPo/s1600-h/DSC_6670.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYp5km-FNuI/AAAAAAAAACA/r6G4eTAMUPo/s320/DSC_6670.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299181581397997282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5441918260951664750?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5441918260951664750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5441918260951664750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5441918260951664750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5441918260951664750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/02/rafting-di-belief-management.html' title='Rafting di Belief management'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYpzBBTHocI/AAAAAAAAABw/9D20xUDwKn8/s72-c/DSC_6679.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-4884328918101824314</id><published>2009-02-03T21:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:35:27.134-08:00</updated><title type='text'>Kafiyeh jadi trend fesyen masa kini</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYkoiXwz0GI/AAAAAAAAABo/JCzSlB5DL0U/s1600-h/sorban-hamas.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYkoiXwz0GI/AAAAAAAAABo/JCzSlB5DL0U/s200/sorban-hamas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298811007537500258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h5 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:5; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Bermula dari dukungan politis, kini menjadi aksesoris. Sorban Palestina atau kafiyeh ternyata sudah lama menjadi tren busana kaum muda Jerman. Kafiyeh atau kufiyah ini bentuknya memang khas. Kain segi empat biasanya berwarna putih dengan motif kotak-kotak. Di tepi kain ada semacam rumbai-rumbai. Melihat kafiyeh orang biasanya akan ingat dengan almarhum Yasser Arafat. Mantan pemimpin Palestina ini selalu memakai kafiyeh untuk menutup kepalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Di Jerman, banyak imigran Timur Tengah yang memakai kafiyeh terutama di musim dingin. Kafiyeh dibelit di leher untuk menghangatkan badan. Namun selain itu, banyak juga anak muda asli Jerman yang ber-kafiyeh ria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Merunut sebuah artikel Der Spiegel tentang ideologi politik dan mode busana. Kafiyeh sudah mulai dipakai anak muda Jerman sejak akhir dekade 1960. Saat itu ada gelombang gerakan mahasiswa di seantero Eropa. Ideologi kiri seperti Sosialisme mendominasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya para mahasiswa saat itu memakai kaus Che Guevara. Belakangan, sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, para mahasiswa pun memakai Kafiyeh yang dibelitkan di leher.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Tren memakai kafiyeh pun berlanjut sampai hari ini. Namun pemakaian Kafiyeh saat ini lebih karena sebagai aksesoris. Orang Jerman menyebut kafiyeh dengan nama PLO Tusch atau kain PLO. Di Berlin, Jerman, kafiyeh dijual di banyak toko baju atau lapak kaki lima. Harganya berkisar 5-7 Euro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Meski banyak dipakai sebagai aksesoris, kafiyeh tetap selalu menjadi simbol dukungan terhadap Hamas di Palestina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Di Indonesia, akhir-akhir ini kafiyeh juga menjadi trend dikalangan anak muda, mulanya di populerkan giring [Niji Band] saat tampil dipangung yang sering memakai kafiyeh sebagai aksesorisnya. Muncul pula film wanita bersorban yang dibelitkan kafiyeh. Dan Terakhir bisa kita lihat di iklan kampanye PKS di televisi dengan seorang wanita yang menggunakan kafiyeh lantas berkata:”PKS Palestina Kita Sayangi”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sekarang kafiyeh telah menjadi trend dikalangan aktivis-aktivis islam juga baik pelajar maupun mahasiswa, disetiap kegiatan kita biasa melihat busana kafiyeh ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-4884328918101824314?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/4884328918101824314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=4884328918101824314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4884328918101824314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4884328918101824314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/02/kafiyeh-jadi-trend-fesyen-masa-kini.html' title='Kafiyeh jadi trend fesyen masa kini'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ViX9ecDhLQ4/SYkoiXwz0GI/AAAAAAAAABo/JCzSlB5DL0U/s72-c/sorban-hamas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5053822729957099062</id><published>2009-02-02T01:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T01:28:31.122-08:00</updated><title type='text'>Anak umur 6 tahun di Israel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kiriman teman, menarik untuk dikaji....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teman yang bertanya mengenai &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1233566375_0"&gt;roket Hamas&lt;/span&gt; yang juga mengenai rakyat sipil. Selain data-data yang ada bahwa masyarakat &lt;span style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1233566375_1"&gt;Israel&lt;/span&gt; adalah masyarakat militer, mungkin menyimak fakta berikut ini juga menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Kantor Berita Fars mengutip koran Rezim &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1233566375_2"&gt;Zionis Israel&lt;/span&gt; Yediot Ahronoth menyebutkan, sesuai dengan Undang-Undang anak Israel yang berusia 6 atau 7 tahun harus dididik untuk bisa menembak dengan senjata asli.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sekaitan dengan masalah ini seorang tua warga Israel mengatakan, tidak ada UU di Israel yang melarang anak kecil dididik menembak dengan senjata asli. Anak-anak bersama orang tuanya menuju pusat-pusat latihan menembak untuk ikut berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai laporan Yediot Ahronoth, sejumlah pusat-pusat latihan menembak  malah membolehkan anak-anak menembak dari jarak 22 meter dan diperbolehkan memakai hingga 51 butir peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena latihan menembak bagi anak-anak kini menjadi masalah kontroversial bagi pusat-pusat pengawasan anak dan keselamatan mereka. Sejumlah pusat ini berkeyakinan menggunakan senjata membuat anak merasa terbiasa memakainya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5053822729957099062?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5053822729957099062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5053822729957099062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5053822729957099062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5053822729957099062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/02/anak-umur-6-tahun-di-israel.html' title='Anak umur 6 tahun di Israel'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3896372339768310311</id><published>2009-01-14T20:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T20:53:53.906-08:00</updated><title type='text'>Apologia pro Libro suo [Syuro' Nasional]</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Bismillahirrohmanirrohim.&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;Alhamdulillah, sungguh benar tidak ada yang bisa kita pungkiri dari kebesaran nikmat Allah dalam setiap hari kita, termasuk hari baru yang kita nikmati. Sebuah nikmat ukhuwah dihari sabtu dan ahad itu yg sulit ana lukiskan dalam sebuah syuro' yg sangat sederhana.&lt;o&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Ada&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; suatu keharuan pula saat hari-hari itu berlalu, rasa haru saat melihat kedatangan sahabat sahabat yg sudi datang keBandung tentunya penuh dengan pengorbanan harta dan raga. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada Akh Iwan yg berangkat dari palembang kamis malam dengan nembak bis dan tiba dibandung ba'da jum'at-an. Tiba di Bandungpun terlantar dan direpotkan panitia karena harus bantu bersih-bersih rumah yg kita pakai syuro' [Syukran ya akhii]. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari Yogya ada Akh Arniaga, Ukhti Ayu dan Ukhti Elia yg berangkat jum'at malam naik kereta ekonomi yg sudah penuh dengan penumpang dari kediri [Entah duduk apa tidak], ane yakin cukup sulit diperjalanan. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari semarang ada akh Nurul yg datang mandiri langsung ke kostan akh Dani..&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari Jabodetabek, naik motor akh said dan akh Memed yg sempat kehujanan diperjalanan. Akh Dhanu, Livio dan zahid yg datang naik bis tidak sempat panitia jemput. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sungguh hanya Allah saja yang mampu menjaga ikatan diantara semuanya dan membalas pengorbanan waktu, tenaga , harta dari antum semua.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o&gt; &lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak, ini bukanlah kerja satu orang saja. Ini hasil kerja team syuro' Bandung,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ada akh Riwan yg full power, Akh Dani yg sigap, Bang Marli yg kritis situasi, Fikri, dll. Ada ukh Devi dan ukh Eka yg selalu siap saat dibutuhkan. [Dari perabotan hingga makanan]. Tak lupa ukh Nana sang creator [Behind the table] semua di setting ukh Nana hingga syuro' kemarin bisa berjalan dengan baik.[ Jazakillah kheir ya ukhtii].&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada pula ukh fhira yg datang diantar suaminya, dan juga akh alhori yg menyempatkan datang ditengah kesibukannya.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tak Lupa ada akh reza dan fasilitas RII yg cuma-Cuma memberikan pinjaman LCD dan speaker.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Muslim BaBel masih punya banyak cita-cita, Hasil syuro' harus dijalankan, untuk membentuk BaBel yg Madani bukan pekerjaan mudah, entah gimana kerja yg dilakukan ini 5-10 tahun kedepan, Hanya Allah yang tahu....&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sinergi, kerjasama dalam keikhlasan serta do'a dalam tiap malam menjadi kekuatan... Insya Allah Bi idznillah...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Akhirul kata, sesuai judulnya, ini bukanlah pernyataan ataupun cerita, melainkan apologia pro libro suo [ucapan maaf ditambah pernyataan terima kasih] Maaf karena tidak bisa memberikan pelayanan dan persiapan yg memuaskan [Muta'asiif ya akhi wa ukhti] dan Terima kasih kehadiran antum semua [Syukran Jazillan]&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Laa Hawla walla Quwwata ILLa BiLLAh...&lt;o&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;ALLAHU AKBAR!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketuplak Syuro'&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;span lang="SV"&gt;Wanda Yulianto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3896372339768310311?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3896372339768310311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3896372339768310311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3896372339768310311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3896372339768310311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2009/01/apologia-pro-libro-suo-syuro-nasional.html' title='Apologia pro Libro suo [Syuro&apos; Nasional]'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-4021582844782948100</id><published>2008-12-22T06:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T06:22:48.161-08:00</updated><title type='text'>Strip Seven (7) [Ice breaking]</title><content type='html'>Pertanyaan dimulai dengan “Apakah yang dimaksud dengan Strip?”. Biasanya peserta mulai berbisik-bisik dan menjawab bahwa Strip adalah garis. Fasilitator dengan bercanda mengatakan bahwa Strip adalah ‘telanjang’. Pesertapun mulai tertawa atau mengomentari satu dengan yang lainnya. Memang, permainan ini bertujuan untuk ‘menelanjangi’ peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi                      : 15 – 20 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan                : Tidak Ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Peserta     : &gt; 25 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknis                     :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Peserta membentuk sebuah lingkaran (bisa dimainkan untuk 25-30 orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Peserta yang ditunjuk secara random mulai berhitung dari 1, terus searah jarum jam peserta di sebelah nya berhitung 2, berlanjut ke peserta ke-3 berhitung 3, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sampai dengan hitungan ke-7, peserta tidak boleh mengucapkan 7 tetapi diganti dengan tepuk tangan oleh peserta ybs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Setelah tepuk tangan kemudian dimulai lagi dari angka 1, 2, 3, dst nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pengucapan angka-angka tersebut semakin lama harus semakin cepat. Penalti diberikan jika :&lt;br /&gt;(i)  Terlambat bersuara.&lt;br /&gt;(ii) Mengucapkan angka yang dilarang (angka 7).&lt;br /&gt;(iii)Bertepuk tangan pada angka biasa (1, 2, 3, 4, 5, 6).&lt;br /&gt;(iv) Salah mengucapkan urutan angka, misal habis 6 – tepuk tangan – terus mengucapkan 7.&lt;br /&gt;     Penalti yang dimaksud adalah peserta harus mencopot salah satu atribut di badannya (misalkan : pulpen, jam tangan, recehan, kacamata, topi, pin, sapu tangan, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Jika peserta sudah mulai mahir, maka tingkat kesulitan ditambah secara bertahap misalkan berhitung untuk mencapai angka 30 dengan syarat :&lt;br /&gt;(i)  Kelipatan 7 yaitu 7, 14, 21, dan  28 tidak boleh diucapkan tapi harus diganti dengan tepuk tangan oleh peserta ybs.&lt;br /&gt;Peserta biasanya dalam 2-3 kali permainan masih sering salah. Jika peserta sudah mulai mahir, tingkat kesulitan ditambah bertahap sebelum mencapai angka 30.&lt;br /&gt;(ii) Selanjutnya, kelipatan 7 dan yang ada angka 7 nya yaitu 7, 17, 27 tidak boleh diucapkan tapi diganti dengan tepuk tangan.&lt;br /&gt;(iii)Yang terakhir, berganti arah setelah tepuk tangan untuk angka-angka terlarang di atas (jika sebelumnya searah jarum jam maka setelah tepuk tangan berganti arah berlawanan jarum jam, demikian pula sebaliknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai yang terkandung :&lt;br /&gt;a. Melatih konsentrasi dan keselarasan gerak antara ucapan dan gerakan tangan. Seseorang melakukan hal yang sama secara berulang-ulang terbukti daya konsentrasinya akan berkurang (orang tersebut menjadi bisa karena biasa). Games ini ditujukan agar kita mau membuka diri untuk mempelajari sesuatu yang baru dengan penuh konsentrasi (tidak bersikap apatis atau ogah-ogahan) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bekerja sama secara tim untuk mencapai suatu tujuan. Jika ada anggota tim yang tidak mensupport maka tujuan tidak akan tercapai. Dari games ini, kita juga bisa belajar mengenal karakter peserta atau rekan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-4021582844782948100?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/4021582844782948100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=4021582844782948100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4021582844782948100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4021582844782948100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/12/strip-seven-7-ice-breaking.html' title='Strip Seven (7) [Ice breaking]'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-2237275829019720135</id><published>2008-12-19T14:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T15:01:41.418-08:00</updated><title type='text'>Kenapa Ya....? atau Tanya kenapa?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ada Iklan sebuah rokok yg mempunyai slogan, Tanya kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan cerdas, diikuti kalimat: "Kalau bisa mudah kenapa dipersulit? tanya kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita bisa mentertawakan hal-hal remeh maupun penting disekitar kita,hal-hal remeh yang harus kita tanyakan "KENAPA Ya?" atau "TaNYA KENAPA?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai judulnya Kenapa Ya...&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-2237275829019720135?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/2237275829019720135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=2237275829019720135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2237275829019720135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2237275829019720135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/12/kenapa-ya-atau-tanya-kenapa.html' title='Kenapa Ya....? atau Tanya kenapa?'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7947994016632905558</id><published>2008-12-03T22:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T22:35:33.569-08:00</updated><title type='text'>Kembali ke Asholah Dakwah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Dr. Daud Rasyid MA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da tahmid wa sholawat&lt;br /&gt;Ayyuhal muslimuun, ikhwah fillah yang dirahmati Allah, syukur alhamdulillah yang tidak henti-hentinya kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih meneguhkan semangat kita walaupun dari sana sini SMS ataupun panggilan ataupun lobi-lobi untuk orang-orang tertentu agar tidak ikut dan tidak berhubungan dengan forum kader peduli, tetapi ternyata alhamdulillah ana lihat mesjid ini, dari sejak pertemuan yang lalu bahkan makin penuh. Ada apa ini, antum ini semua? Makin ditakut-takuti makin penuh, makin banyak yang hadir. Sebenarnya ini menunjukkan sebuah kerinduan kepada asshoolatudda'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin kembali kepada materi-materi yang dulu kita pelajari sejak awal. Al walaa-u lillaah, al baraa 'ankulliththawwabiin. Berpihak kepada Allah. Innama waliyyukumullaahu warrasuuluhu walladziina aamanu, sesungguhnya wali kamu itu adalah Allah, rasulNya dan orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah menjadikan pahlawan orang-orang yang tak jelas arah hidupnya. Dijadikan sebagai tokoh, sebagai wali. Diangkat nama-nama orang yang dalam sejarah telah tercatat permusuhan mereka itu kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dulu syari'at Islam terganjal pada tahun 45? Dalam Piagam Jakarta, kita semua tahu sejarah. Padahal pada waktu diproklamasikannya itu kemerdekaan, dasar-dasar daripada negara ini, itu didasarkan kepada Undang-undang Dasar 45 yang mengacu kepada Piagam Jakarta. Yang intinya, ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Tanggal 18, sehari, berubahlah itu, dicoretlah itu. Oleh siapa? Kelompok nasionalis yang kita tahu siapa. Mereka inilah yang ditokohkan sebagai pahlawan sekarang dan dalam iklan-iklan di televisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita ini berubah 180 derajat, dari sebuah jama'ah (kelompok) umat Islam yang ingin mengerahkan wala' nya kepada Allah menjadi berwala' kepada syaithon dan thawwabiin. Na'udzubillaahi min dzalik. Kita tidak mau. Saya yakin inilah yang mendasari kehadiran antum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ikhwah fillah, ana mencium perubahan ini sudah sejak awal, pada waktu adanya mukernas di Depok, di mana diundang berorasi bekas musuh kita -- yang sudah meninggal -- tokoh sekuler di Indonesia. Antum masih ingat? Disuruh, diminta, dihormati, diagungkan untuk berorasi. Saya tidak perlu sebut nama, karena antum semua sudah tahu, betul ndak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu hari Jum'at. Ana gak habis pikir, pusing kepala. Apa dasarnya ini orang diundang? Yang dulu kita ludahi, yang dulu kita hujat sebagai tokoh sekuler, tiba-tiba disambut, dihormati, diagungkan seperti guru. Laa hawla wala quwwata illa billaah. Pada saat itu betul-betul ana, secara pribadi, hati ini tersayat-sayat. Seperti meludah, dijilat kembali ludahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pada saat itu, ana ingat kembali ini ceritanya. Begitu dia naik, ana langsung keluar. Ditahanlah ana oleh tiga orang. "Ustadz, ustadz, tunggu dulu, sebentar saja ustadz!"  &lt;br /&gt;"Oh tidak ada. Tidak pantas bagiku untuk menghormati, menghadapi muka orang yang dulu memusuhi Islam. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu dia diagungkan, dijadikan rujukan sebagai bapak intelektual Indonesia. Dan seperti orang yang mengilhami gerakannya yang disebut dengan partai da'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ saja, waktu itu, saya sudah mulai membayangkan, ini bagaimanapun ke depannya akan menjadi kelompok sekuler. Sudah mulai hilang rambu-rambu yang dipelajari, al walaa-u lillaah. Maka hari demi hari makin menunjukkan. Betul kata salah seorang ikhwah kita di dalam forum SMS itu, hari-hari ini belakangan terus akan memberitahukan kepada engkau, apa yang dulunya engkau tak tahu. Apa yang dulunya masih tertutup rahasia, hari ke depan akan makin lama makin tersingkap rahasia tabir-tabir yang dulu tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengira bahwa kita itu berjalan di atas sebuah thariiqudda'wah yang shahihah, thariiqul anbiya wal mursaliin, 'ibadatullaahi wahdah, al kufru liththaghuut. Tetapi ternyata belakangan kitapun diajak berdamai, cair, lemah lembut. Menunjukkan wajah yang senyum kepada orang-orang mujrimin yang menghancurkan negara ini, yang menjual negara ini. Kitapun disuruh untuk berbaik-baik kepada mereka. Bagaimana mungkin seorang kader da'wah bisa menerima seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya ikhwah fillaah rahimakumullaah, mari kita tetap berpegang.&lt;br /&gt;Perbanyak antum tilawatil Qur'an, insyaAllah orang-orang yang terus senantiasa berpegang kepada kitabullah, ini tidak akan mau tergelincir. "Laa tajtami'u ummati 'ala dhalaalah", kata nabi kita SAW. "Tidak akan mungkin ummatku bersatu dalam sebuah kesesatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mudah-mudahan kita ini penyelamat agar saudara-saudara kita yang lain tidak sampai sesat. Kita ini sebagai pengontrol mereka. Sekali lagi kita ingin tegaskan, kita ini bukan mau merebut sebuah qiyadah. Apa yang mau direbut? Kita ndak punya kemampuan apa-apa. Kita ini bukan mau mengganjal, kita ini bukan mau menggagalkan, tidak. Tetapi jalan da'wah yang sudah dari awal dibangun secara benar, ini jangan sampai miring, seperti orang yang mabuk, tidak lihat jelas jalannya yang mana yang harus ditempuh, ke kiri atau ke kanan. Kita tidak mau seperti itu, karena semuanya kita ini punya patokan, punya dasar kitabullah, sunnah rasulillah. Tidak akan lahir mujtahid-mujtahid baru yang akan mempunyai ta'wil-ta'wil untuk menjustifikasi kebijakan-kenijakan yang nyeleneh dan kontroversial. Tidak bisa itu, dan itu tidak akan kita biarkan. Dan kalau kita tetap dituduh sebagai orang-orang yang ingin menggembosi, yang ingin menciptakan jama'ah baru, biarlah mereka nanti tahu bahwa kita tidak punya keinginan untuk membuat apa-apa yang baru. Kita hanya ingin meluruskan jalan yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya mereka seharusnya membuka hati dan harusnya mereka itu berterimakasih ada yang mengingatkan. Kan begitu seharusnya? Mereka harusnya ruju' kepada yang benar. Berterimakasih, bukan justru menteror, beberapa saudara kita diteror lewat SMS, dan seterusnya dan seterusnya. Maka oleh karena itu, kita tidak akan berhenti dalam menegakkan al ma'al amru bil ma'ruf wan nahi 'anil munkar, kapanpun dan di manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita yakin, insyaAllah, dengan do'a-do'a kita, kita berdo'a agar ikhwah kita akan kembali seluruhnya ke jalan yang benar. Dan kita tidak perlu berdo'a agar mereka celaka, tidak. Mereka itu sedang menghadapi sebuah cobaan yang disebut dengan dunia. Supaya mereka sadar akan cobaan itu, dan tidak larut tergelincir, akhirnya mereka pun terpental dari jalan da'wah. Nanti, akhirnya yang disebut oleh Said Hawwa, al mutafaqiqu fii thaariqudda'wah, jangan dibalik, jangan dibilang kita ini orang-orang yang berguguran di jalan da'wah. Sekarang ada pemutarbalikan istilah, orang lurus dibilang bengkok, yang bengkok dibilang lurus. Ini berarti kacamata sudah tidak benar. Kalau kacamata sudah tidak benar, itu memang betul. Hitam kelihatan putih, putih kelihatan hitam. Jadi oleh karenanya, sekali lagi, mari kita tamassuh bi kitabillaah. Apa yang dulu biasa kita lakukan, tilawatil Qur'an adalah merupakan tugas seorang akh untuk berusaha mengkhatamkan Qur'an itu minimal satu bulan sekali. Ini adalah tugas-tugas kita sebagai akh di dalam jama'ah ini. Begitu juga ikhwah, kita menghidupkan sunnah, jangan kita anggap kecil, sepele sunnah-sunnah. Sunnah-sunnah nabi itu semuanya mulia. Rasulullah sudah berpesan kepada kita, jangan kamu anggap sepele. "Taraktufiikum amroi maa intamasaktum bihi balanthadhillu ba'di 'abada". Biar orang lain menyepelekan sunnah, menganggap bahwa dirinya sudah berubah, kita sudah maju, kita sudah meninggalkan masa lalu.&lt;br /&gt;Oh tidak, kita tetap katakan, kita ini tetap dulu seperti yang dulu juga. Kapanpun dan di manapun kita hidup, tetap saja manhaj yang kita pakai manhaj yang lama. Manhajudda'wah anbiya wal mursaliin yang mengajak orang kepada 'ibadatullaah, al waahidil qahhaar. Ikhwah fillah rahimakumullah, kalaupun awalnya kita mau berpartai tujuannya adalah untuk mengajak orang menyembah Allah, bukan mau mencari kekuasaan. Tak ada gunanya mencari kekuasaan. Apa gunanya kekuasaan kalau akhirnya membuat kita celaka. Karena Allah pun mengatakannya dalam al Qur'an "Wa 'adallaahulladzina amanu minkum wa 'amilushshaalihaati, layastakhlifannahum fil ardhi, kamastakhlafalladzina min qablihim, wa layumakkinanna lahum diinahumulladzirtadha lahum, wa layubaddi lannahum min ba'di khawfi him amna ; ya'buduunani la yusyrikuuna bi syai-an"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjanjikan kepada orang beriman dan beramal sholeh. Antum ndak usah ribut, pusing kepala cari kekuasan. Itu sudah janji Allah, akan dikasihnya. Ndak usah sampai kamu mengorbankan idealisme menjual tokoh-tokoh orang. Akhirnya sekarang yang punya tokoh pada marah semua. Malu tidak itu? Malu sekali. NU nya marah, Muhammadiyahnya marah, orang nasionalisnya marah. Sudah tidak ada harga diri lagi. Tokoh orang disanjung-sanjung seolah-olah tidak punya tokoh kamu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita itu, qudwatuna Rasulullah SAW. Kita tidak perlu kepada tokoh-tokoh.&lt;br /&gt;Semua tokoh itu ada cacatnya, betul tidak? Yang bersih dari cacat Rasulullah SAW. Kenapa kamu sibuk menokohkan orang? Semua mereka itu punya cacat, yang cacatnya itu tidak tanggung-tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, kita kembali kepada manhaj, Allaahu ghayatuna, warrasul sa'iduna. Rasulullah itu pemimpin kita yang insyaAllah tidak akan ada sesuatu yang negatif pada diri Rasulullah SAW. Kenapa kita sibuk mencari tokoh di luar tokoh yang sudah diajarkan kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada ayat yang tadi, Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal sholeh, akan diberinya kekuasaan. Nah ini dia... Jadi kamu tidak usah pusing, sibuk, menjilat ke sana ke mari mencari perhatian orang. Ada pepatah Arab, "Kullun yadda'i hubban bi Laila, wa Laila la tusirru bi waahid", Semua laki-laki mengatakan Laila cinta pada saya, tetapi Laila tidak pernah mengakui satu orangpun diantara mereka. Malu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Allah akan memberikan yang namanya kekuasaan itu, layastakhlifannahum, istikhlaaf, sebagaimana yang diberikannya kepada ummat sebelum kamu, wa layumakkinanna lahum diinahumulladzirtadha lahum, akan memberikan tamkiin, akan memantapkan posisi diin ini di muka bumi, kemudian wa la yubadilannahum min ba'di khawfi him amna, akan diganti Allah rasa takut menjadi rasa aman, tapi syaratnya apa? ya'buduunani la yusyrikuuna bi syai-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita itu sudah mulai menyerempet-nyerempet ke syirik, betul tidak? Mengakui nasionalisme yang dibuat oleh orang-orang nasionalis yang tidak mengenal Allah, yang tidak bertauhid kepada Allah Ta'ala. Jadi kita sudah mulai nyerempet ke situ. Yang tadinya faham tentang tauhid, yang tadinya memusuhi syirik tapi sekarang sudah berubah. Bagaimana kita mau mendapatkan kekuasaan dari Allah Ta'ala? Yakin ana gak bakalan. Tidak bakal dikasih Allaah Ta'ala itu.&lt;br /&gt;Karena sudah dikatakan demikian, "ya'buduunani la yusyrikuna bi syai-an". Mereka menyembah Aku dan tidak mensekutukan Aku dengan segala sesuatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, apapun namanya kita ini, mau jam'iyah mau jama'ah mau hizbiyyah, tugas kita adalah mengajak orang untuk 'ibadatillaahi wahdah.&lt;br /&gt;Sekarang sesudah jadi partai, berani gak mengajak orang ke tauhid? Berani gak mengajak orang supaya menyembah Allah? Tidak berani. Sesudah jadi partai akan berbicara dengan bahasa-bahasa politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipikir mereka, mereka akan bisa diberikan Allah kekuasaan. Oh tidak. Jadi selama kita tidak menempuh jalur, manhaj, cara, thariiqah yang dilakukan oleh para pendahulu kita dari ummat ini, maka Allah tidak akan kasih. Kalaupun dikasihNya nanti, ya kekuasaan yang akhirnya menghancurkan kita. Ada yang mau? Saya yakin semua kita tidak akan mau. Gara-gara kekuasaan iman kita tergadai.&lt;br /&gt;Gara-gara kekuasaan aqidah kita larut. Gara-gara kekuasaan yang haram menjadi halal. Tidak, lebih bagus kita tidak punya kekuasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah rahimakumullah, jadi pertemuan kita ini sebenarnya ingin menghidupkan kembali apa yang dulu, yang biasa kita pelajari. Syahadatain,&lt;br /&gt;memantapkan makna syahadatain itu kembali. Di mana lagi ada pengertian ilaah almarhu fihi? Sudah ndak ada lagi itu materi-materi seperti itu.&lt;br /&gt;Pertemuan-pertemuan hanya dicekoki dengan pilkada di sini, pilkada di sana, menghadapi 2009, yang tidak ada hubungannya dengan keimanan.&lt;br /&gt;Oleh karenanya banyak para ikhwah itu mengeluh, datang ikut liqo tetapi iman tidak terasa bertambah. Bahkan pulang liqo, pusing kepala. Kalau dulu datang liqo, pulang, semangat keimanan membara, kecintaan kepada Allah SWT. Sehingga habis malam itu dihabiskan untuk sujud kepada Allah dan berdiri di hadapan Allah. Sekarang, karena terlalu larut malam membicarakan masalah agenda-agenda, pulang tengah malam, tidur, subuhpun lewat. Apakah begitu kader da'wah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi oleh karenanya ikhwah fillah rahimakumullah, biarpun sebagian saudara kita menuduh ini sebuah upaya untuk menggembosi, kita katakan kepada mereka, tidak ada penggembosan. Yang ada adalah penyadaran. Ana, antum semua, mari kita sama-sama menyadarkan saudara-saudara kita yang sedang larut dengan dunia. Kembalilah wahai ikhwah ke jalan yang benar, dan kami semuanya saudaramu. Tidak ada keinginan diantara kami untuk memecah-belah dan untuk menimbulkan permusuhan. Apabila kembali jama'ah ini kepada khithah yang aslinya, insyaAllah, Allah akan memberikan kemenangan itu di luar yang kita perhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Panitia Kajian Islam Kontemporer (KIT) Al Hikmah, Kumpulan Taushiyah Kader untuk Qiyadah, 16 November 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7947994016632905558?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7947994016632905558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7947994016632905558' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7947994016632905558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7947994016632905558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/12/kembali-ke-asholah-dakwah.html' title='Kembali ke Asholah Dakwah'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7223626394173546314</id><published>2008-12-03T21:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T22:08:59.405-08:00</updated><title type='text'>Taujih Untuk Kader &amp; Simpatisan Partai Dakwah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:SectioOlehO&lt;/style&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Oleh : Ustad Nabiel Al Musawa&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"MEREKA MERASA BERJASA DG KEISLAMAN MEREKA, KATAKANLAH : JANGANLAH KALIAN MERASA BERJASA DG KEISLAMAN KALIAN, KARENA ALLAH-LAH YG TELAH BERJASA KEPADA KALIAN KARENA TELAH MENUNJUKKAN KALIAN  KEPADA JALAN2 KEIMANAN JIKA KALIAN ADALAH ORANG2 YG BENAR." (QS Al-Hujurat, 49:17)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS sbg Partai Kader memang tidak sama dengan partai2 lainnya, orang yg bisa dipromosikan menjadi pengurus pada strata2 tertentu haruslah telah melewati masa2 pengkaderan selama masa bertahun2 dan telah mencapai kriteria kelulusan pada setiap level tsb dg sangat rinci dan belum mampu ditandingi oleh sistem organisasi manapun termasuk orgenisasi intelijen (demikianlah yg diakui sendiri oleh BIN).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu para pengamat dari luar ataupun para "aktifis karbitan" yg bisanya berteriak2 dari luar dan "merasa paling berjasa" kepada partai ini tentunya tidak mampu membayangkan bagaimana sulitnya masa2 pengkaderan yg telah dibangun oleh para pendiri harokah dakwah ini selama masa lebih dari 20 tahun dari rumah ke rumah dan dari satu tempat kost ke tempat kost lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para "aktifis karbitan" yg merasa telah "ikut berjuang" untuk partai itu juga tidak pernah tahu berapa kader2 generasi pertama yg sampai drop-out dari kuliahnya karena tugas2 dakwah, berapa kader2 yg terpaksa berjalan puluhan kilometer atau harus keluar masuk hutan di pulau2 di Nusantara ini demi membuka lahan dakwah baru, berapa kader yg setiap malam terkulai kepala2 mereka di meja kerjanya karena lelah membahas dan memikirkan&lt;br /&gt;maslahat untuk ummatnya, dan berapa pula kader yg telah menghabiskan semua miliknya yg paling berharga demi membangun fondasi harokah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parakader generasi awal tsb bukanlah orang yg hidup berkecukupan, namun tidak pernah kemudian mereka mempertanyakan kenapa harus berjuang habis2an seperti itu? Atau apa yg akan didapat dari perjuangan ini nantinya? Atau kami sudah berjuang sehingga partai ini besar maka sekarang giliran partai dong yg memperhatikan dan membesarkan kami? Atau meragukan para qiyadahnya,jangan2 mereka telah keluar dari khittah dakwah ini setelah berkuasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka dan duka yg telah bersama2 ditempuh dalam perjuangan dakwah; airmata yg telah ditumpahkan pada sujud2 yg khusyu' di akhir2 malam mendoakan kemenangan ummat ini dg tulus; uang, harta-benda, fikiran dan perasaan dan entah sudah tidak terhitung lagi apa yg dimiliki yg telah dg segala ketulusan diberikan bahkan jiwapun jika diminta pastilah akan diberikan demi tegaknya ummat ini; semua catatan perjalanan, kesan dan waktu yg telah dilewati bersama itu tentunya tidak akan pernah bisa difahami oleh kader2 yg belum memahami apa arti sebuah perjuangan dakwah di dalam Islam dan apa arti sebuah keikhlasan sehingga mampu mengangkat sebuah peradaban dari ummat ygsudah seperti buih yg terbawa banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"DAN DIANTARA ORANG2 BERIMAN ITU ADA RIJAL YG MENEPATI JANJINYA KEPADA ALLAH, DIANTARA MEREKA ADA YG TELAH WAFAT DAN DIANTARA MEREKA ADA PULA YG MASIH MENUNGGU2 (SAAT PERJUMPAAN DG RABB-NYA), NAMUN MEREKA SEDIKITPUN TIDAK PERNAH MENGUBAH JANJINYA." (QS Al-Ahzab, 33:23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu permasalahannya apakah ke-tsiqahan kita kepada qiyadah dakwah ini berarti kita tdk boleh bertanya atau memberikan kritik? Apakah ketaatan kepada para leader partai ini membuat kita menjadikan kita hanya bisa manut tanpa reserve? Tentunya akal yg sehat akan menjawabnya tidak demikian. Bagaimana mungkin sebuah gerakan dakwah yg telah mampu membangun sebuah sistem yg demikian sempurna, sehingga outputnyapun telah terlihat dg jelas kemana2 sebagai generasi muda Islam yg unik, intelektual, militan namun santun dan moderat dan telah pula menjadi perhatian secara nasional dan internasional akan berlaku demikian?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah ketidakfahaman dikalangan sebagian besar kader di tingkat grassroot ttg berapa besar tantangan untuk sebuah perjuangan di pentas politik? Seberapa besar kekuatan2 yg bermain dan mampu "memutih" atau "menghitamkan" seseorang atau sekelompok orang? Seberapa jauh poros2 yg berbeda bisa menjadi bersatu ketika melihat sebuah musuh bersama (Islam)? Seberapa besar dana yg dialirkan baik skala nasional maupun skala global untuk memporakporandakan soliditas kader serta melumatkan sama sekali kekuatan2 yg dapat "mengganggu" kepentingan bersama mereka yg telah terbangun selama puluhan tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi2 ttg Ghazwul Fikri, Ma'na Jahiliyah, Qadhiyyatul Ummah, Marahilu Dakwah, dll sebenarnya sudah dipersiapkan oleh harakah untuk menjelaskan fenomena ini dikalangan kader dakwah sehingga jika masanya hal itu tiba diharapkan kader dapat memiliki manna'ah (imunitas) untuk menangkal hebatnya makar yg akan terjadi pada gerakan dakwah ini, namun memang tataran konsep akan sangat jauh berbeda dg jika hal tsb sdh ada di depan mata, apalagi jika hal tsb menimpa pada generasi kader yg tidak sempat berinteraksi secara mendalam dg tarbiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"DAN SESUNGGUHNYA MEREKA TELAH MEMBUAT MAKAR YG AMAT BESAR, DAN DISISI ALLAH-LAH BALASAN MAKAR MEREKA ITU, DAN SESUNGGUHNYA MAKAR MEREKA ITU DAPAT MELENYAPKAN GUNUNG2 KARENA AMAT BESARNYA." (QS Ibrahim, 14:46)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang kader yg ingin mengetahui bagaimana konspirasi hebat yg ingin melumatkan dakwah ini menemui dan bertanya pd anggota legislatif PKS di tingkat terendah (kabupaten/kota/kotamadya), cobalah minta waktu kunjungan pd mereka, kumpulkan masyarakat lalu minta agar dikunjungi oleh aleg PKS di wilayahnya tsb karena hal itu adalah hak masyarakat terhadap aleg di daerahnya, tanyakan apa yg sdh diperbuat oleh kader tsb dan bagaimana konspirasi yg menimpa mereka di DPRD tsb. Lalu bayangkan oleh antum, kalau di tingkat itu saja demikian hebat rekayasa para aleg lain dan kekuatan PEMDA dsb bermain dlm ber-KKN, lalu husnuzhan-lah di tingkat DPR-RI tentunya akan lebih dahsyat dan lebih kejam lagi kekuatan yg bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah para kader memahami bhw dlm dunia politik informasi itu berubah dalam hitungan jam bahkan menit, sehingga jangankan antum yg di bawah, para qiyadah yg paling ataspun seringkali ketinggalan informasi,bukan karena tdk dibuat mekanismenya namun bagaimana sempat bekerja kalau setiap jam atau menit harus membuat laporan ke para kader di bawah. Demikian pula perkembangan informasi itupun seringkali bertolak-belakang, info yg masuk dan diputuskan pada pagi hari maka di siang hari partai harus membuat kebijakan yg sebaliknya, sorenya mungkin berubah lagi. Belum lagi tidak semua info bisa disampaikan secara tertulis karena akan memilikidelik-yuridis walaupun peristiwa tsb kelihatan di depan mata kepala sendiri.&lt;br /&gt;Lalu kenapa tidak diekspos di media? Inipun perlu pembahasan tersendiri, tidak semua media mau memuat dari PKS, cobalah antum ke Aceh lalu antum saksikan sendiri ribuan kader kita yg berjuang disana, apakah ada media yg meliput? Tidak, karena itu hanya akan membesarkan PKS 2009 nanti. Ttg BBM?! Yg pertama kali menyuarakan sikap adalah PKS (coba antum lihat tulisan mas Untung/Ketua Fraksi PKS di majalah SAKSI bbrp terbitan yg lalu), lalu kemudian menjadi suara Komisi-VIII DPR. Kasus mas Irwan juga sebenarnya sudah basi, DPW PKS Sumbar sudah lama membuat klarifikasi namun ketika masIrwan dicalonkan sebagai Cagub baru ICW mengeksposnya. Tahukah antum bhw dlm PILKADA saat ini di puluhan daerah (Tk I dan Tk II) kita sdh mampu mengusung para kader2 kita untuk bertarung dg partai GOLKAR dg peluang kemenangan yg signifikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita semua ber-istighfar atas kelalaian kita selama ini(terutama para kader yg memposisikan diri sebagai the-outsider, banyak omong tanpa hasil) sementara para kader lainnya disibukkan untuk terus membangun jaringan demi memenangkan dakwah ini. Sampaikanlah kritik dan pertanyaan dg santun dan penuh hormat kepada para qiyadah yg telah berjuang tanpa lelah demi kemenangan ummat ini. Dan di atas semua itu jika syaithan masih membisiki antum juga, cobalah antum bersikap fair, bandingkan dg partai atau organisasi lainnya&lt;br /&gt;baik segi kualitas atau kuantitas, mana sih yg lebihbermasalah? Kita tidak pernah merasa para qiyadah&lt;br /&gt;atau ikhwah kita itu suci,ada juga kader yg karena tergoda syaithan menjadi tergelincir, namun sdh ada mekanisme partai melalui Dewan Syariah yg dg sistemnya yg jelas dan tegas mengatasi hal tsb. Lalu apakah adil jk karena satu dua hal yg nampak belum sempurna kita menggugat dan mencaci-maki seluruh partai kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"WAHAI RABB KAMI AMPUNILAH KAMI DAN SAUDARA2 KAMI YG TELAH MENDAHULUI KAMI DALAM KEIMANAN DAN JANGANLAH ENGKAU JADIKAN DALAM HATI KAMI KEDENGKIAN TERHADAP ORANG2 YG BERIMAN.." (QS Al-Hasyr, 59:10)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7223626394173546314?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7223626394173546314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7223626394173546314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7223626394173546314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7223626394173546314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/12/taujih-untuk-kader-simpatisan-partai.html' title='Taujih Untuk Kader &amp; Simpatisan Partai Dakwah'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5613473450586471601</id><published>2008-12-03T21:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T21:53:07.054-08:00</updated><title type='text'>Penyimpangan-Penyimpangan dalam Da’wah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;Oleh : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ustadz Abu Ridho&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Alhamdulillah gerakan da'wah ini di Indonesia ini telah mencapai usia seperempat abad. Suatu usia yang tidak bisa lagi dipandang kanak-kanak. Ia telah dewasa dan melebihi usia baligh. Oleh karenanya, setiap muncul permasalahan yang menyangkut kehidupan gerakan ini mestilah diselesaikan secara mandiri dengan pendekatan yang bijak dan arif. Berbagai peristiwa yang menghiasi perjalanan pergerakan ini, dari yang menyenangkan hingga yang menegangkan, dari masalah da'wah hingga daulah, tentu akan menjadi modal bagi proses pendewasaan gerakan da'wah ini. Beragam problema yang menggeluti pergerakan ini, niscaya akan menjadi suplemen yang akan mempercepat proses pembesaran tubuh gerakan ini, apabila disikapi secara positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apabila gerakan ini istiqamah memegang prinsip-prinsip Islam dan setia mengikuti manhaj da'wah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, saya yakin, gerakan ini akan selamat mencapai tujuannya, walaupun dalam perjalanannya kerap ditimpa badai yang dahsyat. Tetapi sebaliknya, apabila gerakan ini menyimpang dari prinsip dan manhaj yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, maka yakinlah bahwa gerakan ini tidak akan berumur panjang. Dia akan mudah jatuh terjerembab, walaupun hanya terantuk kerikil kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam kesempatan ini saya akan mengungkapkan beberapa bentuk penyimpangan-penyimpangan dalam gerakan Islam yang dapat menjadi batu sandungan bagi keberlangsungan gerakan da'wah Islam. Pembahasan ini sengaja saya sampaikan agar para aktifis da'wah dapat terhindar dari sandungan-sandungan yang membahayakan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jalan Da'wah adalah Jalan Satu-satunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tujuan da'wah Islam adalah li i'laa-i kalimatillah, untuk menegakkan syari'at Allah di muka bumi ini. Yaitu tegaknya suatu system kehidupan yang mengarahkan manusia pada suatu prosesi penghambaan hanya kepada Allah saja. Apabila syari'at Allah belum tegak, maka beragam prosesi penghambaan kepada selain Allah akan marak dan terus tumbuh subur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Untuk mencapai tujuan tersebut, hanya ada satu jalan, yaitu: jalan da'wah. Inilah jalan yang telah ditempuh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan Rasul-Rasul sebelumnya, juga para shiddiqin, syuhada dan shalihin, sebagaimana wasiat Allah swt kepada Rasul-Nya: "Dan inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah engkau ikuti jalan-jalan lain, karena itu semua akan menyesatkanmu dari jalan-Nya. Itulah yang telah diwasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa." (QS. Al-An'am:153) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Di atas jalan inilah Rasulullah beserta pengikut-pengikutnya melangkah, walaupun jalan tersebut berliku, terjal, penuh onak duri bahkan binatang-binatang buas yang siap menerkam. Beliau dan pengikutnya tidak akan berhenti hingga tidak ada lagi fitnah dan sistem Allah (Dienullah) tegak di muka bumi ini secara total. "...hingga tidak ada lagi fitnah, dan Dien seluruhnya adalah milik Allah." (QS. Al-Anfal:39). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sehubungan dengan ini Imam Hasan Al-Banna rahimahullah menyatakan, "Jalan da'wah adalah jalan satu-satunya. Jalan yang dilalui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya.Jalan yang juga dilalui para da'i yang mendapat taufiq Allah. Bagi kita, jalan ini adalah jalan iman dan amal, cinta dan persaudaraan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengajak para sahabat kepada iman dan amal. Menyatukan hati mereka dengan jalinan cinta dan persaudaraan. Maka, terhimpunlah kekuatan aqidah yang menjadi kekuatan wahdah (persatuan). Jadilah mereka jama'ah yang ideal. Kalimatnya pasti tegak dan da'wahnya pasti menang, walaupun seluruh penduduk bumi memusuhinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Beliau memilih jalan yang telah dilalui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ini dengan berlandaskan pada tiga kekuatan: kekuatan aqidah dan iman, kekuatan wahdah dan irtibath (jalinan yang kohesif), serta kekuatan senjata dan militer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Beliau juga menentukan tahapan-tahapan perjuangan da'wah dan aktivitas gerakan, yaitu marhalah ta'rif (tahap pengenalan), marhalah takwin (tahap pengkaderan) dan marhalah tanfidz (tahap operasional). Disamping juga menetapkan target dan sasaran yang berjenjang melalui proses tarbiyah, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Terbentuknya pribadi muslim yang ideal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Terwujudnya keluarga muslim yang bertaqwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Terbinanya masyarakat muslim yang responsif terhadap seruan Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Tegaknya pemerintahan Islam yang berlandaskan syari'at Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tegaknya Daulah Islamiyah di bawah koordinasi Khilafah Islamiyah, hingga menjadi tauladan dunia, dengan idzin Allah. Demikianlah beliau dengan para ikhwan lainnya memahami dan mengamalkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Dan dalam mengorganisir gerakan da'wahnya, beliau tentukan rukun bai'at yang sepuluh (arkaul bai'at al-‘asyarah), dan menjadikan faham (pemahaman) sebagai rukun bai'at yang pertama dan utama. Kemudian meletakkan prinsip-prinsip yang dua puluh, sebagai kerangka yang menjelaskan pemahaman ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gerakan Ikhwanul Muslimin yang beliau dirikan inilah yang menginspirasi munculnya gerakan-gerakan Islam lain di seluruh penjuru dunia. Termasuk gerakan-gerakan Islam di Indonesia sebagian besar merujuk pada manhaj da'wah yang dirumuskan oleh para ulama Ikhwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Penyimpangan Dalam Gerakan Da'wah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Setelah mengalami berbagai kendala, ujian dan cobaan, alhamdulillah gerakan da'wah kita semakin diperhitungkan oleh banyak kalangan, terutama setelah gerakan ini memasuki mihwar siyasi (orbit politik) dengan memunculkan sebuah partai da'wah. Tentu banyak nilai positif yang dapat kita petik dari kehadiran partai da'wah ini, disamping ada pula ekses-ekses negatifnya, bagi da'wah itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Semakin besar dukungan masyarakat terhadap partai ini, tentu semakin besar pula beban tanggung jawab yang harus dipikul. Adalah manusiawi apabila dalam proses perjalanan gerakan da'wah di ranah politik ini ada oknum-oknum aktifis da'wah (da'i) yang tergelincir dari jalan da'wah ini. Apalagi apabila partai ini semakin besar, maka kans terjadinya penyimpangan di kalangan pengurus partai pun akan semakin besar. Oleh karenanya mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan da'wah menjadi keharusan, agar kita semua terhindar darinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Diantara bentuk-bentuk penyimpangan dalam gerakan da'wah ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;1. Penyimpangan dalam Ghayah (Tujuan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Penyimpangan ini termasuk penyelewengan yang paling berbahaya. Tujuan da'wah secara moral adalah semata-mata karena Allah Ta'ala. Apabila ada motif selain itu, seperti motif-motif duniawi atau kepentingan pribadi yang tersembunyi, adalah penyimpangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Setiap penyimpangan tujuan, meskipun ringan atau kecil, tetap akan menyebabkan amal tersebut tertolak. Penyimpangan ini tidak harus berarti mengarahkan motif secara total ke tujuan duniawi. Tetapi sedikit saja niat yang ada di dalam hati bergeser dari Allah, maka sudah termasuk penyimpangan. Allah tidak akan pernah menerima amal seseorang kecuali yang ikhlas karena-Nya. (QS. Az-Zumar:3, 11-14, Al-Bayyinah:5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Riya', ghurur (lupa diri), sombong, egois, gila popularitas, merasa lebih cerdas, lebih pengalaman, lebih luas wawasannya, lebih mengerti syari'ah dan da'wah, terobsesi asesoris duniawi, seperti: jabatan, kehormatan, kekuasaan, kekayaan; adalah penyakit-penyakit hati yang menyimpangkan para da'i dari tujuan da'wah yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Berda'wah itu harus bebas dari kebusukan. Barangsiapa yang berniat baik dan ikhlas, Allah akan menjadikannya sebagai pengemban da'wah. Barangsiapa menyimpan kebusukan di dalam hatinya, Allah sekali-kali tidak akan menyerahkan da'wah ini kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Demikian pentingnya ikhlas ini hingga Imam Hasan Al-Banna rahimahullah menjadikannya salah satu dari rukun bai'at. Seluruh kader wajib berkomitmen dengannya. Menepati dan menjaganya dari segala noda, agar gerakan da'wah ini tetap bersih dan suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Menurut Imam Hasan Al-Banna rahimahullah, pengertian ikhlas adalah menujukan semua ucapan, perbuatan, perilaku dan jihadnya hanya kepada Allah semata; demi mencari ridha dan pahala-Nya, tanpa mengharapkan keuntungan, popularitas, reputasi, kehormatan, atau karir. Dengan keikhlasan ini seorang kader da'wah akan menjadi pengawal fikrah dan aqidah; bukan pengawal kepentingan dan keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;2. Penyimpangan dalam Ahdaf (Sasaran Utama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Imam Hasan Al-Banna rahimahullah menjelaskan sasaran yang hendak dituju, yakni menegakkan syari'at Allah di muka bumi dengan mendirikan Daulah Islamiyah, dan mengembalikan kejayaan Khilafah Islamiyah, sembari menyerukan Islam kepada seluruh manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam risalahnya yang berjudul "Bayna al-Ams wa al-Yaum" ("Antara Kemarin dan Hari ini"), Imam Al-Banna rahimahullah mengatakan: "Ingatlah! Kalian mempunyai dua sasaran utama yang harus diraih: Pertama, membebaskan bumi Islam dari semua bentuk penjajahan asing. Kemerdekaan, adalah hak asasi manusia. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang zhalim, durhaka dan tiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kedua, menegakkan di Negara yang dimerdekakan itu, berupa Negara Islam Merdeka, yang bebas melaksanakan hukum-hukum Islam, menerapkan sistem sosial, politik, ekonominya, memproklamirkan Undang-Undang Dasarnya yang lurus, dan menyampaikan da'wah dengan hikmah. Selama Negara Islam belum tegak, maka selama itu pula seluruh umat Islam berdosa, dan akan dimintai tanggung jawabnya di hadapan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Disebabkan keengganan mereka menegakkan syari'at dan Negara Islam, serta ketidakseriusan mereka dalam upaya mewujudkannya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam risalah Al-Ikhwan Al-Muslimun "Di bawah bendera Al-Qur'an", beliau menjelaskan tugas dan target gerakan da'wah ini: "Tugas besar kita adalah membendung arus materialisme, menghancurkan budaya konsumerisme dan budaya-budaya negatif yang merusak umat Islam. Materialisme dan konsumerisme menjauhkan kita dari kepemimpinan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan petunjuk Al-Qur'an, menghalangi dunia dari pancaran hidayah-Nya, dan menunda kemajuan Islam ratusan tahun. Seluruh faham dan budaya tersebut harus dienyahkan dari bumi kita, sehingga umat Islam selamat dari fitnahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kita tidak berhenti sampai di sini. Kita akan terus mengejarnya sampai tempat asalnya, dan menyerbu ke markasnya, hingga seluruh dunia menyambut seruan baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dunia ini terselimuti ajaran-ajaran Al-Qur'an, dan nilai-nilai Islam yang teduh menaungi seisi bumi. Pada saat itulah sasaran dan target kaum Muslimin tercapai." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam menyoroti keadaan negeri-negeri Muslim sekarang ini beliau menyatakan dengan gamblang: "Sungguh ini merupakan kenyataan yang dapat kita saksikan. Idealitas Undang-Undang Dasar Islam berada di satu sisi, sedangkan realitas objektifnya berada di sisi lain. Karena itu ketidakseriusan para aktifis da'wah untuk memperjuangkan diberlakukannya hukum Islam adalah suatu tindakan kriminal; yang menurut Islam tidak dapat diampuni dosanya kecuali dengan upaya membebaskan sistem pemerintahan dari tangan pemerintah yang tidak memberlakukan hukum-hukum Islam secara murni dan konsekuen." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Demikianlah ahdaf (sasaran utama) dari gerakan da'wah ini dirumuskan oleh tokoh utama dan pemimpin gerakan da'wah kotemporer, Imam Hasan Al-Banna rahimahullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jadi, apabila ada aktifis da'wah (da'i) yang menyatakan bahwa partai da'wah ini tidak akan memperjuangkan syari'at Islam, dengan alasan apapun (politis maupun diplomatis), jelas telah menyimpang dan menyeleweng dari sasaran gerakan da'wah yang utama. Mestinya mereka justru menyebarkan opini tentang kewajiban menegakkan syari'ah bagi setiap muslim, secara massif, bukan malah menyembunyikanya. Apalagi di era reformasi yang setiap orang bebas bicara apa saja karena dilindungi Undang-Undang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kemudian, apabila partai da'wah berkoalisi dengan partai, organisasi, atau komunitas lain yang berbasis ideologi asing, juga telah menyimpang. Karena tugas gerakan da'wah Islam adalah membebaskan umat dari penjajahan atau dominasi asing, baik itu ideologi, politik, ekonomi, maupun sosial. Bukan malah bekerjasama dalam ketidakjelasan maksud dan tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Para kader da'wah atau da'i yang terpengaruh kemudian menganut paham materialisme dan gaya hidup konsumerisme juga telah menyimpang dan menyeleweng dari sasaran gerakan da'wah ini. Mereka seharusnya memberi contoh berupa keteladanan hidup yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, sederhana dan santun dalam keinginan dan kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kesalahan dan dosa mereka hanya bisa ditebus dengan menyosialisasi kewajiban menegakkan syari'at kepada seluruh elemen umat, dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh; serta menghindari diri dari sikap dan perilaku materialistis dan konsumtif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;3. Penyimpangan dalam Pemahaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Salah satu persoalan mendasar dalam gerakan da'wah adalah: Pemahaman. Pemahaman yang benar dan utuh tentang Islam dan manhaj da'wah Islam menjadi krusial, sebab kekeliruan pemahaman akan Islam dan manhaj da'wahnya menjadikan gerakan ini berbelok arah, sehingga tidak akan pernah sampai ke tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Imam Al-Banna rahimahullah memberikan perhatian yang serius terhadap persoalan pemahaman ini. Ia curahkan segenap kemampuannya untuk menyuguhkan Islam sebagaimana yang dibawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam wujudnya yang bersih dari segala bentuk penyimpangan, baik dalam hal aqidah, ibadah dan syari'ah. Terhindar dari pertentangan yang dapat memecah belah umat, dan distorsi hakikat Islam yang dilakukan para musuh Islam di masa lalu maupun kini. Dan beliau menjadikan pemahaman ini rukun bai'at yang pertama dan utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bentuk-bentuk penyimpangan dalam pemahaman ini, antara lain:  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Mengadopsi pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan pemahaman yang benar tentang Islam, Al-Qur'an dan Sunnah shahih, melontarkan dan menyosialisasikan pemikiran aneh tersebut sehingga membuat bingung umat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Menolak hadits-hadits shahih dan hanya menerima Al-Qur'an saja. Mengutamakan rasionalitas ketimbang hadits-hadits shahih, dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an secara tendensius tanpa kaidah-kaidah yang benar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Memaksakan semua kader da'wah untuk mengikuti satu pendapat ijtihadiyah dalam masalah furu' yang memiliki beberapa penafsiran pendapat. Pemaksaan seperti ini akan mengubah gerakan/jama'ah da'wah menjadi firqah, atau madzhab tertentu; yang bukannya tidak mungkin akan dengan mudahnya mengeluarkan statement: "Siapa yang sependapat dengan kami maka dia adalah golongan kami. Yang tidak sependapat, dia bukan golongan kami, maka pergilah menjauh dari kami."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Perlu diingat bahwa gerakan da'wah ini didirikan bukan atas dasar madzhab tertentu dalam masalah furu'. Gerakan ini harus dapat merekut semua umat Islam untuk mempersatukan mereka dalam bingkai aqidah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam menghadapi masalah-masalah furu' ini, hendaknya diambil yang lebih kuat dalil dan argumentasinya, dan tidak mengecilkan atau menyepelekan pendapat orang lain, meskipun ia berada di luar orbit gerakan da'wah ini. Islam mengajarkan kita melihat content (esensi) pendapatnya, bukan siapa yang berpendapat.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Memperbesar masalah-masalah juz'iyah dan far'iyah, dengan mengenyampingkan masalah kulliyat (prinsip).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Imam Hasan Al-Banna rahimahullah telah menghimbau kita agar kembali kepada kaidah bijaksana: "Hendaknya kita bekerjasama dalam hal yang disepakati, dan saling tenggang rasa dalam masalah yang masih diperselisihkan. Membatasi gerakan da'wah ini membicarakan Islam dalam hal-hal tertentu yang tidak menyinggung para penguasa pemerintahan maupun para pemimpin gerakan da'wah Islam. Padahal kita diwajibkan menyuguhkan Islam secara utuh, mengajak dan mengamalkannya secara utuh pula. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;4. Penyimpangan dalam Khiththah (Langkah-Langkah Strategis) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mengikuti Pola Partai Politik Sekuler.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam hal ini menjadikan politik sebagai panglima, bukan lagi da'wah. Menitik beratkan pada faktor kuantitas pendukung (bukan kualitas), dengan tujuan mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya dalam pemilu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ini merupakan penyimpangan yang membahayakan bangunan da'wah. Sasaran kita bukan sekedar mencari orang yang mau memberkan suaranya di pemilu, tetapi kita membutuhkan orang yang siap mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kita membutuhkan orang yang sabar, mau berkorban, tabah, bersedia menanggung beban-beban da'wah, memahami kepentingannya dan bertanggung jawab terhadap amanah yang dibebankan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kita menginginkan orang-orang yang mencari akhirat, bukan mereka yang memburu pangkat. Kita mencari orang-orang yang rindu kampung surgawi, bukan orang-orang yang memburu kekuasaan duniawi. Kita menginginkan orang-orang yang kommit dengan nilai-nilai syar'i, bukan orang-orang yang terobsesi kursi. Kita menginginkan orang-orang yang selalu ingat akan janji Allah, bukan orang yang cepat lupa dengan janji-janji yang dia lontarkan pada waktu kampanye.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kita tidak menginginkan gerakan da'wah ini dikuasai oleh orang-orang yang berambisi kekuasaan dan harta semata, dengan segala kewenangan dan fasilitasnya. Kita juga tidak butuh orang-orang yang gemar melakukan lompatan-lompatan yang tidak syar'i untuk meraih ambisi-ambisi pribadinya. Tetapi kita butuh orang-orang yang akan bekerja menegakkan Dienullah, dan beriltizam pada syari'at serta menjauhi cara-cara pencapaian tujuan yang tidak syar'i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mengabaikan Faktor Tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tiadanya perhatian yang layak terhadap tarbiyah akan menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman setiap individu, yang pada gilirannya tidak akan melahirkan kader yang mampu membantu meringankan beban jama'ah. Tarbiyah berpengaruh terhadap ketahanan kader dalam menghadapi tantangan dan tuntutan amal di jalan da'wah, baik pada saat-saat kritis yang membutuhkan pengorbanan, maupun ketika panggilan jihad telah dikumandangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Penyebab terabaikannya faktor tarbiyah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Aktifitas politik mendominasi seluruh amal da'wah, sehingga waktu, tenaga, fikiran dan dana tersedot ke aktifitas tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Tidak terpenuhinya kebutuhan akan murabbi, dan naqib, sehingga menyebabkan rendahnya kualitas pembinaan kader yang berujung pada stagnasi pertumbuhan kader. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Usrah atau halaqah berubah menjadi forum sosialisasi qadhaya, bukan solusi qadhaya. Usrah hanya menjadi forum mencari info dan pengumuman, padahal semestinya sebagai wadah pembinaan, pembentukan serta perbaikan akhlak, ruhani dan intelektualitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;• Usrah atau halaqah hanya menjadi wadah untuk membentuk kader-kader da'wah yang tak siap berdialog secara kritis dan analistis, karena lebih ditekankan metode indoktrinasi, ketimbang diskusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mengabaikan Prinsip "The Right Man on The Right Place" dalam penyusunan struktur jama'ah da'wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Penyimpangan lain yang berbahaya adalah menempatkan kader pada struktur jama'ah yang tidak sesuai potensi dan kemampuannya, tetapi berdasarkan "like and dislike". Juga memberi amanah atau tugas kepada kader yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Hal ini dapat merusak efektifitas gerakan serta menyeret pada ekses-ekses yang dapat melemahkan eksistensi jama'ah dan mempermudah timbulnya berbagai penyakit lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Menerima Prinsip dan Ideologi Sekuler&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rabbaniyah adalah prinsip dasar da'wah setiap gerakan Islam. Da'wah pada hakikatnya memperjuangkan nilai-nilai Rubbubiyah, Uluhiyah, Mulkiyah dengan cara-cara yang diizinkan Rabb dan dicontohkan oleh Rasul-Nya, oleh kader-kader Rabbani (para Murabbi dan mutarabbi), demi mencari ridha Allah. Dengan demikian kita tidak boleh menerima prinsip dan ideologi Sekularisme, Nasionalisme, Pluralisme, Liberalisme, Komunisme, Kapitalisme juga Sosialisme, walaupun diberi embel-embel Islam di belakangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Membiarkan Jama'ah Dipimpin dan Dikuasai Orang yang Tidak Jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gerakan Islam harus memiliki kepribadian Islam yang jelas, dalam pemahaman, tujuan, langkah dan keputusan-keputusannya. Ia tidak boleh tunduk kepada penguasa. Tidak boleh tergiur oleh harta dan tahta. Musuh-musuh gerakan Islam memiliki cara tertentu untuk menghancurkan gerakan da'wah. Apabila cara-cara fisik dianggap tidak efektif meredam laju gerakan da'wah, maka adakalanya mereka menggunakan cara yang lebih halus tetapi daya rusaknya hebat. Seperti misal, menyusupkan agen intelijen ke dalam saf gerakan Islam. Agen ini berusaha untuk diterima seluruh elemen jama'ah, menempel pada qiyadah jama'ah, mempengaruhinya dalam setiap pengambilan keputusan, dan secara licin dan lihai membelokkan arah gerakan ini menuju lembah kebinasaan. Sejarah keruntuhan kekhalifahan Utsmaniyah di Turki, karena disusupi intelijen Yahudi, mestinya menjadi pelajaran berharga bagi setiap gerakan Islam.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Berpartisipasi dalam Pemerintahan yang Tidak Menjalankan hukum Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pada dasarnya kita tengah berupaya menjalankan hukum Allah dan tidak akan menyetujui hukum atau aturan apapun yang bertentangan dengan syari'at Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tidak dapat dibenarkan kader gerakan Islam ikut masuk dan berpartisipasi dalam pemerintahan yang tidak menjalankan syari'at Islam, apalagi apabila dia tidak mampu mempengaruhi pemerintahan tersebut, dan bahkan menjadi terpengaruh oleh sistem yang tidak islami. Sikap ini termasuk penyimpangan dari tujuan gerakan Islam ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mungkin dalam situasi kondisi tertentu, atas izin jama'ah, setelah melalui pertimbangan syari'ah dan politik yang matang, diperlukan ikut serta dalam pertimbangan. Dengan pengertian pemerintahan tersebut dalam transisi menuju terbentuknya sistem pemerintahan Islam yang sempurna. Hal ini dapat dibenarkan dengan syarat ada kontrak politik tertulis berupa jaminan bahwa pemerintah setuju untuk mewujudkan hal tersebut. Hal ini tidak boleh diserahkan kepada ijtihad pribadi. Apabila kesepakatan itu dilanggar, maka kita harus segera melepaskan diri dari partisipasi tersebut, agar tidak tertipu dan tergelincir dari tujuan gerakan da'wah yang mulia ini.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Berkoalisi dengan Pihak Lain dengan Mengorbankan Prinsip dan Tujuan Da'wah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dengan sebab dan alasan apapun, tidak dibenarkan mengadakan koalisi dengan pihak-pihak yang tidak memiliki kesamaan ideologi, visi dan misi dalam memperjuangkan tegaknya syari'at Allah. Apalagi jika koalisi tersebut harus mengorbankan prinsip-prinsip Islam yang akan diwujudkan melalui perjuangan kita selama ini. "Mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, maka mereka pun bersikap lunak pula kepadamu." (QS. Al-Qalam:9) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Begitu pula, tidak dibenarkan melakukan koalisi sdengan mengorbankan sasaran dan target yang selama ini kita berusaha mencapainya. Kalau hal ini dilakukan, berarti kita telah menjurus kepada penyimpangan dan pergeseran dari prinsip, serta menyeret semua amal dan pengorbanan ke arah yang tidak benar. Bahkan meratakan jalan bagi musuh untuk menguasai dan menentukan arah dan langkah pergerakan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk mengingatkan agar jangan mengangkat orang-orang yang tidak jelas ideologi perjuangannya menjadi pemimpin. Jangan memberi dukungan kepada orang-orang yang zhalim dan korup. Jangan tunduk kepada mereka karena iming-iming harta dan posisi. Jangan mengadakan perjanjian yang akan membahayakan eksistensi gerakan Islam. Mari kita berhati-hati, dan tidak memberikan kepercayaan, dukungan dan loyalitas kepada musuh-musuh Allah. Allah telah mengingatkan: "Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, walaupun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, atau kerabat mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan ke dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pu ridha terhadap Allah. Mereka itulah Hizbullah (Partainya Allah). Ketahuilah bahwa sesungguhnya Partai Allah itulah yang akan memperoleh kemenangan." (QS. Al-Mujadalah:22)   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mengabaikan Prinsip dan Keputusan Syura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Allah mewajibkan syura kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, meskipun beliau telah mendapat wahyu. Beliau selalu melaksanakan syura bersama para sahabatnya karena perintah Allah dan sebagai tasyri' bagi umat Islam. Untuk itulah, beliau mengikuti pendapat Habbab dalam perang Badar, dan mengikuti usulan Salman dalam perang Khandaq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Syura penting kedudukannya dalam gerakan Islam dan "amal jama'i". Dengan syura akan diperoleh pendapat yang lebih matang dan benar. Ia memberi kesadaran akan dasar-dasar keikutsertaan dalam tanggung jawab. Syura juga menumbuhkan suasana saling percaya dan kerjasama antara semua anggota jama'ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Setiap individu dalam gerakan Islam dituntut agar bersifat positif dan aktif dalam da'wah. Ia harus ikut memikirkan, memberikan pandangan-pandangan dalam mewujudkan kemanfaatan, menghindari kemuidharatan, serta membantu qiyadahnya dengan pemikiran, ide, gagasan, serta nasihat, sesuai dengan adab da'wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kepada para qiyadah, apapun jabatannya, harus bermusyawarah dengan para kadernya. Memanfaatkan pandangan dan pemikiran mereka dalam menghadapi persoalan dan kemelut. Berlapang dada dalam menerima nasihat yang diberikan kader, walaupun dirasa pahit dan caranya kurang berkenan, agar da'wah tidak kehilangan kebaikan yang terkandung di dalam nasihat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kedua amirul mukminin Abu Bakar radhiyallahu 'anhu dan Umar radhiyallahu 'anhu yang ketika memberi sambutan di hari pelantikannya sebagai Khalifah, keduanya meminta teguran rakyat atas segala bentuk penyelewengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Amirul mukminin Umar radhiyallahu 'anhu bersikap lapang dada terhadap seorang rakyat yang berkata lantang kepadanya di hadapan masyarakat banyak: "Kalau kami melihat Anda melakukan penyimpangan, maka kami akan meluruskannya dengan pedang kami!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pelanggaran terhadap prinsip dan keputusan syura yang dilakukan qiyadah, apapun jabatannya, ilmu dan keahliannya, disamping menyimpang dari khiththah perjuangan, juga berarti pengkhianatan terhadap misi da'wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Begitu pula bagi para kader yang bersikap pasif, tidak memberikan pendapat, masukan dan nasihat kepada qiyadah, serta merasa tidak bertanggung jawab atas masalah tertentu yang strategis, adalah bentuk penyimpangan dan pelanggaran atas prinsip syura dalam da'wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Di antara bentuk penyimpangan lain dari prinsip syura yang berbahaya adalah menjadikan syura sebagai formalitas belaka yang kering dari esensi. Ada Majelis Syura, namun pembentukannya diintervensi dan keputusannya direkayasa oleh pihak-pihak tertentu. Islam menolak segala bentuk manipulasi dan penipuan. Sangat ketat dalam proses pemilihan anggota Majelis Syura, karena mereka bukan saja bertanggung jawab kepada jama'ah; tetapi juga kepada rakyat dan yang paling penting kepada Allah Yang Maha Tahu. Pemilihan anggota majelis syura harus melibatkan semua kader dan elemen jama'ah, dengan mempertimbangkan kebenaran, keadilan dan keridhaan Allah, bukan keridhaan qiyadah. Barangsiapa melanggar hal ini, berarti telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Demikianlah sebagian dari bentuk-bentuk penyimpangan dalam gerakan Islam yang dapat menggelincirkan kita dari tujuan da'wah yang mulia dan suci. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla melindungi kita dari hal-hal tersebut di atas. Hasbunallahu wani'mal wakil, ni'mal mawla wa ni'man-nashir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Wallahu a'lam bish-shawwab. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  Sumber:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Panitia Kajian Islam Kontemporer (KIT) Al Hikmah, Kumpulan Taushiyah Kader untuk Qiyadah, April 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5613473450586471601?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5613473450586471601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5613473450586471601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5613473450586471601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5613473450586471601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/12/penyimpangan-penyimpangan-dalam-dawah.html' title='Penyimpangan-Penyimpangan dalam Da’wah'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-561252495789421414</id><published>2008-12-03T21:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T21:40:55.424-08:00</updated><title type='text'>Ikhlas modal utama dakwah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1157959765; 	mso-list-template-ids:466099374;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} -&lt;/style&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Oleh: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, Lc.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ikhlas akar katanya adalah kholaso-yakhlusu-khuluson. Artinya murni dari segala kotoran. Perbuatan yang diperuntukkan sepenuhnya untuk Allah dan bersih dari tujuan-tujuan selainnya disebut amal yang ikhlas. Masalah ini sangat sensitif bagi manusia. Perasaan tidak ikhlas atau riya' dengan mudah dapat menyelinap dalam suatu amal dengan sangat halus, sehalus rambatan semut di atas kulit. Oleh karenanya evaluasi amal mutlak harus dilakukan setiap saat. Agar apabila terdapat penyimpangan motivasi amal dapat segera terdeteksi.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Al Imam Al Ghozali mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keikhlasan amal dalam tiga tahapan; saat akan beramal, ketika amal dilaksanakan dan saat selesai beramal. Rasulullah SAW selalu berdo’a setiap pagi dan petang, agar terjaga keikhlasan hatinya,&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari perbuatan syirik kepadaMu (beramal tidak ihklas) sekecil apapun yang kami ketahui, dan kami meminta ampunanMu dari yang tidak kami ketahui."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ali bin Abi Thalib menjelaskan tentang indikasi orang yang riya':&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Malas berbuat apabila sendirian,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Bersemangat apabila bersama orang, dan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Menambah amalnya jika dipuji.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Akhil karim…&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Apa yang sedang kita lakukan sekarang, yakni melakukan berbagai macam kegiatan dakwah untuk menuju ishlahul umat, sungguh sangat besar bobotnya di sisi Allah SWT. Ia merupakan kegiatan yang mudah dan indah apabila terus dilandasi ikhlas karena Allah SWT, apapun rintangan dan tantangan yang menghadang perjalanannya. Sebaliknya, kegiatan da'wah ini tidak mungkin dapat ditanggung berat bebannya, akan sulit ditempuh kerumitan perjalannanya, ketika amal-amal itu tidak dilandasi keikhlasan. Sebuah ungkapan hikmah menyatakan,&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Maa Kaana lillaahi yabqoo… Wa maa kaana lighoirihii yafnaa…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Perbuatan yang ikhlas karena Allah akan kekal, dan yang selainnya akan sirna…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Sayangilah diri kita di akhirat nanti dengan menjaga keikhlashan kita. Jangan sampai rasa lelah, lapar, haus bahkan sakit karena beratnya beban kerja dakwah ini menjadi sia-sia karena ketidak ikhlasan amal kita. Sayangilah diri kita, jangan sampai kerja dakwah ini malah menjerumuskan kita ke neraka, hanya karena tidak ikhlas. Karena hakikat ketidak ihklashan adalah syirik kepada Allah SWT, sementara syirik dapat menghapus amal kebaikan. Na’udzu billah.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ikhlash adalah gambaran akidah yang benar, yang  berarti sikap tajarrud seseorang dari semua motivasi selain Allah SWT, dan itulah yang paling dinilai oleh Allah SWT. Niat seorang mukmin lebih baik dari pada amalnya. Sesungguhnya perbuatan itu tergantung dari niatnya. Sehingga motivasi amal akan lebih menentukan bobot sebuah amal dibanding amal itu sendiri. Bahkan amal  jihad, mengajarkan Al Qur'an dan berinfaq, yang merupakan amal yang sangat besar nilainya di sisi Allah SWT, tidak ada artinya di sisi Allah ketika keikhlasan tidak ikut menyertainya, bahkan menyebabkan pelakunya masuk neraka. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah menjelaskan dampak tidak ikhlas dalam bermal,&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;"Sesungguhnya orang yang pertama diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid. Dia didatangkan ke pengadilan, kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmatnya. Maka diapun mengakuinya. Allah SWT bertanya, "Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Dia menjawab, " Aku berperang karena Engkau hingga aku mati syahid." Allah SWT berfirman, "Engkau bohong! Engkau berperang hanya supaya dikatakan,’Dia adalah orang yang gagah berani’. Dan memang begitulah yang dikatakan tentang dirimu." Kemudian diperintahkan agar dia diseret dengan muka telungkup lalu dilemparkan ke dalam neraka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Berikutnya adalah seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca  Al Qur'an. Dia didatangkan  ke pengadilan, lalu diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmatnya. Maka diapun mengakuinya. Allah swt bertanya."Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?". Dia menjawab,"Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur'an karenaMu." Allah SWT berfirman, “Engkau dusta. Engkau mempelajari ilmu agar dikatakan, ‘Dia adalah orang yang alim’, dan engkau membaca Al Qur'an agar dikatakan, ‘Dia adalah Qori’. Dan gelar itu sudah diberikan kepadamu." Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret dengan muka terungkup hingga dilemparkan ke dalam neraka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Berikutnya adalah orang diberi kelapangan oleh Allah SWT dan juga diberi harta yang banyak. Lalu didatangkan ke pengadilan dan diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmatnya. Maka diapun mengakuinya. Allah SWT bertanya, "Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Dia menjawab, "Aku tidak meninggalkan satu jalanpun yang Engkau sukai agar dinafkahkan harta, melainkan aku menafkahkannya karenaMu". Allah SWT berfirman, "Engkau dusta! Engkau melakukan hal itu agar dikatakan, ‘Dia seorang dermawan’. Dan gelar itu sudah diberikan kepadamu". Kemudian dia diperintahkan agar diseret dengan wajah telungkup hingga dilemparkan ke dalam neraka."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;(HR. Muslim, An Nasa'i, At Tirmidzi dan Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Sejarah mencatat bahwa tatkala Mu'awiyah mendengar hadits ini, maka diapun menangis tersedu-sedu hingga pingsan. Setelah siuman dia berkata, “Maha Benar Allah SWT dan RasulNya”&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Akhil Karim…&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Hadits di atas menyadarkan kita bahwa setiap bentuk kebajikan yang kita lakukan adalah hidayah dan nikmat dari Allah SWT. Ia berikan nikmatNya kepada orang yang dikehendakiNya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang yang pernah bertemu langsung dengan Rasulullah dan berinteraksi dengannya namun hidupnya tidak pernah diisi oleh kebajikan walau hanya sekali sujud saja, karena hidayah Allah tidak turun kepadanya. Namun kita yang justru jauh dari masa kehidupan Rasulullah, bersemangat melaksanakan sholat, jihad, dakwah dan lain sebagaianya. Bukankah ini merupakan kenikmatan yang sangat besar dari Allah SWT? Jagalah nikmat ini dengan menjaga keihlasan amal-amal kita.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Akhil Karim…&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Semakin besar jangkauan pekerjaan manusia, semakin besar pula kebutuhannya terhadap keikhlasan, karena tanpa keikhlasan maka amal akan hancur dan hilang barokahnya. Imam Asy Syafi’I, yang keluasan ilmunya menjangkau umat manusia dari dahulu sampai sekarang, terkenal sebagai orang yang besar perhatiannya dalam menjaga keikhlasan beramal. Beliau pernah berkata,&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;"Andai saja tidak seorangpun murid yang pernah belajar dariku yang mengatakan bahwa aku mempelajari ilmu ini dari Syafi’i".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kerja dakwah yang kita lakukan saat ini—Alhamdulillah—telah menjangkau kehidupan masyarakat yang cukup luas. Ini merupakan bentuk kemenangan dakwah yang disebut sebagai Ta’yiidul Mu’minin. Sisi baik fase ini akan membuka berbagai macam peluang kehidupan keduniaan, seperti peluang mendapatkan jabatan, kekayaan dan sebagainya. Kerja dakwahpun akan semakin mudah karena didukung oleh fasilitas-fasilitas tersebut. Namun, di sisi lain, jika pada awalnya amal dakwah tidak didasari oleh keikhlasan, ia justru akan berubah menjadi sumber fitnah, bahkan menyebabkan perpecahan dan permusuhan—na’udzu billah— di antara para kader dakwah.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Maka ucapkanlah ucapan yang sama dengan yang diucapkan oleh Imam Syafi’I ini,&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;"Andaikan saja semua kontribusiku dalam gerakan dakwah ini, tidak seorangpun yang tahu, bahwa ia bersumber dariku"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Insya Allah kerja dakwah ini tidak akan dapat dikotori oleh saling jegal untuk meraih posisi tertentu. Tidak pula saling menjatuhkan untuk meraih peluang-peluang kekayaan, yang mengakibatkan gerakan dakwah dijadikan ajang untuk merebut dunia yang hina dina. Karena sesungguhnya gerakan dakwah adalah tempat manusia berlomba-lomba meraih pahala dan rahmat Allah, kalau dasar ikhlas selalu dijaga dan dipertahankan…&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-561252495789421414?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/561252495789421414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=561252495789421414' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/561252495789421414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/561252495789421414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/12/ikhlas-modal-utama-dakwah.html' title='Ikhlas modal utama dakwah'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7519664865373501662</id><published>2008-10-31T00:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T00:43:59.238-07:00</updated><title type='text'>Test</title><content type='html'>Dah lama ga dibuka nih blog... ternyata masih bisa di akses... Alhamdulillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7519664865373501662?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7519664865373501662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7519664865373501662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7519664865373501662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7519664865373501662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/10/test.html' title='Test'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-6580239427437879125</id><published>2008-07-22T05:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T05:21:43.702-07:00</updated><title type='text'>Latihan teks Arab</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ألسلمو علايكم ورحماتوالله وباراكته&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng ikut milis timur tengah, ternyata bahasannya lebih kereen... cuma banyak mufradat yang kagak  ku mengerti nih, dan bahasa amia dipake pula...Hiks:(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target 2 bulan lagi ikut diskusi ah... sekarang nyimak dulu aja... [Kita bungkam arab itu biar menghargai bahasa fusha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil latihan nulis lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;واندا يوليانتو&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-6580239427437879125?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/6580239427437879125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=6580239427437879125' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6580239427437879125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6580239427437879125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/07/latihan-teks-arab.html' title='Latihan teks Arab'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7669374657912868712</id><published>2008-07-04T01:16:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T01:26:01.705-07:00</updated><title type='text'>Rabbaniyun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;(Al Quran Karim Surah Ali Imran ayat 73)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kawan, nama yang begitu banyak disebut dalam semua kitab suci tiga umat yang paling menyita pemberitaan dunia hari ini itu adalah seorang pengkritis kondisi lingkungannya dan kaumnya.&lt;br /&gt;Bicara soal kedermawanan ia didepan, selalu mengundang makan siapa saja yang lalu didepan kediamannya.&lt;br /&gt;Rumahnya itu, mungkin hanya kemah sederhana dari kulit hewan. Tak ada perpustakaan pribadi seperti orang zaman kini yang lebih banyak menjadikan buku itu koleksi pajangan tanpa minat dan ketentraman membacanya.&lt;br /&gt;Ia punya buku berjuta kali lebih banyak, karena tersimpan di etalase alam semesta yang begitu kaya.&lt;br /&gt;Bacalah kisahnya dalam Alqur'an, betapa banyak dia berdialog dengan tuhannya.&lt;br /&gt;Mungkin lebih banyak dibandingkan dengan makhluk lainnya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wa allahu'alam bi ashowab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7669374657912868712?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7669374657912868712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7669374657912868712' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7669374657912868712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7669374657912868712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/07/rabbaniyun.html' title='Rabbaniyun'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5021008597150162026</id><published>2008-06-22T04:16:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T07:07:44.760-07:00</updated><title type='text'>Ahad pagi [Puas]</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ahad pagi ini, seperti biasanya pulang mabit dari mesjid habib. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi ini dengan semangat baru tentunya [Baru di charge ustadz abdul aziz sih]. Tapi sepertinya ada yang beda, apa ya bedanya? Ternyata target baruku tercapai...[Horeee] itulah bedanya rupanya. Kepuasan yang sulit diungkapkan...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu menyenangkan jika semua target itu bisa dipenuhi... Apalagi dengan kerja keras pontang panting bedarah-darah. [Huaa kayak jihad dipalestine] Tapi benarlah kalau ada pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. habis penderitaan kenikmatan pun datang...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedari Muda bersakit-sakit dahulu biar nikmat dihari tua...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;wallahu a'lam bi showab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5021008597150162026?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5021008597150162026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5021008597150162026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5021008597150162026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5021008597150162026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/06/ahad-pagi-puas.html' title='Ahad pagi [Puas]'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-4166870269776572704</id><published>2008-05-21T21:00:00.000-07:00</published><updated>2008-11-06T12:54:14.963-08:00</updated><title type='text'>3 Hal penyebab kemenangan dakwah Rasulullah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebentar... "Apa buktinya Rasul telah meraih kemenangan dalam dakwah?" tanyaku pada ustadz..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Buktinya adalah Kita bisa mendengar Adzan bergema 5 kali diseluruh penjuru dunia." jawab ustadz..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ustadz-pun mulai memberikan materinya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebenarnya ada 3 Hal penyebabnya kata sayyid Quthub dalam kitab "Dirosat Islamiyah" nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang pertama Atsababun a'la maabdaa [Teguh memegang prinsip]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di surah Al Buruj disebut-sebut Ashabul ukhdud tahukan cerita itu, tanya ustadz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Klo lupa bisa antum baca di Riyadus Sholihin Bab Sab'r. Cerita paling panjang di riyadus sholihin, bercerita tentang seorang pemuda yang teguh memegang prinsip, pernah sempat dikader untuk menggantikan tukang sihir istana yang kemudian dia menentang istana dan beriman kepada Allah yang kemudian diikuti semua warga dinegeri itu. Ada banyak penekanan dalam keteguhan, makanya surat alBuruj sangat berat dipenuhi Qolqolah diakhir, berkaitan dengan kisah ashabul ukhdud ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang Kedua Tawsii riyadhus sholihin [Memperbanyak jumlah orang soleh]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semakin besar wilayah kesolehan maka wilayah fasad/keburukan makin kecil ataupun sebaliknya semakin besar wilayah keburukan maka kebaikan/kesolehan semakin kecil. Inilah misi kita yang terpenting di mihwar ini, memetakan semua potensi orang, karena semua orang itu berpotensi baik, termasuk iblis lho.. Iblis berfungsi sebagai pengimbang agar hidup ini penuh tantangan menuju Khoirul ummah [umat terbaik]. Termasuk juga merebut kekuasaan dari orang yang dzhalim, demi memperluas kebaikan harus kita rebut. Termasuk koalisi hehehe..ustadz tersenyum. Bentar ustadz ana penasaran dengan koalisi yang dilakukan Hizb. Tanyaku, Kenapa hizb dalam PILKADA koalisi dengan berbagai partai dan terkadang calon yang dipilih dalam koalisipun tidak sesuai kriteria...Tanyaku bertubi-tubi pada ustadz...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begini akhi Syaikhus islam Ibnu Tamiyah dalam kitabnya Siyasah as syar'i berkisah, yang merujuk kepada fatwa imam hambal yang isinya jika ada 2 pemimpin yang harus dipilih yang pertama pemimpin kuat tapi Fujur, yang kedua pemimpin lemah tapi soleh, pilihlah pemimpin pertama yang kuat dan fujur. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang kuat, dengan kekuatannya dia bisa mempengaruhi orang untuk berbuat kebaikan. Sedangkan kesholehan itu hanya untuk dirinya, tidak berefek untuk ummat. Ingat akhi selama tidak ada nas qothi semuanya fleksible, tapi sebaliknya jika ada kita harus sami'na waatho'na [patuh]. Ingat hadist Hidayah lewat kamu lebih baik dari onta merah... Jawab ustadz. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang penting itu metode dan kemasan, klo ke orang cina katakan islam itu 5 proyek jangan 5 perkara... 1 perkara bisa hilang ratusan juta... canda ustadz... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Masih ingat materi pekan lalu, kita butuh mobilitas vertikal [Pusat kekuasaan, pengambil kebijakan], dan butuh juga mobilitas horizontal [Masyarakat] untuk mendukung kita, semuanya akan kita panen suatu saat nanti. Dan perlu ditanamkan juga bahwasannya instrumen Negara atau kekuasaan yang diperlukan ini pada akhirnya tetaplah sebagai wasilah. Ingat Dakwah pasti menang dengan atau tanpa kita akhi...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang Ketiga Tadribut syari'ah [Penerapan syariah]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Undang-undang yang adil dilaksanakan oleh orang-orangnya dzholim maka UUD-nya jadi dzholim sebaliknyua UUD yang dzholim dan pelaksananya orang-orang yang adil UUD-nya jadi adil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hukum Hat [potong tangan] bagian kecil dari fiqh, fiqh bagian kecil dari syari'ah. begitu luas aspek syariah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ibnu tamiyah berkata "Meraih kekuasaan untuk ta'aruf kepada Allah adalah amal soleh yang paling afdhol."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ingat akhi ikan kalau hidup pasti segar, mau di air tawar ataupun asin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wallahu a'alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bandung, 06 mei 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-4166870269776572704?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/4166870269776572704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=4166870269776572704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4166870269776572704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4166870269776572704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/05/3-hal-penyebab-kemenangan-dakwah.html' title='3 Hal penyebab kemenangan dakwah Rasulullah'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5514395161081982401</id><published>2008-05-19T01:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T01:49:32.230-07:00</updated><title type='text'>Cinta berjuta ungkapan makna</title><content type='html'>Kata Ibnul Qayyim Al Jauziyyah :&lt;br /&gt;"Siapa yang tidak mau mencicipi manisnya cinta, tidak akan bisa menikmati kehidupan."&lt;br /&gt;Untuk memahami kehidupan kata Jalaluddin Rumi,&lt;br /&gt;“Keluarlah dari lingkaran waktu masuklah dalam lingkaran cinta”&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri begitu banyak arti cinta dalam hidup ini... Sampai-sampai Einstein pun berkata, “Betapa kuyakin tuhan tidak sedang bermain dadu.”&lt;br /&gt;Pernah Rabiyah al adhawiyah di akhir sholat malamnya sambil terisak berdoa,&lt;br /&gt;“Ya Allah kumohon cintaMu, dan cinta orang-orang yang mencintaiMu, jangan biarkan aku jauh dari CintaMu...”&lt;br /&gt;Cinta berjuta makna, sangat indah di rasa...&lt;br /&gt;Begitu Indah ungkapan Rasulullah SAW pada Khadijah,&lt;br /&gt;"Cinta itu dikaruniakan Allah padaku."" Siapa lagi yang bisa menggantikan Khadijah-ku?"&lt;br /&gt;Ikal pada A ling,&lt;br /&gt;"Cinta pertamaku pada A Ling menimbulkan perasaan seperti aku baru pandai naik sepeda. Ia seperti kembang api, seperti pasar malam, seperti lebaran. Cintanya mengajakku menulis puisi. Cintanya adalah sastra."&lt;br /&gt;Lain hal pada Katya, Ikal mendeskripsikan,&lt;br /&gt;"Cinta pada Katya adalah chemistry. Cintanya memancing caudate nucleus dari sudut-sudut gelap otak, menyalakan dopamin pengundang resiko-resiko moral, dan memantik simpul-simpul saraf yang mengobarkan ide-ide platonik."&lt;br /&gt;Juliet pada Romeo, (sambil memandang rangkaian bunganya)&lt;br /&gt;"Kau bunga yang memilukan pandangan handai taulan yang hadir, dan cintaku pada Romeo lebih dari bunga yang menawan hati ini. Dan kukatakan bahwa keindahan bunga hanya bisa bertahan 24 jam, esok harinya kau akan layu dan ku campakkan ke laut. Namun cintaku pada kekasihku, Romeo, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan , dari tahun ke tahun dan seterusnya, bahkan sampai pada akhir hayatku , cintaku padanya semakin menggebu-gebu."&lt;br /&gt;Super Heropun tak ketinggalan mereka punya cara mengungkapkan cintanya,&lt;br /&gt;Tony Stark [IRON MAN] pada Beeney, (Saat meminta memasangkan reaktor energi mini ketubuhnya)&lt;br /&gt;“Aku tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini selain dirimu.”&lt;br /&gt;Peter Paker [Spiderman] pada Marie Jane,&lt;br /&gt;“Aku sangat mencintaimu Marie, sangat berbahaya bila kau dekat denganku”&lt;br /&gt;Clark Kent pada Lois Lane, (Saat Clark kehilangan kekuatannya pertama kali)&lt;br /&gt;“Aku mencintaimu sepenuh hatiku, saat pertama kita bertemu Lane.”&lt;br /&gt;Napoleon pada istrinya, (ketika diasingkan di P Helena)&lt;br /&gt;"Aku telah jauh darimu dan hidupku merana. Dan perjuanganku sampai menguasai Afrika Utara dan Eropa sebagian besar atas dukungan semangat istriku."&lt;br /&gt;Aisha pada Fahri, (dalam bentuk puisi karya Paul Eluard)&lt;br /&gt;"Agar dapat melukiskan hasratku, kekasih..Taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu, Ciuman dalam malam yang hidup, dan deras lenganmu memeluk daku. Seperti suatu nyala bertanda kemenangan. mimpiku pun berada dalam benderang dan abadi."&lt;br /&gt;Fahri pun membalasnya mesra....&lt;br /&gt;"alangkah manis bidadariku ini. Bukan main elok pesonanya, matanya berbinar-binar alangkah indahnya, bibirnya...mawar merekah di taman surga.”&lt;br /&gt;Anna Althafunnisa pada Abdullah Khairul Azzam.&lt;br /&gt;“Kaulah kekasihku, bukalah cadarku, sentuh suteraku, renggut mahkotaku, nikmati jamuanku, jangan khianatiaku!”&lt;br /&gt;Azzam menjawab dengan suara bergetar.&lt;br /&gt;“Akan kurenggut mahkotamu dengan cintaku, Dan kunikmati jamuanmu dengan cintaku, Tak mungkin aku mengkhianatimu karena aku cinta padammu.”&lt;br /&gt;Zulaikha terhadap Yusuf as,&lt;br /&gt;"Inilah orang yang kulihat sebagai suamiku dalam mimpiku dulu sewaktu aku masih gadis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Begitu indah ungkapan cinta, bagai musim semi dihati ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“fabiayyi alaa 'i robbikuma tukadziban"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5514395161081982401?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5514395161081982401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5514395161081982401' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5514395161081982401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5514395161081982401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/05/cinta-berjuta-ungkapan-makna.html' title='Cinta berjuta ungkapan makna'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3098112854238731655</id><published>2008-05-17T05:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-17T05:16:06.204-07:00</updated><title type='text'>Inpirasi Tiada Henti</title><content type='html'>"Akhi.. Wajah antum tampak kusut, kenapa?"&lt;br /&gt;Tanya ustadz, waktu itu.. Dan akupun terdiam membisu...&lt;br /&gt;"Sayang kapasitas otak yang besar kalao diisi yang tidak bermanfaat akhi. Apalagi virus!! Dia bisa mengganda dengan sangat cepat."&lt;br /&gt;"Masalah jodoh kalau sudah waktunya pasti datang, Ngapain mikir anak orang akhi. mendingan antum Tarkis [Fokus] saja...&lt;br /&gt;Masih sangat buanyak amal soleh dan kerja besar yang harus dilakukan ketimbang mikirin yang tak berguna yang penuh dengan syahwat. Sayang energi akhii."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi kuterhenyak dan terdiam... perkataan ustadz menyadarkanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayooo berkarya, Bangkitlah Harapan Itu Masih Ada!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3098112854238731655?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3098112854238731655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3098112854238731655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3098112854238731655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3098112854238731655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/05/inpirasi-tiada-henti.html' title='Inpirasi Tiada Henti'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-4890495294172154983</id><published>2008-04-25T01:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T01:28:47.042-07:00</updated><title type='text'>Merenung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jika orang tinggi mencapai pengertian, ia akan rendah hati&lt;br /&gt;Jika orang rendah mencapai pengertian, ia akan tinggi hati&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;(Ali bin Abi Thalib as)&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Merenung, ternyata bukanlah suatu kegiatan yang menghabiskan waktu. Merenunglah maka puncak produktivitas anda akan terbentuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda Kenapa banyak orang yang puluhan tahun bekerja dan berpengalaman, tapi kemampuannya tidak meningkat, bahkan selalu mengulangi kesalahannya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah orang itu tidak merenungi aktivitas dan pekerjaan yang telah dilakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Stephen Covey dalam seven habitnya pernah menganjurkan kita untuk mengasah gergaji.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu cara yang dianjurkannya adalah melalui merenung. Karena pada saat kita merenung akan terjadi proses pengendapan pengalaman yang membuat kita mendapatkan pencerahan dan pemaknaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat muslimpun sangat dianjurkan untuk merenung, salah satunya yang kita sebut muhasabah, yang sering dilakukan dalam pengajian. bahkan dalam ibadah haji juga kita diwajibkan untuk tawaf, yang isinya merenung juga. Dalam bahasa arab ada istilah itikaf yang satu kata dengan tawaf, biasanya dilakukan banyak muslim diakhir ramadhan, sangat dianjurkan untuk mendapatkan pengampunan dariNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Merenung akan lebih baik, jika dilakukan oleh anda yang sangat sibuk. Begitupun itikaf pada ramadhan akan lebih baik dilakukan oleh anda yang sangat sibuk dibulan ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;original writing by Wanda Yulianto Inspirasi dari Liqo bareng bang Aad (Adriano Rusfi) menjelang akhir Ramadhan 1427 H) &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-4890495294172154983?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/4890495294172154983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=4890495294172154983' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4890495294172154983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4890495294172154983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/04/merenung.html' title='Merenung'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-347774811407197219</id><published>2008-04-25T01:19:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T01:20:59.778-07:00</updated><title type='text'>Humairoh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah pernyataan ditelevisi dengan tema poligami islami beberapa waktu yang lalu, seorang mubalighoh (Mubalighoh bentuk muannas dari Mubaligh, muannas menyatakan bentuk perempuan, biasanya diakhiri Ta marbutoh) mengatakan atas nama kaum hawa. Kalau mau poligami cara Rasulullah carilah janda jelek yang sudah tua, beranak banyak seperti Ummu Salamah yang dinikahi Rasul. Janganlah yang muda dan cantik seperti Aisyah yang dipanggil Rasulullah “HUMAIROH”. Sebuah pernyataan yang menurut sang Mubalighoh membela kaum hawa dengan menggambarkan kecantikan Aisyah dengan sebutan “Humairoh”..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan akupun tersenyum, rupanya sang Mubalighoh tidak mempelajari sejarah. Dalam tarikh digambarkan Ummu salamah seorang wanita cantik yang Aisyah pun sempat cemburu ketika mendengar Rasulullah akan menikahinya (Diriwayatkan juga dalam Sahih Muslim). Sebelum bertemu saja, Aisyah sudah cemburu dengan kecantikan Ummu Salamah, dan memang ketika bertemu Aisyah juga berkata bahwa kecantikan Ummu salamah jauh lebih cantik dari pada yang diberitakan orang-orang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kawan, Humairoh sebenarnya sebuah buah yang berwarna merah biasanya digunakan wanita afrika untuk menghiasi wajahnya dan menurut kabar Aisyah senang menggunakan makeup dengan buah humairoh ini. Mungkin karenanya Rasulpun memanggilnya humairoh (kemerah-merahan). Dalam tarikh disebutkan sayidina Aisyah kulitnya gelap sama seperti ayahnya Abu bakar ra,  jadi humairoh bukan panggilan karena kulit Aisyah putih dan pipihnya kemerahan karena malu. Melainkan sebuah buah yang sering digunakan sebagai makeup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Kupersembahkan untuk seorang ukhti yang menyebut dirinya Humairoh) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam..   &lt;br /&gt;Al Faqir ILallah&lt;br /&gt;Wanda Yulianto&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-347774811407197219?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/347774811407197219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=347774811407197219' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/347774811407197219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/347774811407197219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/04/humairoh.html' title='Humairoh'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-2358947473481457771</id><published>2008-04-25T00:46:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T00:56:33.144-07:00</updated><title type='text'>Game SAMAA...</title><content type='html'>Modification and Design By Wanda Yulianto&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nama Game: SAMAA.....&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gambaran: Game ini termasuk ice breaking untuk para peserta suatu mentoring/pelatihan yang pada awalnya sempat terjadi perbedaan pendapat disaat berdiskusi. Mentor dapat menggunakannya untuk mengkondisikan mentee agar tenang dan bisa kosentrasi lagi untuk berdiskusi. Konsep dasarnya Hypnosis, dimulai dari trance ringan dan kemudian masuk ke emosi peserta.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Mencairkan suasana dan mengingatkan peserta, bahwa kita semua sama tidak ada perbedaan, yang membedakannya adalah ketaqwaan kita kepada tuhan.&lt;br /&gt;b. Menambah keakraban antar peserta mentoring/training dan mempererat rasa persaudaraan dari kesamaan peserta.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu:&lt;/strong&gt; 10 menit, tetapi jika mentor/fasilitator ingin membingkai untuk tujuan khusus, misalnya dengan membahas tingkat kosentrasi peserta, dapat juga melewati waktu 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Orang:&lt;/strong&gt; Tidak ada batasan, asal bisa berpasangan dan fasilitator dapat mengamatinya dengan cukup baik.&lt;br /&gt;Bahan/alat yang diperlukan: Tidak ada&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prosedur:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Mentor meminta para peserta (Mentee) untuk berpasangan, dan pastikan tiap orang harus punya pasangan masing-masing.&lt;br /&gt;b. Minta Mentee untuk berhadapan dan saling pandang. Katakan Mereka harus kosentrasi dan melihat wajah pasangannya sampai terbayang wajahnya.&lt;br /&gt;c. Mentor mengiringi dengan kata Afirmasi “(Samaa.)”&lt;br /&gt;d. Minta semua peserta untuk memejamkan mata dan membayangkan wajah pasangannya. (Mentor tetap menyebutkan kata Afirmasi “Sama”)&lt;br /&gt;e. Dalam hitungan 1-3 minta semua peserta untuk buka mata dan langsung “suit”.&lt;br /&gt;f. Waktu yang diberikan 5-10 menit tergantung jumlah peserta.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Catatan Fasilitator:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;a. Mentor memperhatikan mana peserta yang kosentrasi, mana yang tidak.&lt;br /&gt;b. Mentor dapat menambahkan kunci sukses game ini, adalah penggunaan emosi bukan logika. Biasanya peserta berusaha menebak dengan logika, bisa juga diceritakan konsep Men From Mars dan Women from Venus (John Gray). Kesamaan emosi dan hati yang tulus yang membuat kita sama.&lt;br /&gt;c. Mentor juga dapat membuat pembahasan lebih mendalam dengan mengambil sampel beberapa peserta dan minta mereka menceritakan kenapa mereka sama suitnya ataupun beda suitnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-2358947473481457771?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/2358947473481457771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=2358947473481457771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2358947473481457771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2358947473481457771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/04/game-samaa.html' title='Game SAMAA...'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-1268274779104663630</id><published>2008-03-27T01:50:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T01:55:07.315-07:00</updated><title type='text'>Su'dakh</title><content type='html'>Lagi pusing nih.... jadi aja judulnya  SU'DAKH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-1268274779104663630?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/1268274779104663630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=1268274779104663630' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1268274779104663630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1268274779104663630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/03/sudakh.html' title='Su&apos;dakh'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5910746753010839682</id><published>2008-02-24T22:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T23:22:01.238-08:00</updated><title type='text'>Ketika Derita Mengabadikan Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dapet tulisan dari sebuah maillink list, bagus juga tulisannya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketika Derita Mengabadikan Cinta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;( Romance True Story from Egypt )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk keduamempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh HasanAl-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur RumahSakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan..." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo. Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol ditelevisi itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu... Bismillah, alhamdulillah, washalatu was salamu'ala Rasulillah, amma ba'du. Sebelumnya saya mohon ma'af , saya tidak bisa memberi nasihat lazimnya para ulama, para mubhaligh dan para ustadz. Namun pada kesempatan kali iniperkenankan saya bercerita... Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan fiktif belaka dan bukan cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai harganya, yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. Harapan saya, mempelai berdua dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Ambilah mutiaranya dan buanglah lumpurnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya berharap kisah nyata saya ini bisa melunakkan hati yang keras, melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap hati yang menangkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiga puluh tahun yang lalu ... Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan menengah keatas. Ayah saya seorang perwira tinggi, keturunan "Pasha" yang terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah terhormatnya, seorang lady dari keluarga aristokrat terkemuka di Ma'adi, ia berpendidikan tinggi, ekonom jebolan Sorbonne yang memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik di negeri ini. Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana aristokrat dengan tatanan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma aristokrat. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan aristokrat atau kalangan high class yang sepadan! Entah kenapa saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Sayamerasa terkukung dan terbelenggu dengan strata sosial yang didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan benar hidup yang saya cari. Saya lebih merasa hidup justru saat bergaul dengan teman-teman dari kalangan bawah yang menghadapi hidup dengan penuh rintangan dan perjuangan. Hal ini ternyata membuat gusar keluarga saya, mereka menganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial keluarga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pergaulan saya dengan orang yang selalu basah keringat dalam mencari pengganjal perut dianggap memalukan keluarga. Namun saya tidak peduli. Karena ayah memperoleh warisan yan sangat besar dari kakek, dan ibu mampu mengembangkannya dengan berlipat ganda, maka kami hidup mewah dengan selera tinggi. Jika musim panas tiba, kami biasa berlibur ke luar negri,ke Paris, Roma, Sydney atau kota besar dunia lainnya. Jika berlibur didalam negeri ke Alexandria misalnya, maka pilihan keluarga kami adalah hotel San Stefano atau hotel mewah di Montaza yang berdekatan dengan istana Raja Faruq. Begitu masuk fakultas kedokteran, saya dibelikan mobil mewah. Berkali-kali saya minta pada ayah untuk menggantikannya dengan mobil biasa saja, agar lebih enak bergaul dengan teman-teman dan para dosen. Tetapi beliau menolak mentah-mentah. "Justru dengan mobil mewah itu kamu akan dihormati siapa saja" tegas ayah. Terpaksa saya pakai mobil itu meskipun dalam hati saya membantah habis-habisan pendapat materialis ayah. Dan agar lebih nyaman di hati, saya parkir mobil itu agak jauh dari tempat kuliah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika itu saya jatuh cinta pada teman kuliah. Seorang gadis yang penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan ahlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menajubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya. Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan. Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas. Maka datanglah saat untuk mewujudkan impian kami berdua menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus. Saya buka keinginan saya untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu, dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan beliau mengultimatum: Pernikahan ini tidakboleh terjadi selamanya! Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup rencana pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira. Hadirin semua, apakah anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu tukang cukur....tukang cukur, ya... sekali lagi tukang cukur! Saya katakan dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik kepada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi yang tak banyakdilakukan para bangsawan "Pasha". Lewat tangannya ia lahirkan tiga dokter, seorang insinyur dan seorang letnan, meskipun dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan. Ibu, saudara dan semua keluarga berpihak kepada ayah. Saya berdiri sendiri, tidak ada yang membela. Pada saat yang sama adik saya membawa pacarnya yang telah hamil 2 bulan ke rumah. Minta direstui. Ayah ibu langsung merestui dan menyiapkan biaya pesta pernikahannya sebesar 500ribu ponds. Saya protes kepada mereka, kenapa ada perlakuan tidak adil seperti ini? Kenapa saya yang ingin bercinta di jalan yang lurus tidak direstui, sedangkan adik saya yang jelas-jelas telah berzina, bergonta-ganti pacar dan akhirnya menghamili pacarnya yang entah yang keberapa di luar akad nikah malah direstui dan diberi fasilitas maha besar? Dengan enteng ayah menjawab. "Karena kamu memilih pasangan hidup dari strata yang salah dan akan menurunkan martabat keluarga, sedangkan pacar adik kamu yang hamil itu anak menteri, dia akan menaikkan martabat keluarga besar Al Ganzouri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Hadirin semua, semakin perih luka dalam hati saya. Kalau dia bukan ayah saya, tentu sudah saya maki habis-habisan. Mungkin itulah tanda kiamat sudah dekat, yang ingin hidup bersih dengan menikah dihalangi, namun yang jelas berzina justru difasilitasi. Dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja. Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya. Dengan penuh kejujuran saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya. Namun, la haula wala quwwatailla billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliaupun menolak mentah-mentah untuk mengawinkanputrinya dengan saya. Ternyata beliau menjawabnya dengan reaksi lebihkeras, beliau tidak menganggapnya sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya. Kami berdua bingung, jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial , sedangkan keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang air mata, beratap dan bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta? Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penderitaan ini. Suatu hari saya ajak gadis yang saya cintai itu ke kantorma'dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai 3 orang sahabat karibku. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma'dzun untuk melaksanakan akad nikah kami secara syari'ah mengikuti mahzab imam Hanafi. Ketika Ma'dzun menuntun saya, "Mamduh, ucapkanlah kalimat ini: Saya terima nikah kamu sesuai dengan sunatullah wa rasulih dan dengan mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai mahzab Imam Abu Hanifah." Seketika itu bercucuranlah air mata saya, air mata dia dan air mata 3 sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah itu. Kami keluar dari kantor itu resmi menjadi suami-isteri yang sah di mataAllah SWT dan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya bisikkan ke istri saya agar menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum berakhir. Seperti yang saya duga, penderitaan itu belum berakhir, akad nikah kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan mata. Begitu mencium pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita. Saya pergi dari rumah tanpa membawaapa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa potong pakaian dan uangsebanyak 4 pound saja! Itulah sisa uang yang saya miliki sehabis membayarongkos akad nikah di kantor ma'dzun. Begitu pula dengan istriku, ia pun diusir oleh keluarganya. Lebih tragis lagi ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang sebanyak 2 pound, tak lebih! Total kami hanya pegang uang 6 pound atau 2 dolar!!!  Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan uang 6 pound? Kami berdua bertemu dijalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil, rasa cemas, takut, sedih dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang , rasaberdaya dan hidup menjalari sukma kami. "Habibi, maafkan kanda yang membawamu ke jurang kesengsaraan seperti ini. Maafkan Kanda!" "Tidak... Kanda tidak salah, langkah yang kanda tempuh benar. Kita telah berpikir benar dan bercinta dengan benar. Merekalah yang tidak bisa menghargai kebenaran. Mereka masih diselimuti cara berpikir anak kecil. Suatu ketika mereka akan tahu bahwa kita benar dan tindakan mereka salah. Saya tidak menyesal dengan langkah yang kita tempuh ini. Percayalah, insya Allah, saya akan setia mendampingi kanda, selama kanda tetap setia membawa dinda ke jalan yang lurus. Kita akan buktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dan jaya dengan keyakinan cinta kita. Suatu ketika saat kita gapai kejayaan itu kita ulurkan tangan kita dan kita berikan senyum kita pada mereka dan mereka akan menangis haru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Air mata mereka akan mengalir deras seperti derasnya air mata derita kita saat ini," jawab isteri saya dengan terisak dalam pelukan. Kata-katanya memberikan sugesti luar biasa pada diri saya. Lahirlah rasa optimisme untuk hidup. Rasa takut dan cemas itu sirna seketika. Apalagi teringat bahwa satu bulan lagi kami akan diangkat menjadi dokter. Dan sebagai lulusan terbaik masing-masing dari kami akan menerima penghargaan dan uang sebanyak 40 pound. Malam semakin melarut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk diemperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa. Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak mungkin kami tidur di emperan toko itu. Jalan keluar pun datang juga. Dengan sisa uang 6 pound itu kami masih bisa meminjam sebuah toko selama 24 jam. Saya berhasil menghubungi seorang teman yang memberi pinjaman sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami mencarikan losmen ala kadarnya yang murah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segera kami disadarkan kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah, kami harus mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta, kasih sayang dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah SWT. Kami hidup dalam losmen itu beberapa hari, sampai teman kami berhasilmenemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra Khaimah. Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan mereka. Bahkan rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus dari rumah kontrakan kami. Namun bagi kami adalah hadiah dari langit. Apapun bentuk rumah itu, jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh ia bagaimendapat hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang jaminan danuang administrasi lainnya. Jadi sewanya tak lebih dari 25 pound saja untuk 3 bulan. Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah kesana. Lalu kami pergi membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu kecil, dua kursi dansatu kompor gas sederhana sekali, kipas dan dua cangkir dari tanah, itu saja... tak lebih. Dalam hidup bersahaja dan belum dikatakan layak itu, kami merasa tetap bahagia, karena kami selalu bersama. Adakah di dunia ini kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta? Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah menjanjikan cinta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnya persetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah di surga. Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh lebih nikmat darisemua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh Allah kepada penghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah SWT. Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang berhak memperoleh segala cinta di surga. Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya. Istri saya jadi rajin membaca Al-Qur'an, lalu memakai jilbab, dan tiada putus shalat malam. Di awal malam ia menjelma menjadi Rabi'ah Adawiyah yang larut dalam samudra munajat kepada Tuhan. Pada waktu siang ia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan. Ia memang wanita yang berkarakter dan berkepribadian kuat, ia bertekad untuk hidup berdua tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah SWT. Dia juga seorang wanita yang pandai mengatur keuangan. Uang sewa sebanyak 25 poud yang tersisa setelah membayar sewa rumah cukup untuk makan dan transportasi selama sebulan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetanggga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan kamipun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan dan deritahidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-sampai ada yang bilang tanpa disengaja, "Ah, kami kira para dokter itu pasti kaya semua, ternyata ada juga yang melarat sengsara seperti Mamduh dan isterinya. "Akrabnya pergaulan kami dengan para tetangga banyak mengurangi nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan kecil layaknya saudara sendiri.  Ada yang menawarkan kepada isteri agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka karena kami memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dokter. Ada yang membantu membersihkan rumah. Saya sangat terkesan dengan pertolongan-pertolongan mereka. Kehangatan tetangga itu seolah-olah pengganti kasarnya perlakuan yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami. Yang lebih menyakitkan mereka tidak membiarkan kami hidup tenang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu malam, ketika kami sedang tidur pulas, tiba-tiba rumah kami digedor dan didobrak oleh 4 bajingan kiriman ayah saya. Mereka merusak segala perkakas yang ada. Meja kayu satu-satunya, mereka patah-patahkan, begitujuga dengan kursi. Kasur tempat kami tidur satu-satunya mereka robek-robek. Mereka mengancam dan memaki kami dengan kata-kata kasar. Lalu mereka keluar dengan ancaman, "Kalian tak akan hidup tenang, karena berani menentang Tuan Pasha." Yang mereka maksudkan dengan Tuan "Pasha" adalah ayah saya yang kala itu pangkatnya naik menjadi jendral. Ke-empat bajingan itu pergi. Kami berdua berpelukan, menangis bareng berbagi nestapa dan membangun kekuatan. Lalu kami tata kembali rumah yang hancur. Kami kumpulkan lagi kapas-kapas yang berserakan, kami masukan lagi ke dalam kasur dan kami jahit kasur yang sobek-sobek tak karuan itu. Kami tata lagi buku-buku yang berantakan. Meja dan kursi yang rusak itu berusaha kami perbaiki. Lalu kami tertidur kecapaian dengan tangan erat bergenggaman, seolah eratnya genggaman inilah sumber rasa aman dan kebahagiaan yang meringankan intimidasi hidup ini. Benar, firasat saya mengatakan ayah tidak akan membiarkan kami hiduptenang. Saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa ayah telah merancang skenario keji untuk memenjarakan isteri saya dengan tuduhan wanita tuna susila. Semua orang juga tahu kuatnya intelijen militer di negeri ini. Mereka berhak melaksanakan apa saja dan undang-undang berada di telapakkaki mereka. Saya hanya bisa pasrah total kepada Allah mendengar hal itu. Dan Masya Allah! Ayah telah merancang skenario itu dan tidak mengurungkan niat jahatnya itu, kecuali setelah seorang teman karibku berhasil memperdaya beliau dengan bersumpah akan berhasil membujuk saya agar menceraikan isteri saya. Dan meminta ayah untuk bersabar dan tidak menjalankan skenario itu , sebab kalau itu terjadi pasti pemberontakan saya akan menjadi lebih keras dan bisa berbuat lebih nekad. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tugas temanku itu adalah mengunjungi ayahku setiap pekan sambil meminta beliau sabar, sampai berhasil meyakinkan saya untuk mencerai isteriku. Inilah skenario temanku itu untuk terus mengulur waktu, sampai ayah turun marahnya dan melupakan rencana kejamnya. Sementara saya bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang. Beberapa bulan setelah itu datanglah saat wajib militer. Selama satu tahun penuh saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang saya takutkan, tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima kecuali 6 pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang sangat saya cintai. Nyaris selama 1 tahun saya tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan isteri tercinta. Tetapi Allah tidak melupakan kami, Dialah yang menjaga keselamatan hamba-hamba-Nya yang beriman. Isteri saya hidup selamat bahkan dia mendapatkan kesempatan magang di sebuah klinik kesehatan dekat rumah kami. Jadi selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan rahmat Allah SWT. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu kepada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya. Saya teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia &amp;amp; lepas dari belenggu derita: Sambil menatap kaki langit Kukatakan kepadanya Di sana... di atas lautan pasir kita akan berbaring Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba Bukan karna ketiadaan kata-kata Tapi karena kupu-kupu kelelahan Akan tidur di atas bibir kita Besok, oh cintaku... besok Kita akan bangun pagi sekali Dengan para pelaut dan perahu layar mereka Dan akan terbang bersama angin Seperti burung-burung Yah... saya pun memimpikan demikian. Ingin rasanya istirahat dari nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu kepada istri tercinta. Namun dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersih keras untuk masuk program Magister bersama! "Gila... ide gila!!!" pikirku saat itu. Bagaimana tidak...ini adalah saat paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari pekerjaan sebagai dokter di negara Teluk, demi menjauhi permusuhan keluarga yang tidak berperasaan. Tetapi istri saya tetap bersikukuh untuk meraih gelar Magister dan menjawab logika yang saya tolak: "Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan kita dan mendapat tawaran dari Fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya, kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian cinta dalam kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita sudah kepalang basah menderita, kenapa tidak sekalian kita rengguk sum-sum penderitaan ini. Kita sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah kita." Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad baja istriku, hatikupun luluh. Kupenuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran dan kekuatan jiwanya. Jadilah kami berdua masuk Program Magister. Dan mulailah kami memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan, sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek, buku, dll. Nyaris kami hidup laksana kaum Sufi, makan hanya dengan roti dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari awal pernikahan kami. Malam hari kami lalui bersama dengan perut kosong, teman setia kami adalah air keran. Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama dalam suatu malam sampai didera rasa lapar yang tak terperikan, kami obati dengan air. Yang terjadi malah kami muntah-muntah. Terpaksa uang untuk beli buku kami ambil untuk pengganjal perut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siang hari, jangan tanya... kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan. Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikitpun. Tidak pernah saya melihat istri saya mengeluh, menagis dan sedih ataupun marah karena suatu sebab. Kalaupun dia menangis,itu bukan karena menyesali nasibnya, tetapi dia malah lebih kasihan kepada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup sengsara layaknya gelandangan. Sebaliknya, sayapun merasa kasihan melihat keadaannya, dia yang asalnya hidup nyaman dengan keluarganya, harus hidup menderita di rumah kontrakan yang kumuh dan makan ala kadarnya. Timbal balik perasaan ini ternya menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan rasa sayang, hormat, dan cinta yang mendalam padanya. Setiap kali saya angkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya ini. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku dan menatap saya penuh cinta dengan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan terlupakan semua. Rasanya kamilah orang yang paling berbahagia di dunia ini. "Allah menyertai orang-orang yang sabar, sayang..." bisiknya mesra sambil tersenyum. Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara. Allah Maha Penyayang, usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih gelarMagister dengan waktu tercepat di Mesir. Hanya 2 tahun saja! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih gelar Magister pun kami masih hidup susah, tidur di atas kasur tipis dan tidak ada istilah makan enak dalam hidup kami. Sampai akhirnya rahmat Allah datang juga. Setelah usaha keras, kamiberhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dan untukpertama kalinya, setelah 5 tahun berselimut derita dan duka, kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang mewah, merasakan kembali tidur di kasur empuk dan kembali mengenal masakan lezat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua tahun setelah itu, kami dapat membeli villa berlantai dua di Heliopolis, Kairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istriku memang 'edan'. Ia kembali mengeluarkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan program Doktor Spesialis di London, juga dengan logika yang sulit saya tolak: "Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita lalui, dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil gelar Doktor diLondon. Setelah bertahun-tahun hidup di lorong kumuh, tak ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil merasakan hidup dinegara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah menyediakan dana tambahan." Kucium kening istriku, dan bismillah... kami berangkat ke London. Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol gelar Doktor dari London. Saya spesialis syaraf dan istri saya spesialis jantung. Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan saya diangkat sebagai direktur rumah sakit, dan istri saya sebagai wakilnya! Kami juga mengajardi Universitas. Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemaniku dalam suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan. Lima tahun setelah itu, kami pindah kembali ke Kairo setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Haram. Kami kembali laksana raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling dunia. Kini kami hidupbahagia, penuh cinta dan kedamaian setelah lebih dari 9 tahun hidup menderita, melarat dan sengsara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami kepada Allah swt dan bertambahlan rasa cinta kami. Ini kisah nyata yang saya sampaikan sebagai nasehat hidup. Jika hadirin sekalian ingin tahu istri saleha yang saya cintai dan mencurahkan cintanya dengan tulus, tanpa pernah surut sejak pertemuan pertama sampai saat ini, di kala suka dan duka, maka lihatlah wanita berjilbab biru yang menundukdi barisan depan kaum ibu, tepat di sebelah kiri artis berjilbab HudaSulthan. Dialah istri saya tercinta yang mengajarkan bahwa penderitaanbisa mengekalkan cinta. Dialah Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz..." Tepuk tangan bergemuruh mengiringi gerak kamera video menyorot sosok perempuan separoh baya yang tampak anggun dengan jilbab biru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perempuan itu tengah mengusap kucuran air matanya. Kamera juga merekam mata Huda Sulthan yang berkaca-kaca, lelehan air mata haru kedua mempelai, dan segenap hadirin yang menghayati cerita ini dengan seksama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikutip dari postingan akh Budi hidayat di milis ikhwan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5910746753010839682?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5910746753010839682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5910746753010839682' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5910746753010839682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5910746753010839682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/02/ketika-derita-mengabadikan-cinta.html' title='Ketika Derita Mengabadikan Cinta'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-615379618489254766</id><published>2008-02-07T23:37:00.001-08:00</published><updated>2008-02-08T01:08:34.735-08:00</updated><title type='text'>Gelas, kolam dan memaafkan</title><content type='html'>Minggu pagi yang cerah, dihalaman rumput taman ganesha Salman ITB.Tampak sesosok mentor yang sedang asyik memberikan simulasi kepada peserta mentoringnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang sambil tersenyum, diapun berkata kepada adik mentoringnya,&lt;br /&gt;"Adik-adik disini ada secangkir gelas yang berisi air putih dan disamping kita juga ada kolam ikan yang cukup luas."&lt;br /&gt;"Sekarang kalau air digelas ini kita masukkan 1 sendok makan garam dapur, bagaimanakah kira-kira rasanya?"&lt;br /&gt;Ungkap sang kakak mentor, untuk mengkondisikan adik-adiknya..&lt;br /&gt;Tampak berpikir panjang, Serentak Adik-adik mentoringpun menjawab "Rasanya Asin kak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kolam yang luas ini, kakak masukkan 1 sendok garam juga, bagaimanakah kira-kira rasanya?"&lt;br /&gt;Pertanyaan lanjutan sang kakak mentor yang membuat adik-adik mulai berpikir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian dengan penuh antusias adik-adik peserta mentoring menjawabnya. "Tidak asin kak!" Suasanapun mendadak menjadi riuh rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suasana agak tenang, sang kakak Mentorpun melanjutkannya dan berkata : "Betul adik-adik! "ada yang bisa menjelaskannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berfikir singkat seorang Adik menjawabnya :&lt;br /&gt;" Air digelas sangatlah sedikit, hal ini disebabkan kapasitas gelas yang kecil sehingga menyebabkan air menjadi sangat asin. Berbeda halnya dengan kolam yang sangat luas yang mudah melarutkan garam dengan sangat cepat dan menguraikannya hingga tak berasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum kemudian kakak Mentor menambahkan :&lt;br /&gt;"Yups! "Sekarang kita anggap Gelas dan Kolam melambangkan hati didada kita sedangkan garam adalah racun seperti kata-kata negatif dan perbuatan yang menyakitkan kita". Manakah yang lebih baik adik-adik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adik Mentoringpun menjawab : "Kolam yang luas kak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Kakak Mentor mengarahkan adik-adiknya kemateri :&lt;br /&gt;"Ya, baiklah. Sekarang coba adik-adik bayangkan, Andai saja kita selalu berlapang dada setiap mendapat garam, tentunya tidak akan ada dendam dan khilaf yang membekas. Dan apalagi jika kita bisa berlapang dada seluas-luasnya, kita akan bisa menahan marah, memaafkan, dan berbuat baik kapan saja.&lt;br /&gt;Kemudian sang kakak mentor melanjutkan tausyiahnya : "Menahan marah, memaafkan dan berbuat baik adalah kesatuan nilai yang mendasari ketaqwaan. Menahan marah saja tanpa memaafkan bukan ciri orang taqwa, tapi ciri orang pendendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan jelas tak bisa direkayasa secara artifisial hanya dengan halal bihalal, maaf yang tulus lahir dari perkataan yang tulus kepada orang lain.&lt;br /&gt;Orang yang hanya memperhatikan dirinya tak akan pernah dapat memaafkan. Karena itu, untuk dapat memaafkan, kita harus memusatkan perhatian kita kepada orang lain. Kita harus beralih dari pusat ego kepada posisi orang lain, dari egoisme kepada altruisme. Orang-orang altruis, dalam Al-Qur’an disebut sebagai orang yang berbuat baik (Al-Muhsinin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW, sangat dikenal sebagai orang yang pemaaf, beliau taburkan maafnya kepada orang-orang yang menyakitinya. Beliau tebarkan juga maafnya kepada orang-orang yang telah mengusir beliau dari tanah kelahirannya. Tetapi, ciri orang taqwa bukan hanya suka memaafkan. Ia juga mampu meminta maaf. Tak jarang meminta maaf lebih sulit kita lakukan dari pada memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita ingat salah satu ayat di Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang apabila berbuat keji atau berbuat dosa, mereka ingat kepada Allah dan meminta maaf atas dosa-dosanya. Siapa lagi yang mengampuni dosa selain Allah?. Dan ia tidak mengulang lagi apa yang dikerjakannya padahal mereka mengetahuinya. (Holy Qur’an Ali imron :135)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataharipun mulai tinggi dan haripun semakin panas, pertemuan indah hari itu, ditutup sang mentor dengan simulasi maaf dan Game Samaa..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Karena Mentoring tidak hanya diskusi harus ada kapasitas lebih)&lt;br /&gt;Wa Allahua’lam bi al-showwab&lt;br /&gt;Al Faqir ilallah..&lt;br /&gt;Wanda Yulianto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-615379618489254766?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/615379618489254766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=615379618489254766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/615379618489254766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/615379618489254766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/02/gelas-kolam-dan-memaafkan.html' title='Gelas, kolam dan memaafkan'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5702078335148429734</id><published>2008-01-29T03:08:00.002-08:00</published><updated>2008-01-29T03:23:18.137-08:00</updated><title type='text'>New Spirit</title><content type='html'>Ini pertama kalinya aku kembali kedunia maya setelah menghilang sekian lama... tak terasa waktu pun telah berganti, sekarang ditahun 2008 M, 1429 H. Saksikan aku kembali dengan semangat baru.... Allahu Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5702078335148429734?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5702078335148429734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5702078335148429734' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5702078335148429734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5702078335148429734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2008/01/new-spirit.html' title='New Spirit'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3727365626796285196</id><published>2007-12-11T23:00:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T23:24:21.304-08:00</updated><title type='text'>CAHAYA DI WAJAH UMMAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;CAHAYA DI WAJAH UMMAT&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KH. RAHMAT ABDULLAH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam satu kesatuan amal jama'i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena ia betul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amaljama'i. Kejujuran, kesuburan, kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannya menggairahkan dan menenteramkan.Namun perlu diingat, walaupun telah bekerja dalam jaringan amaljama'i, namun pertanggungjawaban amal kita akan dilakukan di hadapanAllah Subhanahu wata'ala secara sendiri-sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karenanya jangan ada kader yang mengandalkan kumpulan-kumpulan besar tanpa berusaha meningkatkan kualitas dirinya. Ingat suatu pesan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam : Man abthaa bihi amaluhu lamyusri' bihi nasabuhu (Siapa yang lamban beramal tidak akan dipercepatoleh nasabnya ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Makna tarbiah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terus-menerus menempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itu merupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikian sunahnya. Sebab kalau mau, para sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bisa saja menetap dan wafat diMadinah, atau terus menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di masjidil Haram yang nilainya sekian ratus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekian ribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidakbanyak berada di Baqi atau di Ma'la. Tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negeri mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya mereka mengutamakan adanya makna diri mereka sebagai perwujudan firman-Nya: Wal takum minkum ummatuy yad'una ilal khoir.Atau dalam firman-Nya: Kuntum khoiro ummati ukhrijat linnasi (Kamu adalah sebaik-baiknya ummat yang di-tampilkan untuk ummat manusia. Qs.3;110). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ummat yang terbaik bukan untuk disem-bunyikan tapi untuk ditampilkan kepada seluruh ummat manusia. Inilah sesuatu yang sangatperlu kita jaga dan perhatikan. Kita semua beramal tapi tidak larut dalam kesendirian. Hendaklah ketika sendiri kita selalu mendapat cahaya dan menjadi cahaya yang menyinari lingkungan sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jangan ada lagi kader yang mengatakan, saya jadi buruk begini karena lingkungan. Mengapa tidak berkata sebaliknya, karena lingkungan seperti itu, saya harus mempengaruhi lingkungan itu dengan pengaruh yang ada pada diri saya. Seharusnya dimanapun dia berada ia harusberusaha membuat kawasan-kawasan kebaikan, kawasan cahaya, kawasan ilmu, kawasan akhlak, kawasan taqwa, kawasan al-haq, setelah kawasan-kawasan tadi menjadi sempit dan gelap oleh kawasan-kawasan jahiliyah, kezaliman, kebodohan dan hawa nafsu. Demikianlah ciri kader PK, dimanapun dia berada terus menerus memberi makna kehidupan. Seperti sejarah da'wah ini, tumbuh dari seorang, dua orang kemudian menjadi beribu-ribu atau berjuta-juta orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna, "Antum ruhun jadidah tarsi fi jasadil ummah". Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baruyang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itudengan Al-Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jangan ada sesudah ini, kader yang hanya mengandalkan kerumunan besaruntuk mera-sakan eksistensi dirinya. Tapi, dimanapun dia berada ia tetap merasakan sebagai hamba Allah SWT, ia harus memiliki kesadaran untuk menjaga dirinya dan taqwanya kepada Allah SWT, baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan terlihat orang. Kemanapun pergi, ia tak merasa kesunyian, tersudut atau terasing, karena Allahsenantiasa ber-samanya. Bahkan ia dapatkan kebersamaan rasul-Nya, ummat dan alam semesta senanti-asa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kehebatan Namrud bagi Nabi Ibrahim AS tidak ada artinya, tidaklah sendirian. ALLAH bersamanya dan alam semesta selalu bersamanya. Api yang berkobar-kobar yang dinyalakan Namrud untuk membinasakan dirinya, ternyata satu korps dengannya dalam menunaikan tugas pengabdian kepada ALLAH. Alih-alih dari menghanguskannya, justru malah menjadi "bardan wa salaman" (penyejuk dan penyelamat). Karena itu, kader sejati yakin bahwa Allah Subhanahu wata'ala akan senantiasa membuka jalan bagi pejuang Da'wah sesuai dengan janji-Nya, Intansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum (Jika kamu menolongAllah, Ia pasti akan menolongmu dan mengokohkan langkah kamu)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga para kader senantiasa mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah Subhanahu wata'ala ditengah derasnya arus dan badai perusakan ummat. Kita harus yakin sepenuhnya akan pertolongan Allah Subhanahu wata'ala dan bukan yakin dan percaya pada diri sendiri. Masukkan diri kedalam benteng-benteng kekuatan usrah atau halaqah tempat Junud Da'wah melingkar dalam suatu benteng perlindungan, menghimpun bekal dan amunisi untuk terjun ke arena pertarungan Haq dan bathil yang berat dan menuntut pengorbanan. Disanalah kita mentarbiah diri sendiri dan generasi mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah sebagian pelipur kesedihan ummat yang berkepanjangan, dengan munculnya generasi baru. Generasi yang siap memikul beban da'wah dan menegakanIslam. Inilah harapan baru bagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Alqur-an dan cahaya Islam rahmatan lil alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3727365626796285196?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3727365626796285196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3727365626796285196' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3727365626796285196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3727365626796285196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/12/cahaya-di-wajah-ummat.html' title='CAHAYA DI WAJAH UMMAT'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3449641131227610899</id><published>2007-11-30T00:55:00.000-08:00</published><updated>2007-11-30T01:22:37.430-08:00</updated><title type='text'>Hal jazaa 'ul ihsaani illal ihsaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam surah Ar-rahman ayat 60 Allah menjanjikan suatu kebaikan :"&lt;em&gt;Hal jazaa 'ul ihsaani illal ihsaan&lt;/em&gt;" Apalagi balasan perbuatan baik selain kebaikan pula.  Yang kemudian diikuti ayat fabiayyi alaa 'i robbikuma tukadziban"  Maka nikmat tuhanMu yang manakah yang kamu dustakan" sebuah janji Allah yang sangat indah bagi orang yang berbuat baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Alkisah “Seorang anak muda yang sangat miskin bekerja sebagai wiraniaga untuk membiayai uang kuliahnya. Pada suatu hari, ia sangat bingung karena ia hanya punya uang sepuluh sen saja, padahal ia sangat kelaparan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia memberanikan dirinya untuk minta makan pada tetangganya, tapi ia gugup ketika seorang nyonya yang perlente membuka pintu. Ia tidak jadi minta makanan. Ia minta segelas air saja.&lt;br /&gt;Perempuan itu merasa bahwa anak muda itu dalam kesusahan. Ia berikan kepadanya segelas susu. Ia minum perlahan-lahan. Ia bertanya, “Berapa?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Anda tidak perlu bayar apa pun?” kata perempuan itu, “Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima apa pun buat perbuatan baik&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, terimakasih saya yang setulus-tulusnya,” katanya. Ketika anak muda itu meninggalkan rumah itu, ia merasa lebih bahagia dan keimanannya kepada Tuhan serta kepercayaannya kepada umat manusia menjadi lebih kuat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian, nyonya yang baik itu jatuh sakit. Dokter-dokter tidak tahu persis apa penyakit yang dideritanya. Ia dikirim ke rumah sakit dan diserahkan kepada anak muda dulu yang kini sudah menjadi dokter. Ketika ia mendengar nama kota asal pasiennya, matanya bersinar dan mulai menduga-duga siapa dia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai merawatnya dan segera mengenal sang nyonya. Ia bekerja keras untuk menyelamatkan nyawanya. Akhirnya, setelah perjuangan yang berat, perempuan itu sembuh. &lt;br /&gt;Dokter itu meminta administrasi rumah sakit untuk menyampaikan kepadanya tagihan untuk ia setujui. Ia memperbaiki tagihan itu dan menandatanganinya. Di atas tagihan biaya rumah sakit itu ia menuliskan catatan kecil. Ia krimkan kembali kepada pasiennya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tahu ia harus membayar tagihan itu selama sisa usianya. Walaupun ia bahagia karena telah disembuhkan, ia juga kuatir tidak bisa membayarnya. Ia membuka amplop dan terkejut ketika membaca tulisan di atas surat tagihan itu: “Tagihan ini sudah dibayar bertahun-tahun yang lalu dengan segelas susu- dr Howard.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tangisan kebahagiaan membasahi mukanya. Ia bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada dokter muda itu akan balasan kebaikannya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hal jazaa 'ul ihsaani illal ihsaan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; “Apalagi balasan perbuatan baik selain  perbuatan baik lagi,” Alam ini diatur oleh hukum hukum balas- membalas minjem istilah kang jalal ethich freciprocity. Sapa orang dengan tatapan kasih, dan ia akan  menjawabmu dengan pelukan. Makilah kawan-kawanmu, dan mereka akan menyebarkan keburukanmu.  Semuanya saling membalas...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita akan mengajukan keberatan. Mengapa orang yang kita bantu sering membalas air susu dengan air tuba? Pada saat seperti itu, ingatlah bahwa Allah tidak memilih orang itu sebagai tanganNya untuk membalas kebaikan kita. Tapi ia pasti memilih tangan lain yang akan datang pada kita dari orang yang tepat pada saat yang tepat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingatlah &lt;strong&gt;"Hal jazaa 'ul ihsaani illal ihsaan"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3449641131227610899?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3449641131227610899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3449641131227610899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3449641131227610899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3449641131227610899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/11/hal-jazaa-ul-ihsaani-illal-ihsaan.html' title='Hal jazaa &apos;ul ihsaani illal ihsaan'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-709467072590761223</id><published>2007-11-15T01:04:00.000-08:00</published><updated>2007-11-15T01:11:51.768-08:00</updated><title type='text'>Terpukau oleh dua Hal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tulisan seorang guru, Kakak, sahabat juga... (Du, kak banyak banget...)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;TERPUKAU OLEH DUA HAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kebesaran orang lain tak selamanya dilarang. Ada kalanya kita harus menengok dan melihat kebesaran itu. Untuk kepentingan dan mashlahat yang dibenarkan.&lt;br /&gt;Ilmu dan kedermawanan. Dua hal penting yang harus kita inginkan ada pada diri kita. Sebagaimana yang disabdakan Nabi, "Diperbolehkan hasad pada dua hal: Seseorang yang diberikan harta yang selalu diinfakkannya. Dan seseorang yang diberikan ilmu, dia mempergunakan ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).&lt;/div&gt;&lt;a id="more-325" rel="nofollow"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu sering melihat orang yang hebat di bidang keilmuannya. Hati ini harus tergerak untuk mengikuti langkahnya. Mempelajari bagaimana ia bisa sampai pada posisi keilmuwan yang tinggi. Bagaimana penemuan demi penemuan bisa lahir dari otaknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan Imam Adz-Dzhabi dalam bidang hadits dan sejarah membuat Ibnu Hajar terpukau. Kecerdikan dan kepandaian serta hafalan yang kuat mencuatkan nama Adz-Dzahaby pada urutan orang-orang besar. Demi mengejar rasa ingin menjadi seperti idolanya, Ibnu Hajar mendatangi sumber air zam zam. Diambilnya segelas air yang pernah dianjurkan oleh nabi untuk berdo’a apa saja sebelum meminumnya. Ibnu Hajar lebih memilih untuk bisa mempunyai hafalan sekuat hafalan idolanya tersebut. Dari sinilah kemudian sejarah mencatat bahwa akhirnya Ibnu Hajar pun menjadi ulama besar yang meninggalkan karya-karya yang tak ternilai harganya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih spesifik lagi adalah ilmu Alqur’an. Inilah ilmu terbaik dan tertinggi. Dilihat dari kebenarannya yang mutlak. Sumber segala ilmu dan pengetahuan. Penuntun manusia menuju keselamatan di dunia ini dan di akhirat kelak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita harusnya merasa "iri" melihat mereka yang dimuliakan Allah dengan ilmu Al-Qur’an. Mampu membacanya dengan benar sesuai kaidah tajwidnya. Mampu menghafalnya. Dan yang lebih penting lagi mampu menterjemahkannya dalam kehidupan. Kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Dalam riwayat lain, ilmu yang dimaksud dalam hadits di atas adalah ilmu Al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan kedermawanan. Ketika kita melihat orang lain diberi kekayaan yang melimpah, lalu orang itu mendermakan kekayaannya itu di jalan Allah. Bahkan ada sebagian orang yang merasa gelisah bila harinya tidak dilalui dengan membagi kebahagiaannya kepada orang lain. Karena ia terbiasa menikmati kebahagiaan dirinya bersama orang lain. Kepada mereka-mereka itu kita boleh ’silau’, dan ‘iri’.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ini perlu dilatih. Kalau pun belum sanggup untuk melaksanakannya hari ini, latihlah untuk memiliki rasa salut terhadap dua sumber kesilauan itu: kaya tapi dermawan, atau pintar dan mengajarkan. Paling tidak ada keinginan kuat untuk berbuat jika diberi kemampuan seperti orang yang kita kagumi tersebut. Rasa keterpukauan yang tinggi akan melahirkan niat untuk mengikutinya. Niat kuat inilah yang akan membentuk fisik ini kuat untuk menempuh jalan menuju ke sana. Kalau pun ternyata kita tidak mampu mencapai tingkat kedermawanan dan ilmunya, paling tidak kita telah mengukir pahala, dengan niat, kehendak dan usaha kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits, "Dan seorang hamba yang diberikan rizki oleh Allah berupa ilmu tetapi tidak diberi harta. Dengan niat yang tulus dia berkata: Seandainya aku punya harta, aku akan berbuat banyak seperti yang dilakukan fulan. Maka Allah menyamakan pahala keduanya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terpukau dengan kemampuan orang yang mampu mendidik dirinya hingga menjadi ilmuwan dan dermawan, adalah sisi lain rasa keterpukauan yang positif. Dari sana, sebuah kekuatan akan mengalir terus, memberi kita tenaga untuk terus berlomba dalam kebajikan. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya jika semua muslim ber-fastabiqul khoirot seperti ini...tidak akan ada waktu untuk suiibuk dengan aib saudaranya. Amal, ilmu, amal, ilmu,.....grafik iman pun kian meninggi. Mau...?  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-709467072590761223?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/709467072590761223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=709467072590761223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/709467072590761223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/709467072590761223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/11/terpukau-oleh-dua-hal.html' title='Terpukau oleh dua Hal'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-53049232623793967</id><published>2007-10-25T05:14:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T05:27:11.079-07:00</updated><title type='text'>"Maafkan"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bulan berlatih (Ramadhan) telah berlalu, bulan peningkatan (Syawal) menunggu bukti Setelah istirahat sejenak dihari yang fitri, Semoga kita semua dapat tuntaskan amal. Taqobbal Allahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir &amp;amp; Batin.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitulah sebuah SMS yang masuk keponsel kami. Sebuah pesan yang sangat singkat namun sangat mendalam maknanya ketimbang banyaknya ucapan maaf yang dipenuhi bahasa puitis namun tak bermakna. Bagi saya PRIBADI [Semuanya pakai huruf "KAPITAL"] Memaafkan jelas tak bisa direkayasa secara artifisial hanya dengan halal bihalal, Apalagi hanya dengan sebuah SMS, bagi saya maaf yang tulus lahir dari perkataan yang tulus kepada orang lain. Saya yakin SMS yang tuluspun dapat dirasakan ketulusannya tanpa harus berpuitik ria ya ya ya... Bukankah Allah maha pengampun?, masa sih hamba-hambanya tidak mau mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang-orang yang apabila berbuat keji atau berbuat dosa, mereka ingat kepada Allah dan meminta maaf atas dosa-dosanya. Siapa lagi yang mengampuni dosa selain Allah?. Dan ia tidak mengulang lagi apa yang dikerjakannya padahal mereka mengetahuinya&lt;/span&gt;. (&lt;em&gt;Holy Qur’an Ali imron :135&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-53049232623793967?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/53049232623793967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=53049232623793967' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/53049232623793967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/53049232623793967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/10/maafkan.html' title='&quot;Maafkan&quot;'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-9104031588163737286</id><published>2007-10-23T01:50:00.000-07:00</published><updated>2007-10-23T02:08:11.495-07:00</updated><title type='text'>Tangga-tangga Militansi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebuah bahan tadzkirah, dari seorang sahabat.&lt;br/&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Setiap usai sholat jangan lupalah berzikir (tasbih, tahmid) boleh juga dengan tilawahtil dan mentadaburi qur'an sebab hanya dengan mengingat Allah lah hati akan menjadi tenang, dan militansipun bertambah.&lt;br/&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ingatlah jalan-jalan menuju Militansi ini:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jaglah keikhlasan dan kemurnian niat (Hanya karena Allah).&lt;br/&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu mengikuti sunah rasul (Kuatkan komitmen)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membersihkan hati dari segala penyakit hati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap zuhud.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memutuskan segala jahiliah yang berlawanan dengan aqidah islamiah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengutamakan kepentingan persatuan islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu merasa kurang dalam berbuat kebaikan dan selalu merasa banyak dosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mewakafkan hidup dalam jalan dakwah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meyakini kemenangan Allah dan Rasul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memelihara hak-hak berukhuwah.&lt;br/&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-9104031588163737286?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/9104031588163737286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=9104031588163737286' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/9104031588163737286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/9104031588163737286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/10/tangga-tangga-militansi.html' title='Tangga-tangga Militansi'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-6530220520369689679</id><published>2007-10-22T22:59:00.000-07:00</published><updated>2007-10-29T23:43:50.155-07:00</updated><title type='text'>Kerja besar Tarbiyah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dalam risalah pergerakan ada sebuah cerita dari Imam syahid Hasan Al Banna dan sedikit yang tahu cerita ini bahwa kader tarbiyah [seorang kader], Pada ashar hari Kamis di akhir pekan [Kebetulan libur disana hari jum'at], seorang kader dakwah ini keluar dari bengkel tempat ia bekerja. [Bengkel ini bukan kampus, bengkel ini sebuah tempat seperti bengkel mobil, furniture, dll]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya ia sudah memberikan ceramah di sebuah pertemuan beberapa puluh kilometer dari tempatnya. Esok Jum’atnya ia berkhutbah dengan sangat bagus ditempat lain yang jaraknya juga lumayan jauh. Asharnya ia memberikan pengarahan pada sebuah mukhayyam (camping) yang diikuti ratusan pemuda dari berbagai penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya lepas isya ia menyampaikan arahan dalam sebuah dauroh besar. Ratusan kilometer dalam tempo 30 jam ditempuhnya, suatu perjalanan yang melelahkan. Namun esoknya dengan wajah cerah, ceria, cemerlang dan hati yang tenang, walaupun lelah tetap penuh semangat ia telah tiba ditempat kerjanya jauh lebih cepat dari teman-temannya, tanpa ribut-ribut mengisahkan kerja besar yang baru diselesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah baru kader, kebanyakan orang mengaku kader tapi beliau tidak memahami makna tarbiyah, yang berusaha mengembangkan semua potensi yang dimiliki, menyeimbangkan 3 elemen ruh, fikir dan jasadiyah pada manusia hingga bersinar mengkilap. terbang tinggi enak dipandang bagai bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja besar mananti...&lt;br /&gt;Ayo kita bangkit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu ghoyatunaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-qur'an dusturunaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad qudwatunaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad sabilunaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahid asma amaninaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata,&lt;br /&gt;" Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan ini semua dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungi kami dari azab neraka."&lt;br /&gt;[ Qs. Ali-Imran : 190-191 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-6530220520369689679?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/6530220520369689679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=6530220520369689679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6530220520369689679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6530220520369689679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/10/kerja-besar.html' title='Kerja besar Tarbiyah'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7778753531326188273</id><published>2007-10-05T19:43:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T01:13:54.716-07:00</updated><title type='text'>Fikir, Jasad &amp; Ruh (Tarbiyah Islamiah)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tarbiyah bukan segala-galanya tapi segala sesuatu bermula dari tarbiyah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam diri manusia terdapat 3 elemen yang saling berhubungan yaitu Fikriyah, jasadiyah dan ruhiyah.&lt;br /&gt;3 elemen inilah yang menentukan kualitas seorang manusia. Nah konon tarbiyah mencoba mengembangkan potensi manusia melalui 3 elemen ini. "Mengembang"kan semua potensi yang dimiliki melalui pembinaan rutin. Mereka dipoles, dicerahkan, diupgrade hingga mengkilap. terus-terus berulang setiap pekan sehingga menjadi kader tarbiyah yang tercerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam risalah pergerakan sedikit yang tahu bahwa kader tarbiyah dibina untuk berkontribusi pada lingkungannya. mentarbiyah lingkungannya hingga terbentuk individu dan masyarakat islami. Tapi dalam perjalanannya kader tarbiyah ini kebanyakan bukan menjadi solusi mereka malah jadi masalah, mereka cenderung eklusif, merasa paling soleh (Khan dah ngaji) menganggap diri merekalah yang terbaik. Inilah masalah tarbiyah saat ini eklusifisme (Ashobiyah). Sangat diharapkan peran murobbi-murobbi di Halaqoh tarbawi mengembangkan Mad'u berpikir tebuka tidak eklusif. Berdakwah dengan lembut dan tidak merasa jamaahnya yang paling baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wallahu'alam...&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7778753531326188273?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7778753531326188273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7778753531326188273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7778753531326188273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7778753531326188273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/10/fikir-jasad-ruh-tarbiyah-islamiah.html' title='Fikir, Jasad &amp; Ruh (Tarbiyah Islamiah)'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-6730532403514169694</id><published>2007-09-30T20:43:00.001-07:00</published><updated>2007-09-30T21:11:02.522-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Ya Karim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ramadhan bulan yang penuh makna, di bulan inilah kita di tarbiyah Allah untuk menggapai  Tazkiyatun nafs (pensucian jiwa) melalui optimalisasi kualitas ruh, fikir dan jasad. Kualitas ruh dan jasad didapat salah satunya dari pengsyukuran nikmat saat kita berbuka (Nikmat khan, Ketika buka setelah seharian lapar dan haus) termasuk kesehatan pencernaan kita disaat berpuasa. selanjutnya dengan tilawahtil qur'an (Ini mah wajib, ramadhan juga dikenal dengan Syaruh Qur'an) peningkatan kadar keimanan dan kualitas fikr kita meningkat, oh ya, di bulan ramadhan lah konon Al Qur'an kariim diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafus salih mengkhatmkan Qur'an berkali-kali disaat ramadhan, bahkan Imam Hanafi menghentikan pengajaran haditsnya dimesjid nabawi ketika ramadhan tiba dan berpesan kepada muridnya untuk memperbanyak membaca dan mengkaji Al Qur'an. Imam Bukhari yang ahli hadistpun tak mau kalah saing, setiap hari beliau khatam 3 kali selama ramadhan. masih banyak amal shalih lainnya yang Luar biasa dilakukan salafus shalih  selama  Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Mumpung ramadhan, mari kita dekatkan diri kita dengan Al Qur'an. Katanya cinta Allah masa sih sedikit sekali bersyukurnya dengan membaca qur'an..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi diri ini...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-6730532403514169694?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/6730532403514169694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=6730532403514169694' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6730532403514169694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6730532403514169694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/09/ramadhan-ya-karim.html' title='Ramadhan Ya Karim'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-1745856733587263798</id><published>2007-08-06T17:44:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T18:08:43.094-07:00</updated><title type='text'>Sedikit yang tahu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hari ini cukup melelahkan, payah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Tapi yang pasti diriku masih menikmatinya. masih tetap harus print sana print sini, ketemu pak ini ketemu pak itu, ditagih hutang ini ditagih hutang itu, diminta tolong ini diminta tolong itu, ya penat juga deh...[Nasib mu la nak... hiks..hiks..]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Duh senengnya ketika lihat kasur [hehehe muka bantal nih] sambil didampingi murottal syekh Mishary Rashed al-Efasy, minum secangkit teh hangat, saatnya istirahat [Murajaah hafalan dalam mimpi pikirku]. belum juga mimpi mendadak ponselku berbunyi sebuah SMS masuk dari sahabat SMU-ku ngajak makan. Pengennya mah istirahat tidur, tapi karena ditraktir ya diriku milih pergi aja deh [Dasar!! dhuafa mikirnya gratisan terus..]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Alhamdulillah, bisa silaturahmi lag dengan sahabat lama, suatu kebahagian setelah lama tak bersua. cerita-cerita ternyata kami sudah sangat banyak berubah [maklum udah dewasa katanya] pembicaraan kami tidak lagi masalah teman, cewek, film, musik, aktivitas tapi Bisnis bo... ya, kita sudah memikirkan penghasilan... mendadak diriku sadar usiaku genap 23 tahun dalam bulan masehi. timbur gelisah dalam diri memikirkan apa yang telah kulakukan selama ini?, apa peranku untuk umat, bermanfaatkah atau beban sajakah? mendadak hamasa jiwa ini menjadi bangkit langsung saja kukatakan kepada sahabatku mari kita bikin diri kita menjadi bermanfaat  intinya mah fastabiqul khoiroot pikirku...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sedikit yang tahu apa yang telah dilakukan olehnya, apa manfaat yang telah diberikan olehnya, apa perannya dalam hidup ini? itulah pertanyaan yang harus kita tanyakan dalam diri ini, biar cerah ceriah bertambah indah menghiasi dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-1745856733587263798?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/1745856733587263798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=1745856733587263798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1745856733587263798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1745856733587263798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/08/sedikit-yang-tahu.html' title='Sedikit yang tahu'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-2899929509058320341</id><published>2007-07-27T21:51:00.000-07:00</published><updated>2008-02-24T22:13:46.591-08:00</updated><title type='text'>Al Hafidz</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Duh, diriku bingung kenapa judulnya Al hafidz ya? i'ts ok, biar lebih jelas ada pembahasan menarik. Waktu itu ada dauroh Qur'an dan salah satu ustadz yang tampil adalah ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Al hafidz, Lc. Beliau adalah seorang hufadz qur'an yang konon sanad-nya tidak terputus. [Sanad: Semacam syahadat/ijazah yang diberikan kepada siswa yang telah selesai mempelajari sebuah ilmu, biasanya diberitahukan juga guru dari para guru dimana guru kita mendapatkan sanad. khusus untuk Qur'an sanad sampai ke Rasulullah SAW] dan wajar sajalah jika para hafidzul qur'an menyetorkan hafalannya ke beliau. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;********************************&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat ustadz bercerita tentang urgensi menjadi hifdzul qur'an entah kenapa hamasa jiwa ini menjadi bangkit. Sedikit yang tahu betapa pentingnya menjadi seorang hufadz, beruntunglah anda yang telah ber azam untuk menjadi hafidzul qur'an begitu kata ustadz. memang kadar keimanan kita diukur juga dari interaksi kita dengan al qur'an, kondisi ruhiyah pun mungkin dapat diketahui dari intensnya interaksi kita dengan Al qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;*******************************************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Semoga diri ini istiqomah dalam menjalankan azzam untuk menjadi deorang hufadz.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;*******************************************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alangkah Indahnya Al Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagai musim semi bagi hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hidangan dari Allah Swt&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitu menariknya hidangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Harum baunya dan manis rasanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Orang kenyang menjadi lapar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apalagi yang sedang lapar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;******************************************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika telah berazam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Janganlah membatalkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Amal shaleh yang dibatalkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Adalah Kemaksiatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagi kita mungkin tanpa arti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di mata Allah sangat berarti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;******************************************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemaksiatan itu hanya nikmat sesaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sisanya penyesalan sepanjang hayat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketakwaan itu pahit sesaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sisanya nikmat sepanjang hayat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;******************************************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap kegiatan dengan Al Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;akan bernilai ibadah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ngantuk, lelah, haus, lapar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;bernilai Pahala&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika berlepas diri dari Al Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ngantuk, lelah, haus, laparakan tetap menyapa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tetapi nilainya pasti berbeda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;******************************************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wallahu 'alam..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-2899929509058320341?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/2899929509058320341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=2899929509058320341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2899929509058320341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/2899929509058320341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/07/al-hafidz.html' title='Al Hafidz'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-6119023069362053491</id><published>2007-07-26T05:55:00.000-07:00</published><updated>2007-07-26T05:59:24.403-07:00</updated><title type='text'>Kader Politikus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;berikut ada email dari sebuah milis, yang semoga saja Ust.Nabiel selaku yang menulis email tidak berkeberatan email beliau dipublikasikan dalam blog ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;BismiLLAAHir RAHMAANir RAHIIM,&lt;br /&gt;Beberapa hari yg lalu ana berkesempatan untuk ikut dalam acara buka bersama dengan Ketua MPR-RI, DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumah dinasnya comp. Widya Chandra dg beberapa ikhwah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ana masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam hati ana bergumam sendiri : Alangkah sederhananya isi rumah ini.. Ana melihat lagi dg teliti, meja, kursi2, asesori yg ada, hiasan di dinding.. SubhanaLLAH, lebih sederhana dari rumah seorang camat sekalipun..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ana masuk ke rumah tsb ana memandang ke sekeliling, kebetulan ada disana Ketua DPR Agung Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri Agama, dan sejumlah Menteri dari PKS (Mentan &amp; Menpera) serta anggota DPR-RI, serta pejabat2 lainnya..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lagi2 ana bergumam : Alangkah sederhananya pakaian beliau, tidak ada gelang dan cincin (seperti yg dipakai teman2 pejabat yg lain disana).. Ternyata beliau masih ustaz Hidayat yg ana kenal dulu, yg membimbing tesis S2 ana dg judul : Islam &amp;amp; Perubahan Sosial (kasus di Pesantren PERSIS Tarogong Garut)..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terkenang kembali saat2 masa bimbingan penulisan tesis tsb, dimana ana pernah diminta datang malam hari setelah seharian aktifitas penuh beliau sebagai Presiden PKS, dan ada 10 orang tamu yg menunggu ingin bertemu.. Ana kebagian yg terakhir, ditengah segala kelelahannya beliau masih menyapa ana dg senyum : MAA MAADZA MASAA'ILU YA NABIIL..?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu ana pandang kembali wajah beliau, kelihatan rambut yg makin memutih, beliau bolak-balik menerima tamu, saat berbuka beliau hanya sempat sebentar makan kurma &amp; air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib terus banyak tokoh yg berdatangan, ba'da isya &amp;amp; tarawih kami semua menyantap makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam &amp; luar negeri yg ingin wawancara..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tdk terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya ALLAH jihad ana dibandingkan dg beliau, ana masih punya kesempatan bercanda dg keluarga, membaca kitab dsb, sementara beliau benar2 sudah kehilangan privasi sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian kesabarannya untuk terus konsisten dlm kebenaran dan membela rakyat..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah yg disebut istiqamah itu orang yg bisa istiqamah dlm keadaan di tengah2 berbagai kitab Fiqh dan Hadits seperti ana yg lemah ini.. Adapun yg disebut istiqamah adalah orang yg mampu tetap konsisten ditengah berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan lingkungan yg amat jahat &amp;amp; menipu..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika keluar dari rumah beliau ana melihat beberapa rumah diseberang yg mewah bagaikan hotel dg asesori lampu2 jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana bertanya pd supir DR Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka jawabnya : Oh, itu rumah pak Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa partai besar.. Dalam hati ana berkata : AlhamduliLLAH bukan menteri PKS..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang ana menyempatkan bertanya pd ustaz Hidayat : Ustaz, apakah nomor HP antum masih yg dulu? Jawab beliau : Na'am ya akhi, masih yg dulu, tafadhal antum SMS saja ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yg masuk tiap hari ratusan ke ana..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kembali airmata ana menetes, alangkah beratnya cobaan beliau &amp; khidmah beliau untuk ummat ini, benarlah nabi SAW yg bersabda bahwa orang pertama yg dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari Kiamat nanti adalah Pemimpin yg Adil.. Sambil berjalan pulang ana berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin yg adil &amp;amp; dipanjangkan umur serta diberikan kemudahan dlm memimpin negara ini.. Aaamiin ya RABB..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabiel Almusawa&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-6119023069362053491?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/6119023069362053491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=6119023069362053491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6119023069362053491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6119023069362053491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/07/kader-politikus.html' title='Kader Politikus'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-9064416481656435304</id><published>2007-07-17T22:48:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T21:01:23.114-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Dialog Selepas Malam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;Jama’ah dakwah ini adalah jam’ah manusia.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;Didalamnya berkumpul semua potensi manusiawi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;Didalamnya berkumpul semua kebaikannya;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;sekaligus juga keburukannya&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Akhi, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat tenyata ikhwah banyak pula yang aneh aneh.” Begitu keluh kesah seorang mad’u kepada murobbinya disuatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad’unya. “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?” sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. “Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja..” jawab mad’u itu. Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?”, tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad’u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. “Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?”, sang murobbi mencoba memberi opsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?” serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang mad’u.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tak ayal, sang mad’u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya. “Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?” pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang mad’u. ia hanya mengangguk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya?” tanya sang murobbi lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sang mad’u tetap terdiam dalam sesugukkan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya; “Cukup Akhi,Cukup. Ana sadar. Maafkan ana… Ana akan tetap istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan… .”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janjiNya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana”, sang mad’u berazzam di hadapan murobbi yang semakin dihormatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sang murobbi tersenyum. “Akhi, jama’ah ini adalah jama’ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah.” Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah Ta’ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu; maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?” sambungnya panjang lebar. “Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da’i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah dimuka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah. “Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sang mad’u termenung merenungi setiap kalimat murobbinya. Azzamnya memang kembali menguat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya. “Tapi bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kapasitas ana yang lemah ini?” sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.“Siapa bilang kapasitas antum lemah? Apakah Allah mewahyukan begitu kepada antum? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tidak ada yang bisa menilai bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!”, sahut sang murobbi.“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;”Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad’u bergegas mengambil wudhu untuk Qiyammul lail malam itu. Sang murobbi sibuk membangunkan beberapa mad’unya yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu, sang mad’u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama’ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian juga yang kami harapkan dari anda, pembaca… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wallahu a’lam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Al Izzah No. 07/Th.4/1-31 Agt 2004 M Buletin CemPaKa Edisi 4 Th.1/ 21 Jumadil Awal -5 Jumadil Tsani 1427 H/18 Juni - 2 Juli 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-9064416481656435304?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/9064416481656435304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=9064416481656435304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/9064416481656435304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/9064416481656435304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/07/sebuah-dialog-selepas-malam.html' title='Sebuah Dialog Selepas Malam'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3778370403927470389</id><published>2007-07-12T00:33:00.001-07:00</published><updated>2007-07-17T22:45:59.277-07:00</updated><title type='text'>Sentuhlah dengan menghadirkannya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seorang pemuda menemui Nabi SAW. Ia berkata, "Ya Nabi Allah, izinkansaya berzina!" Orang-orang berteriak mendengar pertanyaan itu.Tetapi Nabi SAW. Bersabda, "Suruh dia mendekat padaku." Pemudaitu menghampiri Nabi dan duduk dihadapannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata kepadanya,"Apakah kamu suka orang lain menzinai ibumu?" segera iamenjawab, "Tidak, semoga Allah menjadikan diriku sebagaitebusanmu." Nabi SAW. Bersabda, "Begitu pula orang lain, tidakingin perzinaan itu terjadi pada ibu-ibu mereka." "Sukakah kamujika perzinaan itu terjadi pada anak perempuanmu? " "Tidak,semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu." "Begitu pula oranglain, tidak ingin perzinaan itu terjadi pada anak perempuan mereka.""Sukakah kamu, jika perzinaan itu terjadi pada saudaraperempuanmu? "&lt;br /&gt;Begitulah Nabi SAW. Menyebut bibi dari pihak ibu dan pihak bapak. Untuksemua pertanyaan Nabi, pemuda itu menjawab, "Tidak!" RasulullahSAW. Meletakkan tangannya yang mulia pada dada pemuda itu seraya berdoa,"Ya Allah, sucikan hatinya, ampuni dosanya, dan peliharalahkehormatannya. " Setelah itu tidak ada yang paling dibenci pemuda ituselain perzinaan. &lt;strong&gt;(Syaikh Rasyid Ridha, Al-Manar, 4:33)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, di pinggiran kota Bandung, seorang adik dalam sebuahmentoring bertanya ke kakak mentornya. Ia berkata, "kak, izinkansaya pacaran!" adik-adik peserta yang lain berteriak mendengarpertanyaan itu. Tetapi sang kakak mentor dengan tersenyum dan berkatakepadanya, "Dik, didalam islam itu tidak ada pacaran!" Sang kakak dengan tegasnya memberikan jawaban, sambil mengingatkan materi yang dahulu pernah disampaikannya yang kemudian disertai dengan sedikitpenjelasan singkat.Cara Kakak mentor ini menjelaskan banyak, bahkan boleh jadi kebanyakancara mentor kita menjawab pertanyaan adik mentornya. Langsung To the Point pada pemahamannya yang mungkin sangat saklak bahkan boleh jadi sangat melangit untuk sebuah jawaban. Sangat berbeda dengan caraRasulullah saat menjawab, Ia bukan saja membayangkan pikiran atauperasaan orang lain. Ia melibatkan seluruh dirinya dalam pengalaman orang lain itu. Ia mengalaminya sendiri. Martin Buber, filosof eksistensialis, menyebutnya making present (menghadirkan) .Para filosof islam telah lama membahas sejenis ilmu"Menghadirkan" , yang mereka sebut ilmu hudhuri. Kita dapat mengetahui keberadaan tuhan dengan bukti-bukti `aqli maupun`naqli. Tetapi, pengetahuan ini tidak akan mempengaruhi kehidupan kita. Hanya, ketika kita merasakan atau mengalami kehadiran tuhan, seluruh eksistensi kita akan mengalami perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat sebuah cerita tentang seorang pemuda yang baru maubelajar tasawuf, mau mengungkap cahaya ilahi ceritanya. Jadi dia datang menemui gurunya. Gurunya memberikan pelajaran yang pertama. Pemuda itu rajin shalat malam dan pada shalat malam tentu dia bacakan ayat-ayat Al-Quran. Kata gurunya, "Nanti kalau kamu shalat malam, bacalah Al-Quran dan bayangkan aku guru kamu mendengarkan dihadapanmu. Biasanya dia selalu khatam. Setiap kali shalat malam dia khatam Al-Quran, biasanya begitu. Lalu akhirya dia mulai membaca dan menghadirkan sosok gurunya. Esoknya dia lapor, "Guru saya hanya bisa sampai satu juz saja, saya tidakbisa menyelesaikan seluruh Al-Quran,". Kata gurunya, "Sekarangbayangkan oleh kamu, nanti ketika kamu shalat malam, ketika kamu membaca ayat Al-Quran bayangkan kamu membaca dihadapan para sahabat nabi."Lapor lagi dia kalau satu juz pun tidak selesai. Pada hari yang ketiga ia dianjurkan untuk melakukan lagi shalat malam dan membayangkan bahwa dihadapan ada Rasulullah SAW mendengarkan bacaan Al-Quran. Lalu anak itulapor keesokan harinya, "Hampir saja Al-Fatihah pun tidakselesai." Yang terakhir dia dianjurkan untuk membayangkan dihadapannya Allah SWT mendengarkan bacaan Al-Quran. Padahal kita semuatahu kalau kita shalat, kita berhadapan dengan Allah SWT. Keesokanharinya dia tidak datang lagi untuk melapor. Dan gurunya mendengar kabarbahwa dia jatuh sakit. Ketika dikunjungi katanya semalam dia hanya sampai membaca `Iyya kana'buduwa Iyya kanasta'in.. "lalu dia pingsan, dia tidak sanggup lagi menanggungnya. Dan akhirnya Dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.Dia tidak sanggup menanggung kehadiran Allah SWT pada waktu membaca AL-Quran atau mungkin pemuda itu terlalu cepat ingin merasakan kehadiranAllah SWT atau gurunya terlalu cepat membimbing dia dan jiwanya tidak sanggup menanggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah setiap orang "menghadirkan" pengalaman orang lain dalam dirinya? Tidak selalu. Secara potensial, setiap orang dibekali kemampuan untuk itu. Pada sebagiannya, potensi ini teraktualisasi. Pada sebagian lagi, potensi ini terabaikan sama sekali. Ketika Nabi SAW. Diberitahuakan bencana beruntun yang akan menimpa umat Islam sepeninggalnya,beliau tidak bisa tidur. Beliau dilaporkan tidak pernah tersenyumsetelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlQuran menggambarkan pengalaman Nabi saw, dengan indah:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri,berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dankeselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadaporang-orang mukmin.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS At Taubah : 128)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada diri Nabi, seluruh potensi "menghadirkan" ituteraktualisasi.Sekarang apakah kita sedih, ketika puluhan orang meninggalakibat luapan lumpur LAPINDO, ketika tak terhitung pasien yang meninggal"dipulangkan" dari rumah sakit, karena tidak sanggup membayarpengobatan, ketika banyak sekali adik-adik kita sekolah meninggalkansekolahnya dan membakar tubuh mereka pada terik matahari, hanya sekedaruntuk bertahan hidup?Sangat banyak pengalaman yang harus kita hadirkan dalam kehidupan ini.Dan memang harus kita akui betapa sulitnya "menghadirkan"pengalaman orang lain, walaupun dia saudara kita sebangsa dan setanahair. Apalagi bukan sebangsa dan setanah air (Red, Palestina, dll).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wa Allahu a'lam bi al-showwab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3778370403927470389?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3778370403927470389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3778370403927470389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3778370403927470389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3778370403927470389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/07/sentuhlah-dengan-menghadirkannya_12.html' title='Sentuhlah dengan menghadirkannya'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5331933912591000275</id><published>2007-07-12T00:30:00.001-07:00</published><updated>2007-07-20T23:12:21.640-07:00</updated><title type='text'>Militansi (Alm. Ustadz Rahmat Abdullah)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ba'da tahmid wa shalawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'an Surat 19 Ayat 12 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah ..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna jiddiyah, kesungguhan-sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan : "Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da'i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang mendalam: "Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq".(QS. Al-A'raaf (7):145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12: "Hudzil kitaab bi quwwah" (Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan). Jiddiyah ini juga nampak pada diri Ulul Azmi (lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad yang dianggap memiliki azam terkuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita : "Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang. Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya, dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120, orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: "Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi". Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam kaitannya dengan masalah ukhrawi berupa ketinggian derajat di sisi Allah. Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad, kemauan dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihatnya dalam kisah Nabi Musa as. Kita melihat bagaimana kesabaran, keuletan, ketangguhan dan kedekatan hubungannya dengan Allah membuat Nabi Musa as berhasil membawa umatnya terbebas dari belenggu tirani dan kejahatan Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat do'a Nabi Musa as dan pertolongan Allah melalui cara penyelamatan yang spektakuler, selamatlah Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberangi Laut Merah yang dengan izin Allah terbelah menyerupai jalan dan tenggelamlah Fir'aun beserta bala tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi? Sesampainya di seberang dan melihat suatu kaum yang tengah menyembah berhala, mereka malah meminta dibuatkan berhala yang serupa untuk disembah. Padahal sewajarnya mereka yang telah lama menderita di bawah kezaliman Fir'aun dan kemudian diselamatkan Allah, tentunya merasa sangat bersyukur kepada Allah dan berusaha mengabdi kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Kurangnya iman, pemahaman dan kesungguh-sungguhan membuat mereka terjerumus kepada kejahiliyahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi marilah kita menengok kekayaan sejarah dan mencoba bercermin pada sejarah. Kembali kita akan menarik ibrah dari kisah Nabi Musa as dan kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 20-26 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari negri itu. Jika mereka keluar dari negri itu, pasti kami akan memasukinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkata Musa: "Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian ayat-ayat tersebut memberikan pelajaran yang mahal dan sangat berharga bagi kita, yakni bahwa manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha seperti tertera dalam QS. Ar-Ra'du (13):11, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa as adalah pemimpin yang dipilihkan Allah untuk mereka, seharusnyalah mereka tsiqqah pada Nabi Musa. Apalagi telah terbukti ketika mereka berputus asa dari pengejaran dan pengepungan Fir'aun beserta bala tentaranya yang terkenal ganas, Allah SWT berkenan mengijabahi do'a dan keyakinan Nabi Musa as sehingga menjawab segala kecemasan, keraguan dan kegalauan mereka seperti tercantum dalam QS. Asy-Syu'ara (26):61-62, "Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul". Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya kaum Nabi Musa melihat dan mau menarik ibrah (pelajaran) bahwa apa-apa yang diridhai Allah pasti akan dimudahkan oleh Allah dan mendapatkan keberhasilan karena jaminan kesuksesan yang diberikan Allah pada orang-orang beriman. Allah pasti akan bersama al-haq dan para pendukung kebenaran. Namun kaum Nabi Musa hanya melihat laut, musuh dan kesulitan-kesulitan tanpa adanya tekad untuk mengatasi semua itu sambil di sisi lain bermimpi tentang kesuksesan. Hal itu sungguh merupakan opium, candu yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menginginkan hasil tanpa kerja keras dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah "qaumun jabbarun" yang rendah, santai dan materialistik. Seharusnya mereka melihat bagaimana kesudahan nasib Fir'aun yang dikaramkan Allah di laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya mereka yakin akan pertolongan Allah dan yakin akan dimenangkan Allah, mereka tentu tsiqqah pada kepemimpinan Nabi Musa dan yakin pula bahwa mereka dijamin Allah akan memasuki Palestina dengan selamat. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. 47:7, "In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit bihil aqdaam" (Jika engkau menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya jangan sampai kita seperti Bani Israil yang bukannya tsiqqah dan taat kepada Nabi-Nya, mereka dengan segala kedegilannya malah menyuruh Nabi Musa as untuk berjuang sendiri. "Pergilah engkau dengan Tuhanmu". Hal itu sungguh merupakan kerendahan akhlak dan militansi, sehingga Allah mengharamkan bagi mereka untuk memasuki negri itu. Maka selama 40 tahun mereka berputar-putar tanpa pernah bisa memasuki negri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Allah yang Rahman dan Rahim tetap memberi mereka rizqi berupa ghomama, manna dan salwa, padahal mereka dalam kondisi sedang dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetap saja kedegilan mereka tampak dengan nyata ketika dengan tidak tahu dirinya mereka mengatakan kepada Nabi Musa tidak tahan bila hanya mendapat satu jenis makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi keduniawian yang begitu dominan pada diri mereka membuat mereka begitu kurang ajar dan tidak beradab dalam bersikap terhadap pemimpin. Mereka berkata: "Ud'uulanaa robbaka" (Mintakan bagi kami pada Tuhanmu). Seyogyanya mereka berkata: "Pimpinlah kami untuk berdo'a pada Tuhan kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan seperti itu pun kini sudah mentradisi di masyarakat. Banyak keluarga yang berstatus Muslim, tidak pernah ke masjid tapi mampu membayar sehingga banyak orang di masjid yang menyalatkan jenazah salah seorang keluarga mereka, sementara mereka duduk-duduk atau berdiri menonton saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw memang telah memberikan nubuwat atau prediksi beliau: "Kelak kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta dan sedepa demi sedepa". Sahabat bertanya: "Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?". Beliau menjawab: "Siapa lagi?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan dalam meneladani Rasulullah juga bisa terjadi di kalangan para pemikul dakwah sebagai warasatul anbiya (pewaris nabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengambil keteladanan dari beliau secara tidak tepat. Banyak ulama atau kiai yang suka disambut, dielu-elukan dan dilayani padahal Rasulullah tidak suka dilayani, dielu-elukan apalagi didewakan. Sebaliknya mereka enggan untuk mewarisi kepahitan, pengorbanan dan perjuangan Rasulullah. Hal itu menunjukkan merosotnya militansi di kalangan ulama-ulama amilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal itu juga terjadi di kalangan ulama, orang-orang yang notabene sudah sangat faham. Hal itu kiranya lebih disebabkan adanya pergeseran dalam hal cinta dan loyalitas, cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya telah digantikan dengan cinta kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas Bal'am, ulama di zaman Fir'aun adalah mentalitas anjing sebagaimana digambarkan di Al-Qur'an. Dihalau dia menjulurkan lidah, didiamkan pun tetap menjulurkan lidah. Bal'am bukannya memihak pada Musa, malah memihak pada Fir'aun. Karena ia menyimpang dari jalur kebenaran, maka ia selalu dibayang-bayangi, didampingi syaithan. Ulama jenis Bal'am tidak mau berpihak dan menyuarakan kebenaran karena lebih suka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan duniawi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat cincin berlian tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya. Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di telaga, hingga ia tenggelam dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas.&lt;br /&gt;Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as. Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat Nabi Yusuf. "Demi Allah, ini pasti bukan manusia". Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da'i. Apalagi berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bis shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Almarhum adalah Ustadz Tarbiyah favoritku... Pertemuan pertama dengannya malam tahun baru 2003-2004 di sebuah Dauroh)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5331933912591000275?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5331933912591000275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5331933912591000275' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5331933912591000275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5331933912591000275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/07/militansi-alm-ustadz-rahmat-abdullah.html' title='Militansi (Alm. Ustadz Rahmat Abdullah)'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-4216798142615678743</id><published>2007-07-11T23:58:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T22:47:15.598-07:00</updated><title type='text'>Islam Bendera? Tanya kenapa?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Syahdan, ada seorang kiai kampung yang kini usianya sudah lanjut. Sewaktu muda orang-orang dikampungnya tahu bahwa masa muda kiai itu dihabiskannya dalam perjuangan islam. Pada zaman belanda ia dijebloskan ke penjara. Pada zaman Jepang, ia pernah disiksa Kenpetai. Pada zaman orde lama, ia diuber-uber karena dianggap memberontak. Pada zaman orde baru, ia juga masih berurusan dengan Koramil setempat. Hingga sekarang zaman reformasi, barulah ia dapat beristirahat, kecuali pada waktu menjelang pemilu. Dalam usia tuanya ia masih saja sibuk membela partai politik islam.&lt;br /&gt;Seseorang pernah menyarankan kepadanya agar tidak membela ParPol islam lagi, Tetapi ia membentak, “Selama masih ada wadah umat islam, sampai mati saya akan mempertahankan wadah itu. “ Memang terbukti, dikampungnya pemilu dimenangkan oleh Parpol Islam. Jalan aspal dibangun dari jalan raya utama dan berakhir sebelum sampai kekampungnya. Hampir-hampir listrikpun tak sampai kesitu.&lt;br /&gt;Ia pernah berpesan agar jenazahnya dibungkus dengan bendera orsospol Islam yang dibelanya. Sekarang beliau sudah sangat sepuh dan telah dilupakan oleh banyak orang. Kiai kampung ini mencerminkan banyak, bahkan boleh jadi kebanyakan, orang islam yang hatinya terpaut dengan “wadah” islam, tanpa mempersoalkan apa isi wadah itu. Ia bersedia menyembahkan nyawanya untuk partainya itu.&lt;br /&gt;Kepentingan politik siapapun dapat dengan mudah mempengaruhi, bahkan memanipulasi, orang-orang islam seperti dia, hanya dengan simbol-simbol keislaman. Datanglah kepada mereka dengan memakai sorban dan berbicaralah didepannya dengan mengutip ayat-ayat AlQuran dan Hadis. Mereka akan sangat menaruh respek yang sangat luar biasa kepada anda. Sekalipun anda belajar islam secara karbitan.&lt;br /&gt;Ketika Almarhum Nurcholis Madjid berkata “Islam Yes; Partai Islam , No,” banyak rekannya menuding dia sebagai tokoh sekulerisme. Ketika Amien Rais bermaksud mendirikan partai Amanat Nasional, dengan melibatkan pihak non muslim, banyak orang menanyakan kesetiaan Amin rais kepada islam. Ketika Abdurrahman Wahid mau bergabung dengan Megawati, banyak aktivis muslim mengecamnya sebagai opportunisme politik. Ketika awal pendirian PK(Partai Keadilan) banyak ustad kita yang menolak untuk menjadikannya partai politik. Sungguh menarik bukan? bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah tokoh-tokoh Islam dan Ustad kita itu sampai pada kesimpulan yang sama: perjuangan Islam tidak selalu harus mengenakan label-label Islam. Perjuangan islam harus ditujukan untuk mencapai cita-cita islam, seperti keadilan, kesejahtera-an rakyat dan penghormatan kepada kemanusiaan.&lt;br /&gt;Para tokoh itu mengerti bahwa, dalam platform cita-cita islam, tak satu kelompokpun yang keberatan, apapun agamanya.&lt;br /&gt;Bukankah Nabi saw. Memulai perjuangannya dengan mengkritik ketimpangan sosial ekonomi dan mengakhirinya dengan menundukkan semua warga negara pada pemerintahan hukum.?..&lt;br /&gt;Jutaan pengikut para tokoh itu belum sampai kesitu. “Akan datang satu zaman, “ sabda nabi saw, “ ketika tidak tersisa dari islam kecuali lambangnya. Masjid-masjidnya ramai dengan kegiatan, tetapi kosong dari petunjuk. Orang yang paling buruk di zaman itu adalah para ulamanya. Dari mereka fitnah berasal, kepada mereka fitnah itu kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-4216798142615678743?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/4216798142615678743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=4216798142615678743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4216798142615678743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/4216798142615678743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/07/islam-bendera-tanya-kenapa.html' title='Islam Bendera? Tanya kenapa?'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-1038916404543041436</id><published>2007-06-30T01:35:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T22:40:46.163-07:00</updated><title type='text'>Allah kita kereen...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Allah Nur langit dan Bumi, saat siangNya telah berlalu malamnya tiba dengan cahya Bulan dan Bintang. Cahanya indah bakaikan Miskyat.... Dengan NurMu, NamaMu tak henti-hentinya disebut setiap waktu. Saat matahariMu terbit makhlukMu beraturan memulai aktivitas, tetap saja selalu dimulai dengan menyebut NamaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tak dapat kupungkiri Allah Kita kereen...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-1038916404543041436?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/1038916404543041436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=1038916404543041436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1038916404543041436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/1038916404543041436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/06/allah-kita-kereen.html' title='Allah kita kereen...'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-6279301258179247242</id><published>2007-06-17T23:03:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T22:47:47.248-07:00</updated><title type='text'>Jurus Peremuk tulang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kata dermawan jangan puji aku, aku hanyalah cerek yang mengalirkan air dari mulut ke mulut orang yang kehausan, tapi pujilah Dia yang mengisi cerek itu.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jurus ampuh yang digunakan chinmi sitangan baja tokoh dalam komik kungfu boy, untuk mengalahkan musuh yang besar dan tangguh adalah "Jurus peremuk tulang" Ilmu ini beliau dapatkan dari guru yosen seorang guru yang sangat hebat yang kabarnya mampu membunuh macan dengan satu jari. (Hebat sekali khan?). Tapi sayangnya guru yosen-pun wafat tak lama setelah chinmi menguasai jurus peremuk tulang. Didikan guru Yosen berhasil membuat chinmi berkembang kemampuannya. Dengan bekal itu, chinmi pergi berkelana untuk menjadi ahli kungfu, dia mencari guru-guru yang memiliki kemampuan tinggi, pergi keguru ini, pergi keguru itu, siapapun gurunya tidak pernah dijadikan masalah olehnya. keinginan dan keuletan untuk menjadi sang ahli kungfu-lah yang mebawanya, terus, terus, berjuang memperdalam ilmunya... Menarik khan? Kenapa kita tidak melakukan hal yang sama untuk meningkatkan kemampuan (Ilmu kita)? Belajar ke siapa saja, terus, terus, mencari guru-guru terbaik, hingga tercerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi shawab...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Sebuah refleksi untuk diri ini)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-6279301258179247242?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/6279301258179247242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=6279301258179247242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6279301258179247242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/6279301258179247242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/06/jurus-peremuk-tulang.html' title='Jurus Peremuk tulang'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-3401123027559987195</id><published>2007-06-07T23:55:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T22:45:30.987-07:00</updated><title type='text'>Malam Jum'at hahaha..(Dasar diriku)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mesage : SalamLekoum.. Nanti sore/malem aq mau ke ..... malam jum'at-an denganmu, hahaha...(Dasar diriku) maksudnya mau ngaji denganmu. Bersediakah? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Reply : Ok, malem ja.. sore aq mau ke.... dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Duw, kalau dibaca lagi ternyata membuatku malu. Betapa gombalnya diriku... Hiks...Hiks...T.T&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ngakunya "The true Ikhwan" Aktivis, berjenggot tipis dan tidak berkumis. Dan lebih parahnya malem harinyapun diriku datang beneran tuh.. ketempat "Akhwat" hiks..hiks...(Takut dosa euy...Ciee)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi betapa bahagianya, ketika datang langsung disambut dengan senyuman. (Dasar Akhwat, Pantang melihat ikhwan tampan). Si Om Raluun memang pengertian, malam itu cukup dingin udaranya dan beliau hidangkan teh hangat untuk menemani diskusiku...(Terima kasih bro..)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada pembahasan menarik bagiku waktu itu, sayangnya waktu itu juga diriku keduluan jadi grogi. (Jadinya maksudku tak tersampaikan dengan baik deh..)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Padahal, pola psikologisnya sudah kubaca dari ujung kaki sampai ubun-ubun. Termasuk fikrohnya yang kental sudah kupelajari 1 tahun lebih, mungkin dari sejak mengenalnya sudah kubaca tarikh dan Dalil yang Dia maksudkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tahukah sahabat, betapa kagetnya diriku. Dia menawarkan ustad untuk menjawab pertanyaanku. Ya sudah... (Pembicaraan selesai deh...). Padahal ada hal terpenting yang ingin kutanyakan berkaitan dengan bai'at jama'ah langsung darinya. lagi-lagi hiks..hiks...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sampai saat ini, kaum wanita bagiku cukup sulit dipahami.. Apalagi "Akhwaat" yang sudah berjilbab rapi sejak SD (Sekolah Dasar) dan berkata: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Isyhadu bi Anna muslimun!"&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;. Seorang muslimah, dengan jilbabnya, yang ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia menolak seluruh sistem jahiliah dan ingin hidup dalam sistem islami. Benar-benar sesuai syariat islam...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Duh, bagiku "akhwaat" itu malaikat, seorang wanita baik-baik yang hanya diperuntukkan bagi (Ikhwaan) laki-laki baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saat itu juga, ingatlah diri ini akan sebuah ayat di Al Qur'an &lt;strong&gt;"&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."&lt;/strong&gt; (Al Israa' :32)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ayat ini mengingatkan, jangan sedikitpun mendekati zina, baik pandangan mata, hati, maupun lahir batin. Waktu itu mungkin bisa saja diriku memandang-nya dengan pikiran macam-macam. Astaghfirullah...(Yap kita harus istighfar jika melakukan kesalahan) Hm.. bukankah kehormatan sekecil apapun harus dijaga? (itu pikiranku saat itu...Ciee). Menurutku pandangan mata akan menjadi zina mata... (konon kabarnya dari mata akan jatuhlah semuanya). Ya, diriku ingat janji Allah adalah pasti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Alhamdulillah...Ingatlah diri ini, akan sebuah nasehat Imam Ali dalam Nahjhul Balaghoh yang berbunyi &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Janganlah termasuk pecinta orang soleh, tapi tidak berprilaku seperti mereka, Janganlah termasuk pembenci pendosa tapi kamu sendiri salah seorang dari mereka."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hampir saja aku jatuh. Ada-ada saja rasa yang bergelora disana, berat terasa bagiku...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi terlepas semua itu, terima kasih malam jum'at-nya Tuhan, terima kasih pertolongan dan penjagaanMu, Jadikanlah diri ini yang termasuk pencinta orang-orang saleh...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-3401123027559987195?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/3401123027559987195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=3401123027559987195' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3401123027559987195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/3401123027559987195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/06/malam-jumat-hahahadasar-diriku.html' title='Malam Jum&apos;at hahaha..(Dasar diriku)'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-7253587862610708173</id><published>2007-06-03T19:45:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T22:48:08.860-07:00</updated><title type='text'>Pencerahan ala Kungfu Boy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari ini ada pelajaran...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada pelajaran suka, ada pula pelajaran duka semua melebur satu menjadikannya sebuah ilmu kehidupan. Ada pelajaran management, ada pula pelajaran keuangan dan ada pula pelajaran tentang pengambilan keputusan. Semua Ini bagus untuk masa depan. dan pastinya semuanya terasa ringan asalkan tidak kita jadikan beban.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pelajaran merupakan pencerahan, jadi sebaiknya janganlah disimpan. Sebaiknya pula kita mulai dari beban kehidupan. Hampir semua pejalan pernah merasakan penderitaan dalam mengarungi samudera kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menariknya di dalam beban kehidupan, ada penderitaan yang tersimpan, konon katanya disitulah pelajaran kehidupan tersimpan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau kita pernah atau sempat baca komik "Kung fu Boy" tokoh utama yang bernama Chinmi memulai pencerahan pertamanya diKuil Dairin. Disana dia diajarkan ilmu kungfu kuil Dairin yang bersumber dari alam dan kehidupan. Kemudian dia ditugaskan untuk jadi pejalan (Berkelana). dalam perjalanan inilah kesaktian chinmi bertambah. dan seketika pulang ke kuil dairin lagi, chinmi telah menjadi pendekar, sekaligus pengajar kungfu utama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya fikir sekarang sayapun sama sedang menjadi chinmi, jadi mari kita berpetualang mencari pencerahan. Kita coba menjadi Chinmi yang haus akan ilmu kehidupan dengan berpetualang menjadi pejalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-7253587862610708173?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/7253587862610708173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=7253587862610708173' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7253587862610708173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/7253587862610708173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/06/pencerahanku.html' title='Pencerahan ala Kungfu Boy'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4491074040427376242.post-5686658123267087580</id><published>2007-06-01T06:58:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T22:37:46.148-07:00</updated><title type='text'>Blog for me</title><content type='html'>Blog ini bagian perjalanan saya untuk mengenal diri, boleh jadi pula tempat saya berbagi saat ide-ide itu meyeruak seketika. Sama seperti pejalan-pejalan lain yang terkadang haus akan makanan, kenyang akan pujian, lelah dalam perjalanan. Maka saya tekadkan pula tujuan pencarian saya harus diikat lewat tulisan, biar jadi sebuah cerita pencarian. Menjadi harapan saya dalam perjalanan ini, kita semua tercerahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4491074040427376242-5686658123267087580?l=wanda-yulianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/feeds/5686658123267087580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4491074040427376242&amp;postID=5686658123267087580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5686658123267087580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4491074040427376242/posts/default/5686658123267087580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanda-yulianto.blogspot.com/2007/06/blog-for-me.html' title='Blog for me'/><author><name>Bang Wanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228504959669903245</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ViX9ecDhLQ4/SBGHay-jkII/AAAAAAAAAA4/CT44ad3isnc/S220/DSCN6087.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
